Klarifikasi Cinema Face Terkait Keluhan Para Talent Film Series Dendam ART

0

Tabloidseleberita, – Menanggapi keluhan para pemain yang terlibat dalam produksi film series Dendam ART yang tayang di beberapa media online nasional dan sosial media terkait belum dibayarnya honor para pemain hingga batas kesepakatan yang telah dibuat, Pihak Cinema Face (CF) selaku Rumah Produksi Film series tersebut merasa perlu untuk merespon pemberitaan yang telah beredar dan ikut melibatkan pihak perusahaan aplikator yang tidak mengetahui perjanjian Kerjasama antara Cinema Face dengan para artis yang terlibat dalam produski tersebut.

Didampingi kuasa hukum Perusahaan platform digital Reel Buzz Teuku Fachyzal Farhan, Management Cinema Face menggelar jumpa pers  sekaligus klarifikasi atas pemberitan yang telah beredar saat ini, Bertempat di kantor Cinema Face di kawasan Perumahan Al Madinah, Cimanggis, Depok, Rabu, 23 April 2025.

Klarifikasi Cinema Face bersama Reel Buzz

Dalam keterangan Fence F Nayoan selaku produser Cinema Face, menjelaskan bahwasanya acara Konferensi pers digelar sebagai Langkah nyata pihak management Cinema Face untuk menyampaikan permintaan maaf pihaknya kepada pihak pemilik platform Reel Buzz atas polemik pembayaran honor talent dalam produksi mini drama berjudul “Dendam Art.”

Kuasa hukum Reel Buzz, Teuku Fachyzal Farhan, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima kuasa hukum sejak 14 April 2025 dari PT Layar Cerita Imajinasi, pemilik platform Reel Buzz. Menurut Teuku, kliennya merasa nama baiknya dicemarkan akibat unggahan salah satu talent di media sosial.

“Penting untuk dipahami bahwa Reel Buzz tidak memiliki hubungan kontrak langsung dengan para talent. Semua urusan produksi, termasuk pembayaran honor talent, sepenuhnya ditangani oleh Cinema Face. Kami hanya menyediakan dana produksi dan platform tayang,” tegas Teuku Fachyzal dalam keterangannya.

Ia juga menekankan bahwa skema pembayaran dalam kerja sama tersebut telah disepakati sejak awal, yang dilakukan dalam tiga tahap—pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi—dan tidak menyentuh aspek teknis pembayaran kepada talent.

Sementara itu, perwakilan Cinema Face Fence F Nayoan, membenarkan adanya keterlambatan dalam pelunasan honor sejumlah talent. Namun, ia menegaskan bahwa proses pembayaran sudah berjalan, dan sebagian besar honor telah dibayarkan di awal.

“Kami sudah memberikan pembayaran awal sebesar 20% saat proses syuting berlangsung. Sisanya memang dijadwalkan setelah tayangan perdana. Kini serialnya telah tayang, dan proses pelunasan sedang kami selesaikan,” ujar Fence. Ia juga menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada pihak Reel Buzz.

Lebih lanjut Fence menuturkan jika dari total nilai kontrak pembayaran pihak Cinema Face masih memiliki kekurangan untuk pembayaran honor talent  sebesar Rp 63 juta, disebutkan masih terdapat delapan talent yang menunggu pelunasan honor.

Cinema Face sendiri sudah menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan seluruh kewajiban kepada para talent, sekaligus meminta agar tidak lagi menyeret nama Reel Buzz dalam polemik ini.

“ Sangat di sayangkan para talent yang terikat kontrak sama kami di Cinema Face , ikut melibatkan pihak plaform Reel Buzz terkait kekurangan honor yang tersisa, padahal sangat jelas Reel Buzz hanya terlibat dalam hal tayang dan membayarkan biaya produksi dari tayagan tersebut “ jelas Fence

Dalam pernyataan sikap tegasnya Teuku Fachyzal menyatakan bahwa pihaknya akan terus memantau situasi dan tidak ragu mengambil langkah hukum apabila nama baik Reel Buzz kembali diseret dalam isu serupa.

“Kami mengajak seluruh pihak, khususnya para talent dan pengguna media sosial, untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan opini hormati proses hukum dan junjung tinggi etika komunikasi publik,” pungkasnya. (AA)

Leave A Reply

Your email address will not be published.