Triv, Bagi-bagi Tiket Gratis Nonton Avengers End Game

tabloidseleberita, Jakarta – Demam film box office garapan produksi Marvel Studio, Avengers : End Game tengah ramai di perbincangkan seantero jagad raya.

Euphoria tersebut sepertinya dimanfaatkan oleh Triv.co.id yang merupakan broker bitcoin terbesar dengan jutaan nasabah di Indonesia sejak 2015 bersama Tpro.co.id membagikan tiket nonton gratis dalam rangka memberikan apresiasi Triv kepada seluruh penggunanya.

Bertajuk “#ditraktirTriv merupakan salah satu bentuk terima kasih kami kepada nasabah yang telah setia menggunakan Triv sejak 2015.

“saat ini kami telah membagikan lebih dari 1500 tiket di beberapa kota besar di Indonesia,” dalam keterangan pers nya, yang diterima JournalReportase, di Jakarta, pada Kamis (2/5/2019).

Gabriel juga menambahkan kalau #ditarktirTriv ini akan berlangsung selama 2 minggu kedepan dari tanggal 29 April 2019 hingga 13 Mei 2019.

“Pengguna cukup melakukan transaksi beli atau jual apapun di Triv atau Triv | Pro dan akan langsung mendapatkan tiket nonton avenger dari Triv tanpa diundi dan gratis,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mengatakan hal ini dilakukan Triv mengingat pertumbuhan bisnis e-commerce ini yang terus diminati oleh banyak masyarakat.

“Sejak awal tahun ini bitcoin telah memberikan return lebih dari 8% dan memberikan performa yang lebih tinggi dari aset tradisional,” pungkas Gabriel.

Valentine: The Dark Avenger, Superhero Lokal Akan Berlaga Di Bioskop Amerika.

Valentine salah satu film Superhero wanita produksi anak negeri akan berlaga di Amerika. Valentine: The Dark Avenger ini merupakan produksi Skylar Comics dan Skylar Pictures yang diangkat dari komik fiksi dengan judul yang sama. Sebelum tayang di Amerika diadakan special show film ini Rabu (10/04/2019) di XXI Kemang Village, Jakarta.

Estelle Linden sebagai Valentine

Seperti yang diketahui film ini bukanlah film baru karena sempat ditarik dari peredaran diakibatkan masalah teknis.

“Film ini terpaksa ditarik dari peredarannya 2017 lalu karena Harddrive Tim CGI crash, karena sudah masuk jadwal penanyangan maka kami memaksa diri untuk tayang, namun karena hasilnya tidak maksimal terpaksa ditarik kembali”, ujar Marcelino Leftrand perwakilan Skylar Pictures sebelum pemutaran film.

Setelah pengerjaan kembali akhirnya film ini akan segera berlaga dibioskop Amerika. Film ini dibintangi oleh artis muda Estelle Linden sebagai Valentine. Sebagai peran utama Estelle mengatakan dirinya senang karena filmmya kembali diputar bahkan akan ditayangkan di Amerika.

Estelle Linden

Meskipun masih muda penampilan Estelle di film ini cukup menarik selain wajahnya yang memang cantik. Guna mendalami karakter Superhero Estelle mengungkapkan dirinya harus belajar bela diri.

“Ini bukan fighting choreography karena aku selama 6 bulan belajar pencak silat, Taekwondo dan lain – lain. Untungnya mentor-mentor aku sangat sabar melatih”, papar Estelle di kesempatan yang sama.

Dikarenakan mengikuti latihan silat untuk adegan fighting Estelle terlihat cukup natural di film ini lebih luwes. Estelle pun menjelaskan dirinya tidak memakai peran pengganti untuk adegan fighting.

“Untuk fighting jarak dekat aku tidak memakai peran pengganti (stunt girl)”, jelas Estelle lagi.

Setiap film laga biasanya peran utama selalu mengalami cidera hal ini pun dialami oleh Estelle. “Tidak ada cidera yang serius, hanya jempol tangan aku sempat terkilir sih”, pungkas Estelle.

