TabloidSeleberita – Jakarta, 16 Maret 2025 – Jakarta kembali menjadi saksi perayaan Hari Musik Nasional yang meriah pada Minggu, 16 Maret 2025. DPP PAPPRI (Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia) menggelar konser bertajuk #MusikAjaDulu di Asthana Kemang, Jakarta Selatan. Acara ini menghadirkan puluhan musisi lintas genre sebagai bentuk penghargaan terhadap seni musik dan industri kreatif di Indonesia.
Once Mekel, Ketua Bidang Program DPP PAPPRI sekaligus Ketua Pelaksana acara ini, menekankan pentingnya energi positif untuk membangun ekosistem musik yang lebih kuat.
“Hari Musik Nasional adalah momentum untuk melakukan kegiatan yang membawa energi positif bagi industri musik,” ujar Once Mekel, yang juga merupakan Anggota Komisi X DPR RI.
Ia juga menambahkan bahwa menghargai musik berarti menghargai kemanusiaan. Salah satu bentuk penghargaan tersebut adalah dengan memberikan kebebasan berekspresi bagi para musisi.
Acara ini turut dihadiri oleh legenda musik Indonesia, Eyang Titiek Puspa, serta Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Dalam sambutannya, Rano Karno menegaskan bahwa mulai tahun depan, Pemda DKI siap mendukung acara ini secara penuh.
“Saya sedih, lambang Pemda DKI tidak ada di sini. Artinya, tahun depan DKI siap memback-up. Karena pada tahun 2027, Jakarta akan berusia 500 tahun. Sejak 2025, 2026 hingga 2027, Jakarta akan menghadirkan berbagai kegiatan kebudayaan bertaraf internasional,” ujar Rano Karno.
Perayaan ini berlangsung sejak pukul 15.30 WIB hingga 22.30 WIB dan menghadirkan musisi dari berbagai genre, mulai dari keroncong, R&B, soul, pop, rock, alternative, hingga musik etnik. Beberapa musisi yang tampil di antaranya adalah:
• Pop, R&B, dan Soul: Berto Pah, Irnie Wanda, Syech Rezie, Eva Aralin, Sandy Canester
• Rock dan Alternative: Arya Novanda, Randa Oktovandi, Mahagenta, Kanda Band
• Jazz & Keroncong: Belle, Kiki Syarah, Balena, Fryda Lucyana, Keroncong Restu
• Rock Metal: Lawang Pitu
• Duo dan Grup Musik Etnik: OMOM, Endah N Rhesa
Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah band rock metal Lawang Pitu, yang tampil di hadapan musisi senior.
“Kami bangga bisa tampil di panggung PAPPRI LIVE di Hari Musik Nasional ini.
Momen ini akan selalu kami kenang dan menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkarya di industri musik Indonesia,” ujar Asisi Basuki, bassist Lawang Pitu.
Ketua Umum DPP PAPPRI, Tony Wenas, menegaskan bahwa Hari Musik Nasional bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk memperkuat peran musik dalam edukasi dan literasi generasi muda.
“Saya percaya, suatu saat dunia akan mengenal ‘I-Pop’ atau Indonesia Pop, sebagaimana mereka mengenal K-Pop saat ini,” ujar Tony Wenas.
Dwiki Dharmawan, Sekjen DPP PAPPRI, juga menyoroti pentingnya Hari Musik Nasional sebagai ajang memperkuat apresiasi terhadap musik nasional serta meningkatkan prestasi musisi Indonesia di tingkat internasional.
Sementara itu, perwakilan dari Kementerian Kebudayaan RI, Syaifullah PhD, menegaskan pentingnya advokasi tata kelola dan ekosistem musik yang lebih baik untuk mendukung industri musik Indonesia.
Acara ini tidak hanya dinikmati secara langsung oleh para penonton di Asthana Kemang, tetapi juga disiarkan melalui live streaming di kanal YouTube PAPPRI Official, sehingga dapat disaksikan oleh ribuan orang di seluruh Indonesia.
Dukungan dari berbagai pihak seperti Asthana Kemang, DeHills Production, Batik Air Mineral, Kofi-ti, dan Klinik Wismaree turut menyukseskan konser ini.
Hari Musik Nasional 2025 sukses menjadi momentum penting bagi musisi Indonesia untuk semakin dikenal, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di tingkat global. Dengan semangat #MusikAjaDulu, industri musik Indonesia terus melangkah maju! (Hero)