TabloidSeleberita – Jakarta, 6 Mei 2025 – Kementerian Agama (Kemenag) RI kembali mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur dengan tawaran ibadah haji tanpa antre yang menggunakan visa non-haji. Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Akhmad Fauzin, menegaskan bahwa hanya visa haji resmi yang diterbitkan Pemerintah Arab Saudi yang sah digunakan untuk berhaji.
“Jangan tergiur dengan tawaran haji tanpa antre, haji langsung berangkat, atau haji tanpa daftar resmi,” kata Fauzin dalam konferensi pers di Media Center Haji (MCH) Jakarta, Senin (5/5/2025).
Ia menjelaskan bahwa visa ziarah, kerja, atau turis tidak berlaku untuk berhaji. Jika ada yang kedapatan menggunakan visa non-haji untuk menunaikan ibadah tersebut, maka akan dikenai sanksi tegas. Sanksi itu antara lain penahanan, deportasi, dan larangan masuk ke Arab Saudi selama beberapa tahun.
Fauzin mengimbau agar masyarakat selalu memastikan visa yang digunakan adalah visa haji. Ia juga mendorong masyarakat melaporkan praktik penipuan terkait haji kepada pihak berwenang. “Mari kita jaga kemurnian ibadah ini dan lindungi sesama dari jeratan oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kemenag melaporkan perkembangan kedatangan jemaah haji Indonesia. Hingga 5 Mei 2025 pukul 08.00 WIB, tercatat 22.301 jemaah dari 57 kloter telah tiba di Tanah Suci. Hari ini, 5.114 jemaah dari 13 kloter dijadwalkan berangkat menuju Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) di Madinah.
Fauzin juga mengingatkan jemaah agar menjaga kesehatan selama berada di Madinah. Cuaca diperkirakan mencapai 35 derajat Celsius dengan kelembapan rendah, sekitar 14 persen. Jemaah diminta untuk banyak minum air, menggunakan pelindung kepala, dan memanfaatkan waktu istirahat sebaik mungkin.
“Kami siap membantu kapan pun diperlukan. Mari saling menjaga, dan semoga ibadah haji tahun ini berjalan lancar serta membawa berkah,” pungkas Fauzin. (Hero)