Single Kedua “Sorry” Vania Nissa, Sarat Pesan Buat Anak Remaja

tabloidseleberita.com, Bernyanyi dengan sentuhan pop dangdut memang bukanlah hal yang baru buat penyanyi remaja, Vania Nissa (14) sebab tahun yang lalu dirinya terbilang sukses merilis debut singlenya bertajuk “Miss Call Video Call”. Single perdananya itu direspon postif di chanel youtube.

Selang setahun kemudian, pada Minggu, (4/8) bertempat di pelataran belakang gedung Taman Ismail Marzuki (TIM), Vania kembali merilis single keduanya berjudul “Sorry” ciptaan Aries Tea, sekaligus merayakan hari ulangtahunnya yang ke-14. Demi kesuksesan launching single keduanya, Vania sengaja hijrah ke Jakarta dari kota kelahirannya, Magelang, Jawa Tengah.

“Sorry” sendiri berkisah soal cinta dikalangan remaja seusia Vania. Lagu ini lebih menekankan pada larangan orangtua yang tidak mengijinkan anak remajanya untuk berpacaran karena masih harus fokus pada sekolahnya.

Lebih lanjut Vania menjelaskan, lirik lagu “Sorry” menceritakan penolakan seorang cewek remaja terhadap banyak cowok yang menyukainya. Ceweknya lebih patuh pada orangtua yang menganjurkan, agar jangan pacaran dulu.

“Aku suka lagu ini karena sesuai dengan keinginanku, mengutamakan sekolah,” ujar Vania yang masih duduk di bangku kelas 8 SMP Negeri 1 Magelang ini.

Untuk menarik perhatian penikmat lagu, sebagai pencipta Aris Tea mengemasnya ke dalam nuansa pop dangdut yang nikmat didengar dan mudah diikuti pendengarnya.

Hal ini terbukti lewat sambutan yang ditunjukkan oleh teman-teman, dan tamu undangan yang ikut larut dalam nyanyian seraya berjoget riang mengikuti alunan musik pop dangdut dari single keduanya “Sorry”.

Usai dirilis single keduanya, Vania pun berharap, single “Sorry” tersebut disukai oleh pecinta musik tanah air.
Kembali lagi ke status Vania yang masih duduk dikelas 8 SMPN 1 Magelang, Jawa Tengah, Vania mengaku kalau semua kegiatan menyanyi baru dilakukannya usai kegiatan sekolah. Situasi ini pula, membuat syuting video klip “Sorry”harus menyita waktu hingga sebulan.

“Aku lebih mengutamakan sekolah, sesuai anjuran orang tua,” sebut gadis remaja kelahiran 3-Agustus-2005 ini.

Seperti diketahui gadis remaja yang mengidolakan Via Vallen ini, mengawali karirnya berangkat dari dunia modeling dan menari sejak masih kecil. Sayangnya hal itu tak diteruskan olehnya lantaran Vania mengaku tak begitu menyukai kesenian tari dan modeling.

Disisi lain Vania mulai menggali potensi lain dalam dirinya. Ia pun didaftarkan orang tuanya, pasangan Yoga Adisiswaya dan Pramundari, untuk belajar vokal di Sekolah musik ‘Talenta’ Magelang.

Selain mendapat dukungan dari sekolahnya, Vania sudah mendapat tawaran menyanyi di Magelang, Yogyakarta hingga Puwokerto.
Bukan cuma itu Vania Nissa, bahkan didaulat untuk membawakan jingle lagu dari Komisi Perlindungan Anak dan Ibu (KPAI) berjudul “Katakan Tidak”.

Marcell Siahaan Sebut Konser “Marcelltujuhbelas” Akan Bernuansa New Wave

tabloidseleberita.com, Marcell menyebut era New Wave tak dipungkiri memang tengah berputar kembali saat ini. Itu sebabnya dirinya juga berjanji akan menghadirkan nuansa New Wave dalam poster konsernya yang bertajuk “Marcelltujuhbelas”.

Konser tersebut dijadwalkan terselenggara di Balai Sarbini, Jakarta, pada 18 Oktober 2019 mendatang. Marcell pun mengakui konsep poster tersebut merupakan salah satu petunjuk tentang aransemen yang menarik pada konsernya nanti.

