Inheritors Comeback dengan “Cheating Death”, Suguhkan Thrash Metal Gelap Sarat Refleksi Takdir

0

TabloidSeleberita.com – Jakarta, 5 Maret 2026 – Band thrash metal asal Malang, Inheritors, kembali meramaikan skena musik keras Tanah Air lewat single terbaru bertajuk “Cheating Death”. Lagu ini menjadi kelanjutan fase comeback mereka di 2026 sekaligus penanda arah musikal yang lebih gelap dan agresif.

“Cheating Death” terinspirasi dari pengalaman personal para personel yang pernah berada dalam situasi kritis, hingga memantik perenungan tentang hidup dan kematian. Tema tersebut diperkuat dengan ketertarikan mereka pada film horor-thriller seperti Final Destination, yang mengangkat ide bahwa takdir kematian tak pernah bisa benar-benar dihindari.

Secara lirik, lagu ini menyoroti ilusi manusia yang merasa mampu mencurangi takdir. Namun pada akhirnya, kematian digambarkan sebagai sesuatu yang pasti menemukan jalannya sendiri.

Dari sisi musikalitas, Inheritors menghadirkan riff cepat dengan sentuhan thrash klasik akhir 1980-an yang dipadukan komposisi lebih padat dan groove yang agresif. Pengaruh era awal Metallica lewat album Kill ‘Em All, hingga intensitas Kreator dalam Pleasure to Kill, serta spirit awal Sepultura, terasa kuat mewarnai karakter lagu ini. Meski demikian, Inheritors tetap meramu referensi tersebut dengan pendekatan yang lebih segar.

Single ini juga menjadi debut resmi Galih sebagai gitaris rhythm. Untuk pertama kalinya, Inheritors tampil dengan format dua gitaris. Kehadiran Galih disebut membawa warna baru yang lebih eksploratif, memperkaya struktur riff dan solo tanpa menghilangkan identitas gelap band.

Saat ini, Inheritors diperkuat oleh Dion (vokal), Patrick (lead guitar), Galih (rhythm guitar), Obed (bass dan backing vocal), serta Rufa (drum dan perkusi). Dengan formasi ini, mereka merancang “Cheating Death” sebagai lagu yang dirancang memantik energi panggung dan moshpit sejak awal hingga akhir.

“Cheating Death” menjadi bagian dari strategi perilisan single bertahap menuju album penuh perdana Inheritors. Album tersebut direncanakan menjadi kolase perkembangan thrash metal dari era 1980-an hingga 2000-an, dengan pendekatan berbeda di setiap lagunya.

Setelah delapan tahun hiatus, Inheritors menegaskan bahwa kembalinya mereka bukan sekadar nostalgia. Musik kini menjadi medium katarsis dan pernyataan sikap. Lewat “Cheating Death”, mereka menunjukkan bahwa meski tak bisa mengubah takdir, setidaknya mereka bisa menantangnya lewat distorsi dan kecepatan khas thrash metal. (Hero)

Leave A Reply

Your email address will not be published.