Kementerian Ekraf Dorong Kota Bima Kembangkan Ekonomi Kreatif Berbasis Sub­sektor Unggulan

0

JAKARTA, TabloidSeleberita.com — Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong Pemerintah Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, untuk menggali dan mengembangkan subsektor unggulan sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan, pemerintah tengah memperkuat mekanisme penetapan kota kreatif melalui peraturan menteri yang berbasis pada subsektor unggulan terverifikasi.

“Ke depan, penetapan kota kreatif akan dilakukan melalui peraturan menteri setelah proses verifikasi terhadap subsektor unggulan. Subsektor ini diharapkan menjadi penggerak bagi subsektor lainnya di daerah,” kata Teuku Riefky saat menerima audiensi Wali Kota Bima H. A. Rahman di Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Teuku Riefky menyebutkan, sejak 2016 terdapat puluhan kota dan kabupaten yang telah melakukan verifikasi mandiri sebagai kota kreatif. Namun, pemerintah ingin memastikan setiap daerah memiliki fokus subsektor yang jelas agar pengembangan ekonomi kreatif berjalan lebih terarah.

Wali Kota Bima H. A. Rahman menjelaskan bahwa ekonomi kreatif di wilayahnya bertumpu pada kekuatan budaya dan kreativitas masyarakat. Salah satu subsektor utama adalah tenun ikat, dengan sekitar 1.500 unit usaha yang hingga kini masih aktif dan menjadi identitas Kota Bima.

Selain kriya tradisional, berbagai subsektor lain juga tumbuh, seperti seni pertunjukan, musik, kuliner, fesyen, desain produk, fotografi, hingga konten digital. Menurut Rahman, perkembangan teknologi digital membuka peluang baru bagi generasi muda untuk terlibat dalam ekonomi kreatif.

“Konten kreator menjadi ruang baru bagi anak muda untuk berkarya sekaligus mempromosikan daerah. Saat ini diperkirakan terdapat ratusan hingga ribuan konten kreator skala lokal dan regional yang aktif memperkenalkan Kota Bima melalui media digital,” ujar Rahman.

Dengan jumlah penduduk sekitar 165.000 jiwa dan tingkat penggunaan media sosial yang tinggi, Kota Bima dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi digital, jenama lokal, serta produk kreatif berbasis budaya.

Menanggapi hal tersebut, Teuku Riefky menyambut baik pemetaan subsektor unggulan yang telah dilakukan Pemerintah Kota Bima. Ia menekankan pentingnya penguatan ekosistem ekonomi kreatif, mulai dari peningkatan kapasitas pelaku, perlindungan kekayaan intelektual, akses pembiayaan, hingga perluasan pasar.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu mempercepat transformasi ekonomi kreatif di daerah dan menjadikannya sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Audiensi tersebut turut dihadiri jajaran Pemerintah Kota Bima serta pejabat Kementerian Ekonomi Kreatif dari berbagai unit kerja yang membidangi pengembangan strategis, konten digital, teknologi informasi, musik, dan fasilitasi kekayaan intelektual. (Hero)

Leave A Reply

Your email address will not be published.