“Terlepas saya dulu musikus hardcore, tapi selipan-selipan yang menginspirasi saya seperti New Wave ada Depeche Mode, New Orde, dan Madness. Walaupun bukan dalam hal bermusik, tapi attitude dari musisi itu sendiri,” sebut penyanyi berusia 41 tahun itu.

“Iya, memang konsep poster itu terlihat seperti kembali ke era New Wave. Kita enggak bisa pungkiri bahwa New Wave itu berputar lagi sekarang,” sambungnya.

Marcell juga menyampaikan bahwa poster bergaya New Wave yang merupakan karya Bram Aditya itu terinspirasi dari film The Stranger Things. Film itu mengusung lagu latar yang banyak menghadirkan grup-grup musik era 1980-an, seperti Echo and the Bunnymen, The Clash, dan The Psychedelic Furs.

“Jadi sebenarnya, New Wave berputar kembali ya, salah satunya karena film ‘The Stranger Things’ di mana lagunya semua era tahun 1980-an,” ujar mantan drumer Puppen grup band beraliran hardcore asal Bandung itu.

Marcell juga mengungkapkan bahwa referensi-referensi musik yang dimilikinya saat ini jelas semakin memperkaya imajinasi dalam penyusunan repertoar karya terbarunya mendatang.

“Bersyukurnya dengan banyak referensi, tentu saja akan memperkaya imajinasi dalam membuat konsep bareng-bareng dalam bermusik,” kata Marcell.

Selebrasi Sweet Seventeen, Marcell Siahaan Gelar Konser Tunggal

tabloidseleberita.com, Layaknya usia 17 tahun yang penuh dengan perayaan (selebrasi), demikian juga halnya yang terjadi oleh solois pria yang awal karirnya dimulai sebagai drummer yakni, Marcell Siahaan.

Merayakan 17 tahun berkarir sebagai penyanyi solo pria di Indonesia, Marcell Siahaan bakalan menggelar konser tunggal bertajuk Marcell 17 Tahun. Dipromotori oleh Betiga Satu Rasa, konser ini akan digelar pada 18 Oktober 2019 mendatang di Balai Sarbini, Jakarta.

“Konser ini untuk merayakan 17 tahun perjalanan karir saya sebagai penyanyi. Berbagai genre saya lakoni karena naluri kemusikan saya dimanan pada tahun 1992 saya memulainya sebagai drummer,” sebut Marcell Siahaan dalam press conference di Hard Rock Cafe, Kawasan SCBD, Jakarta, Rabu (31/7).

Konser ini jelas menjadi persembahan dari hati Marcell Siahaan, dan wujud terimakasih serta apresiasinya yang mendalam untuk para penikmat musik Indonesia.

Seperti diketahui sepanjang karirnya bermusik di indutri musik tanah air tercatat sudah 7 karya album dengan puluhan hits yang sudah dirilis ke publik.

“Saya menamainya Konser tujuh belas. Sejak konser Once life A Time, saya berencana selalu merayakannya dalam sebuah konser. Tahun ini sweet seventeen karir saya as singer. Saya ingin bertatap wajah dan bernyanyi bersama penggemar yang begitu berarti dalam perjalanan karir saya. Yang jelas dalam konser nanti saya mau kasih yang terbaik buat penonton, kita happy bareng, nyanyi bateng, sedih bareng, galau bareng, semua kita rasakan jadi satu dalam konser nanti,” ucap lelaki bernama lengkap Marcellius Kirana Hamonangan Siahaan itu.

Untuk merealisasikan konser tersebut, Marcell bersama tim label VMC Music dan Empire Live yang mengurus manajemen off air Marcell bekerja sama dengan BETIGA sebagai promotor yang mumpuni menggelar konser tersebut.

“Kita pertama kali kerja sama untuk Marcell, rekam jejaknya sudah luar biasa. Ada tujuh album dan terakhir bikin ngagetin (nuansa musiknya) jazz. Marcell itu singer yang punya konsep. Begitu ketemu beberapa kali langsung klop,” ucap Seno M Hardjo perwakilan pihak BETIGA.

