Film Juminten Edan Tampilkan Horor Psikologis tentang Konflik Keluarga, Meisya Amira Perankan Ibu Tunawicara

0

JAKARTA, TabloidSeleberita.com – Film horor Juminten Edan tak hanya mengandalkan teror dan adegan menegangkan, tetapi juga mengangkat kisah tentang konflik keluarga yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Film garapan sutradara Dedy Mercy bersama Jonathan Ozoh ini menghadirkan cerita mengenai perjuangan seorang ibu yang rela melakukan apa saja demi melindungi anaknya.

Dalam konferensi pers usai gala premiere di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Kamis (16/7/2026), produser Jonathan Ozoh mengatakan bahwa tema keluarga dipilih karena dianggap relevan dengan realitas yang dialami banyak orang.

“Film ini merupakan miniatur kehidupan keluarga di Indonesia. Kami mengangkat hubungan antara mertua dan menantu, serta dinamika yang sering terjadi dalam sebuah keluarga agar terasa dekat dengan penonton,” kata Jonathan.

Menurut dia, kedekatan cerita dengan kehidupan sehari-hari diharapkan membuat penonton dapat melihat refleksi pengalaman mereka sendiri melalui karakter-karakter dalam film.

Sementara itu, penulis naskah Alim Sudio mengaku langsung tertarik saat mendengar judul Juminten Edan. Bersama Dedy Mercy, ia kemudian mengembangkan cerita yang mengajak penonton mempertanyakan batas antara kewarasan dan ketidakwarasan.

“Film ini ingin mengajak penonton bertanya, siapa sebenarnya yang waras dan siapa yang tidak. Kadang batas di antara keduanya menjadi sangat tipis,” ujar Alim.

Untuk memperkuat nuansa cerita, latar sebuah pulau dipilih sebagai lokasi utama. Menurut Alim, pilihan tersebut memberi ruang lebih luas untuk membangun atmosfer misterius sekaligus mempertegas konflik yang dialami para tokohnya.

Dedy Mercy menjelaskan, karakter Juminten telah dirancang sejak awal sebagai sosok ibu biasa yang dipaksa berubah karena keadaan. Baginya, adegan laga yang muncul menjelang akhir film bukan sekadar aksi, melainkan bentuk perjuangan seorang ibu ketika anaknya berada dalam bahaya.

“Juminten bukan karakter petarung sejak awal. Semua tindakan yang dilakukannya lahir karena naluri seorang ibu yang ingin melindungi anaknya,” ujar Dedy.

Peran utama Juminten dimainkan Meisya Amira. Dalam film ini, ia memerankan perempuan tunawicara yang kembali ke kampung halamannya setelah delapan tahun meninggalkan masa lalunya.

Meisya mengaku karakter tersebut menjadi salah satu tantangan terbesar sepanjang kariernya. Selain mempelajari bahasa isyarat, ia juga harus mampu menyampaikan emosi tanpa dialog.

“Saya harus belajar bahasa isyarat dan mengekspresikan semua perasaan hanya melalui tatapan mata, ekspresi wajah, dan gerakan tubuh. Itu tantangan yang sangat besar,” kata Meisya.

Ia bersama para pemain menjalani workshop selama dua pekan dengan pendamping seorang pelatih tunarungu agar mampu menggunakan bahasa isyarat secara alami selama proses syuting.

Tak hanya itu, Meisya juga mengikuti latihan koreografi laga selama beberapa hari. Meski memiliki dasar olahraga Muay Thai, ia mengaku tetap harus berlatih intensif karena adegan aksi dalam film membutuhkan teknik yang berbeda.

“Setiap hari sebelum syuting kami selalu latihan lagi. Gerakan saat pengambilan gambar kadang berubah, jadi latihan terus dilakukan agar hasilnya maksimal dan tetap aman,” ujarnya.
Sementara itu, Anne J. Cotto yang memerankan Salma, ibu mertua Juminten, mengaku bersyukur bisa kembali bermain film setelah lima tahun menetap di Bali.

Menurut Anne, karakter Salma menjadi bagian penting dalam konflik keluarga yang menjadi benang merah cerita Juminten Edan.
“Semoga penonton bisa mengambil pesan bahwa hubungan dalam keluarga perlu dijaga. Jangan sampai menjadi seperti karakter Salma,” ujar Anne sambil tersenyum.

Melalui perpaduan horor psikologis, drama keluarga, dan adegan laga, Juminten Edan menawarkan kisah yang bukan hanya menghadirkan ketegangan, tetapi juga mengangkat pengorbanan seorang ibu serta tipisnya batas antara kewarasan dan keputusasaan. Film ini menjadi salah satu horor Indonesia yang mengedepankan kekuatan cerita emosional di balik terornya. (Hero)

Leave A Reply

Your email address will not be published.