Menurut Seno, sosok Marcell membuat pihaknya punya pertimbangan sendiri untuk bersedia menjadi konser penting dalam perjalan karier pelantun “Semusim” tersebut.

“Marcell kepribadiannya sangat humble dari situ akhirnya mantapkan bikin konser Marcell buat seseorang pemusik khususnya konser tunggal adalah sebuah pencapaian dari situ ‘oh ternyata sudah belasan singel yang dibuat Marcell,” ucap Seno.

Sementara itu Ganjar Tribowo selaku pihak Empire Live menambahkan, akan ada artis-artis yang turut memeriahkan konser ini. Hanya saja, ia belum dapat membocorkan siapa saja yang akan tampil di Konser Marcell 17 Tahun.

“Insya Allah kita akan menghadirkan artis-artis lintas generasi. Tapi nanti aja, belum bisa dibocorin,” kata Ganjar.

Adapun untuk tiket, Konser ini mematok harga mulai dari Rp 350 ribu hingga Rp 1,5 juta.

Santunnya Tulus yang tak Pandai Merayu

tabloidseleberita.com, Dalam konsernya bertajuk “Intimate Night with Tulus” yang digelar di Kota Casablanka, Jakarta Selatan, Selasa (30/7) malam, Tulus terlihat bersikap demikian santun lewat komunikata dan gerak tubuh yang diperlihatkan pada ribuan penonton yang memadati The Hall, kota Casablanka. Dia juga berusaha membangun kedekatan persuasifnya dengan para penontonnya.

Misalnya saja Tulus beberapa kali coba mengabsen para penontonnya disela-sela dirinya bernyanyi. Mulai dari menanyakan asal mereka, menanyakan penonton yang hari ulang tahunnya sama dengan dirinya, hingga mengajak salah satu penonton untuk naik ke atas panggung.

Dalam kesempatan tersebut Tulus juga mengaku kalau dirinya jarang sekali merayu. “Jujur saya jarang sekali merayu, tapi saya suka sekali merayu lewat lagu,” cerita Tulus yang disambut riuh penonton.

Tak lama setelah itu Tulus kemudian menyanyikan lagu “Labirin”. Sama seperti lagu-lagu lainnya, lagu tersebut disambut antusias para penonton seraya larut bernyanyi bersama Tulus.

Sepanjang konsernya Tulus membawakan sekira belasan lagu seperti Langit abu abu, Ruang Sendiri, Monokrom, Tukar Jiwa, Labirin, Jangan Cintai, Sepatu, Adu rayu, 1000 Tahun, Sewindu, Lagu Untuk Matahari, Manusia Kuat, dan terakhir ditutup dengan lagu Cahaya.

Lewat Lagu “Adu Rayu” Tulus Ungkapkan Kekagumannya Pada Glenn Fredly dan Yovie Widianto

tabloidseleberita.com, Dalam gelaran konser yang bertajuk “Intimate Night with Tulus” yang digelar di Kota Casablanka, Jakarta Selatan, Selasa (30/7) malam, Tulus mengisahkan kekagumannya terhadap dua musikus sekaligus pencipta lagu-lagu bertemakan cinta paling hits ditanah air, yakni Glenn Fredly dan Yovie Widianto.

Menurut pemilik album “Gajah” tersebut, dirinya sudah menyukai dunia tarik suara sejak kecil dan semenjak itu pula Tulus mengaku begitu mengidolakan Glenn Fredly dan Yovie Widianto. Dia mengaku tidak pernah terbayang dalam benaknya bisa nyanyi (duet) bareng Glenn Fredly dan Yovie Widianto.

“Saya dari Bukit Tinggi, dari kecil saya suka menyanyi. Salah satu lagu yang paling sering saya nyanyikan adalah lagu Yovie Widianto dan Glenn Fredly. Jujur saya sendiri nggak pernah kebayang kalau pada akhirnya saya bisa kerja (nyanyi) bareng dengan idola saya. Sayangnya karena kesibukan mereka yang padat jadi malam ini keduanya berhalangan hadir,” kisah Tulus di hadapan ribuan penonton di The Hall, Kota Casablanka, Jakarta Selatan.

Seperti diketahui, Tulus memiliki kesempatan untuk berkolaborasi dengan dua idolanya tersebut lewat lagu “Adu Rayu”

“Di lagu ini secara keseluruhan, terasa seperti mimpi. Bermimpi pun saya tidak berani untuk duet sama idola saya,” katanya.

Lebih lanjut diungkapkan Tulus, lagu “Adu Rayu” seharusnya dinyanyikan Tulus bareng Yovie Widianto dan Glenn Fredly di atas panggung konser “Intimate Night With Tulus”. Namun berhubung keduanya berhalangan hadir, jadilah Tulus meminta penonton untuk menjadi teman duetnya di lagu tersebut.

“Karena malam ini Kak Glenn tidak datang, boleh ya teman-teman duet bareng saya,” ajak Tulus.

Sepanjang konsernya Tulus membawakan sekira belasan lagu seperti Langit abu abu, Ruang Sendiri, Monokrom, Tukar Jiwa, Labirin, Jangan Cintai, Sepatu, Adu rayu, 1000 Tahun, Sewindu, Lagu Untuk Matahari, Manusia Kuat, dan terakhir ditutup dengan lagu Cahaya.

Kendati tak banyak improvisasi dari segi musik, Tulus tetap mampu menguasai panggungnya. Tulus juga sukses menghidupkan suasana dengan melibatkan penonton dalam setiap lagunya.

Misalnya dalam lagu “Jangan Cintai Aku Apa Adanya” dan “Sepatu” Tulus mengajak penonton “berkolaborasi”. menyanyi bersahutan dengannya.

Sementara, di lagu “Sewindu” Tulus meminta penonton menyalakan lampu flash ponsel bersama dengan alunan musik yang sedikit diperlambat.

Tulus juga bisa membuat penonton lebih memahami dirinya sebagai penyanyi dan pencipta lagu selama delapan tahun belakangan ini. Dia juga menceritakan perjalanan kariernya dan proses penciptaan lagu-lagunya.

Di akhir penampilan, penyanyi berusia 31 tahun ini menyampaikan terimakasihnya pada penonton yang setia mendampinginya selama berkarir di industri musik tanah air.

“Dari hati yang paling terdalam saya berterimakasih atas apresiasi dari hari pertama (berkarir) dan mungkin yang baru mendengarkan lagunya malam ini,” tutup Tulus.

Mengulik Wayang Potehi Pada Perayaan She Jit Kongco Di Kwan Tee Bio

Selama tiga hari Vihara Kwan Tee Bio yang terletak di Jalan Baru No.20 Tegal Alur ini mengadakan perayaan She Jit Y.M Kongco Kwan Seng Tee Kun. Acara yang di mulai sejak 26 Juli 2019 lalu ini berlangsung cukup meriah. Berbagai kegiatan dilakukan selama 3 hari tersebut, antara lain Doa bersama She Jit Kongco Kwan Kong, hiburan, makan bersama dan pegelaran wayang Potehi dan juga pelayanan pengobatan secara spiritual.

Pelayanan pengobatan secara spiritual di Kwan Tee Bio

“Kami hanya menjalani pengobatan untuk semua agama.Pelayanan untuk global,” ujar Suhu Vincent di sela – sela acara She Jit Sabtu malam.

Acara pun berlangsung lebih meriah saat puncak acara pada hari Sabtu (27/7) malam. Sejak pukul 5 sore nampak orang mulai berdatangan baik dari umat Kwan Tee Bio, maupun umat Vihara lainnya. Ratusan orang datang silih berganti mulai dari anak kecil hingga orang tua terlebih dihiburan dengan panggung musik dan tari.

Pada kesempatan itu pula diserahkan piagam sebagai bentuk apresiasi dari Kwan Tee Bio kepada Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia yaitu Xs. Budi Santoso Tanuwibowo.

“Plakat tersebut sebagai cinderamata kenang – kenangan sebagai bentuk ucapan terima kasih pihak dari Kwan Tee Bio Tegal Alur karena kita sudah megundang beliau dan beliau berkenan hadir malam ini. Sebagai apresiasi kami karena beliau salah satu pimpinan MATAKIN,” kata Suhu Vincent.

“Untuk acara kali ini kita menyediakan plakat cukup banyak karena ada 6 klenteng yang kita undang. Tentunya kalau beliau – beliau ikut berpartisipasi kita harus beri apresiasi karena sudah mau datang dan memberi respon positif. Tiap tahun jumlahnya tidak sama untuk tahun ini sekitar 7 termasuk penari yang tardi sudah tampil,” tambah Suhu Vincent. 

Selain tarian, musik Pop hingga dangdut, kehadiran wayang Potehi cukup menyemarakkan malam puncak tersebut. Kehadiran wayang Potehi ini bukanlah tanpa kebetulan bahkan cerita yang ditampilkan harus berdasarkan petunjuk sang Kongco.

Pagelaran wayang Potehi

Wayang Potehi diambil dari kata Po yang artinya kantong jadi Potehi itu boneka kantong. Potehi yang kita tampilkan kali ini memiliki judul Shi Jin kui menuju ke barat. Untuk memilih judul ini pun harus melalui proses kita bertanya ke Beliau (Kongco) dengan mengajukan beberapa judul, dan Kongco yang langsung memilih.

Cerita ini berkaitan dengan sejarah negeri Tiongkok dan sampai saat ini pun masih terkenal juga seperti Sam Kok dan lain – lain. Budaya ini kita angkat kembali agar generasi muda mengenal budaya leluhur

“Potehi sendiri memiliki Dewa yakni Dewa Kesenian. Sebelum memulai pertunjukan ini kita melalui proses ritual sembayang dahulu dengan beberapa macam sajian. Segala sesuatu ada aturan spiritual,” tegas Suhu Vincent 

“Kita minta ijin kepada Tuhan Yang Maha ESA setelah itu kita minta ijin kepada Kongco sebagai tuan rumah disini,” tambah Suhu Teddy

Di kesempatan yang sama Suhu Vincent pun menjelaskan beberapa pantangan di wayang Potehi

“Memang ada beberapa pantangan, tidak boleh ada yang berdiri di depan panggung karena menghalangi pantangan Kongco melihat panggung. Boneka ini tidak boleh dipegang selain dalangnya. Dan bonekanya si aktor harus melalui proses ritual sehari sebelumnya,” tegas Suhu Vincent

“Untuk posisi panggung, jam pertunjukkan pun harus seijin Kongco,” pungkas Suhu Teddy.

Nagaswara Luncurkan ‘The NextGen of Dancedhut’


Bertempat di salah satu cafe di kawasan Kemayoran, Selasa (23/07/2019) Nagaswara Music & Publishing meluncurkan generasi – generasi terbarunya di Jalur Dancedhut.

Adapun generasi – generasi DanceDhut tersebut antara lain RPH dan Dilza Featuring Mimi Peri dengan single ‘Lagi Manjah’, Denias dengan single ‘Bicara Cinta’, Dinda Permata ‘Cewek Matic’, dan Mimie Farah dengan single’

Yang cukup menyita perhatian saat launching tersebut adalah RPH dan Dilza feat Mimi Peri dengan single “Lagi Manjah”.

RPH adalah group duo yang mencuat lewat sejumlah kolaborasi musik mereka dengan bintang – bintang dangdut seperti Siti Badriah, Zaskia Gotik, dan Fitri Carlina. 

Dilza adalah juara berbagai ajang festival menyanyi dan pernah menelurkan beberapa single. Sedangkan Mimi Peri adalah selebgram yang cukup populer di sosial media.

Kehadiran Mimi Peri sebagai Featuring karena Mimi Peri menginspirasi para musisi termasuk Yogi RPH. Selain menginspirasi kehadiran Mimi Peri diharapkan lagu ini diterima dan booming di semua lapisan masyarakat pecinta musik Indonesia dan dunia pada umumnya.

Single “Lagi Manjah” ini bercerita tentang seseorang yang kelakuannya berubah drastis menjadi lebay, rada – rada gila selalu mencari perhatian dan menuntut kasih sayang yang berlebihan dari pasangannya sehingga lama – lama pasangannya menjadi keki.

Gegara Mantan Erin Saqeenarava

Tabloidseleberita, – Meniti karir didunia musik dangdut sejak tahun 2011 ERIN SAQEENARAVA gadis yang berstatus single keturunan Belanda chinnese menjelang usia yang ke 26 merilis single pertama dibawah naungan label musik Seven Stars Record , Single yang berjudul ” Gegara Mantan ” di ciptakan Diantoine bersama Pradea ,

single Gegara Mantan liriknya menceritakan tentang sang mantan yang selalu mengikuti , membahayangi dan menghantui pikiran ,menurut Erin bukan kisah yang dialami dirinya lirik lagu ini hanya ide penulisnya saja, awalnya Erin sangat kesulitan mendalami situasi yang ada dalam lirik lagu tersebut dikarenakan dirinya tidak pernah merasakan atau mengalami kejadian tersebut saat putus dengan sang pacar

” awal tidak mudah menjiwai lagu ini karena aku belum mengalami seperti kejadian dilagu ini tapi lama kelamaan aku mendapatkan chemistry dengan lagu ini jadi aku bisa mendalami isi liriknya ” jelas Erin saat ditemui dikantor Seven stars Record beberapa hari yang lalu

Single Gegara Mantan yang akan dirilis serentak diradio – radio seluruh indonesia mulai 22 Juli 2019 proses produksinya memakan waktu kurang lebih satu bulan single ini diluncurkan bersama video clipnya yang sudah bisa dinikmati di channel youtube Seven stars record.

Selama menjalani kegiataan off air ke berbagai daerah banyak pengalaman Lucu serta tidak enak yang didapat Erin salah satu yang diingat Erin ketika dirinya manggung di kota kediri bersama penyanyi dangdut senior di acara Turnamen Sepak Bola ketika itu dirinya terjebak dikerumunan para pemain sepak bola yang sudah buka baju karena kegerahan saat menyaksikan dirinya tampil nah saat itulah Erin mencium bau – bau keringat tidak enak yang membuat dirinya risih dan tidak bisa bergerak dalam kerumunan apalagi kondisi pakaian yang digunakan saat perform berupa gaun untung saat kejadian itu managernya langsung menariknya keluar dari kerumunan dan Erin tidak bisa melanjutkan aksi panggungnya kembali

selain kejadian saat manggung Erin juga tak luput dari godaan laki – laki hidung belang yang coba mendekatinya tapi wanita asal padang ini tetap tidak merasa terganggu selama masih dalam batas – batas wajar Erin tetap melayaninya

” pernah saat casting produsernya minta nomor telpon trus ngajak makan malam tapi karena konteksnya masih dalam tahap yang wajar aku sih tetap jalani aja ” jelasnya

Penampilan Erin sebagai artis dangdut terbilang sempurna karena memiliki tubuh yang seksi serta wajah yang putih bersih namun dirinya kurang merasa pede saat berada dikamera hingga beberapa tawaran untuk menjadi Host sering kali ditolaknya

” kadang aku sering kesel saat beberapa orang yang ketemu aku sering bilang Erin lu tuh ga cocok banget di depan kamera kan bikin emut aku langsung hilang dan semakin ga pede , makanya beberapa tawaran menjadi Host aplikasi streaming sering aku ga ambil karena aku ga Pede khususnya didepan kamera tapi kalau saat manggung trus di shoot dan aku ga tahu ya aku sih slow aja ” jelas Erin

Di single terbaru ini Erin berharap singlenya dapat diterima dengan baik masyarakat pencinta dangdut tanah air , lagunya bisa Booming dikenal dan diingat masyarakat indonesia serta pesannya buat para teman – teman penyanyi dangdut untuk trus berkarya dan memproduksi lagu – lagu dangdut indonesia karena lagu dangdut asli dari indonesia

Disebut Pelakor, Clara Gopa Duo Semangka Malah Berseteru Dengan Iis Dahlia ?

Salah satu personil dari Duo Semangka yakni Clara Gopa terlibat perseteruan dengan pedangdut Iis Dahlia. Perseteruan sengit ini terjadi akibat tuduhan pelakor kepada Clara Gopa oleh salah seorang Dj.

“Memang aku yang DM duluan, nge-DM cowok sebenarnya aku sudah kenal sih sama si Koko itu. Pernah kenal waktu kerja di luar kota,” ujar Clara usai mengisi acara di stasiun televisi kawasan tendean.

Clara Gopa Duo Semangka

“Aku nggak tahu kalau itu pacarnya DJ Ririn. Aku bilang Koko boleh kenal, kali saja masih kenal. Siapa tahu ada kerja sama offair,” tambah Clara

Clara pun mengatakan hasil chatnya dengan sang Dj di posting ke instagram story milik sang DJ dan dirinya pun ditandai (tag). Akibat postingan tersebut Clara pun dibully oleh beberapa warganet (netizen) namun hal tersebut ditanggapi dengan santai oleh Clara.

“Aku nggak merasa salah. Lah aku kan bilang apa salah (nge-DM pacarnya). Kalau salah, aku ngomong, nggak usah stories-stories semua tahu aku dibilang pelakor,” pungkas Clara.

Namun selang beberapa saat usai klarifikasi Clara Gopa di televisi, Clara malah terlibat perseteruan dengan para host di televisi tersebut salah satunya Iis Dahlia karena sebuah video yang diduga menyudutkan dirinya.

Clara pun sempat memposting di Instagram pribadi miliknya ketidaksukaannya tersebut. Namun beberapa postingan tersebut kembali dihapus oleh Clara Gopa Duo Semangka. 

“Pihak Trans TV dan pihak Iis Dahlia serta Danang sudah minta maaf ke pada Clara Gopa,” pungkas Sonny Bule sang Manager.

Single Glenn Friedly ‘Kembali Ke Awal’ Hadir Di Film Twivortiare

Guna memenuhi kerinduan para penggemarnya Glenn bikin gebrakan baru dengan merilis single ‘Kembali Ke Awal’. Berbeda dengan yang sebelumnya single Glenn ini langsung dipinang oleh MD Musik Indonesia untuk dijadikan Ost film Twivortiare produksi MD Pictures Tbk yang dibintangi oleh Reza Rahardian Dan Raihaanun.

Single ini pun dipinang secara tak sengaja karena memang bukan diciptakan untuk soundtrack film.

“Sejak awal lagu ini tidak saya rencanakan untuk menjadi soundtrack film ini, luar biasanya menurut teman teman katanya lagu ini sangat pas dan tak bisa dipisahkan dari film ini,” ujar Glenn Fredly di sela – sela peluncuran single ‘Kembali Ke Awal’ Kamis (19/07/2019) di Vertical Garden Jakarta.

Hal ini pun dibenarkan oleh Director MD Music, Iman Sastrosatomo dikesempatan yang sama. Iman mengatakan bahwa dirinya sedang diambang keputusasaan dalam mencari lagu guna mangisi Soundtrack film Twivortiare.

“Kebetulan saya bertemu Ifa Fahrir yang sedang mengerjakan lagu Glenn, Tampa pikir panjang saya minta ketemu dengan Glenn tanpa mendengar lagunya terlebih dahulu karena saya yakin pasti bagus. Glenn pun mengatakan bahwa cerita film ini cocok dengan lagu ciptaannya,” ujar Iwan.

Lagu “Kembali ke Awal” sendiri menceritakan tentang retrospektif sebuah hubungan, di mana memandang hubungan menjadi dua sisi. Introspeksi akan ego pribadi masing-masing menjadi titik fokus yang penting untuk keluar dari sebuah permasalahan.

“Luar biasanya menurut teman teman katanya lagu ini sangat pas dan tak bisa dipisahkan dari film ini,” pungkas Glenn Fredly.

Lagu ini diproduseri oleh Rif’at Syauqi Rahman Fachir atau lebih populer dengan panggilan Ifa Fachir. Ifan merupakan seorang musisi asal Indonesia yang menjadi salah satu pendiri sekaligus pianis di Maliq & D’Essential.