Walaupun ini film Superhero lokal asli Indonesia namun penggarapannya layaknya film Superhero Hollywood. Film Valentine: The Dark Avenger direncanakan akan mulai tayang musim panas mendatang di bioskop Amerika dalam versi bahasa Inggris.

Kapan Film Indonesia Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri?

tabloidseleberita.com, Kendati junlah penonton film di tanah air mengalami tren yang meningkat demikian juga dengan produksi Film mengalami hal yang sama. Tetapi nyatanya film Indonesia tak juga bisa menjadi tuan rumah di Negeri sendiri. Fakta tersebut terungkap ketika Pusat Pengembangan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengandeng Forum Wartawan Hiburan (Forwan) menggelar Seminar Film bertajuk Film Indonesia Menjadi Tuan Rumah Di Negeri Sendiri dan Tamu Mulia di Negeri Lain, dalam rangka peringatan hari film Indonesia yang jatuh tanggal 30 Maret.

Hadir sebagai Narasumber yang kompeten Djohny Syafruddin selaku ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI), Dian Srinursih Kepala Perijinan dan Pengendalian Pusat Pengembangan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ahmad Yani Ketua Lembaga Sensor Film, Ody Mulya Hidayat (Produser Max Picture), Yan Wijaya Pengamat Film, Dimas Supriyanto (Wartawan senior), Nini Suny, dan Didang Prajasasmita (Wartawan senior/Forwan).

Menurut pengamat Film Yan Wijaya, Film Indonesia belum menjadi tuan rumah di negeri sendiri, semua itu karena dominasi film asing masih kuat.

“Pada periode tahun 2018 saja, film asing khususnya dari Hollywood, India masih menguasai pasar film Indonesia,” sebut Yan.

Mantan wartawan Majalah Film ini, menambahkan secara bisnis film asing masih jauh lebih menguntungkan.

“Dengan Raihan penonton film Dilan yang mencapai angka 5 juta kita sudah bangga, padahal secara penghasilan dengan jumlah penonton yang sama film Marvel penghasilanya lebih besar ketimbang dengan Dilan,” jelas Yan.

Sementara Djonny Syafruddin selaku pengusaha Bioskop,  berharap pemerintah segera menurunkan dan menyeragamkan nilai pajak tontonan hingga sepuluh persen.

“Kalau bioskop bisa tumbuh di daerah-daerah sebagai basis penonton film Indonesia, pemerintah harus menurunkan pajak tontonan hingga sepuluh persen dan harus berlaku di seluruh Indonesia,” tegas DJohny.

Selain pajak tontonan yang masih tinggi Djohny juga menyoroti tingginya tarif dasar listrik untuk film.

“Mestinya pemerintah juga memberlakukan tarif khusus untuk bioskop, karena tarif yang ada sekarang masih terlalu tinggi,” sambungnya.

Dalam seminar juga diungkapkan bahwa tema cerita film saat ini semakin berkembang yang membuat penonton memiliki pilihan yang cocok untuk dirinya.

“Film Dilan baik 1990 dan 1991 adalah bukti bahwa film yang memiliki latar belakang cerita yang baik akan mendapat penonton yang banyak. Saya akan terus buat film dengan cerita yang baik dari penulis yang baik pula. Karena itu syarat utama film,” kata Ody Mulya produser Maxi Pictures.

Jose Purnomo Hadirkan Hantu Zaman Majapahit di Film Reva Guna Guna.

Akhirnya Reva Guna Guna film horor garapan Jose Purnomo ini akan Tayang di bioskop mulai 7 Maret 2019 mendatang. Film ini dibintangi artis papan atas seperti Angel Karamoy sebagai Reva, Pamela Bowie sebagai Devi, Wulan Guritno sebagai Dr. Karina, Dewi Rezer sebagai Ibu Reva, Ferry Salim sebagai ayah Reva dan Marcellino Lefrandt sebagai Dokter Nixon.

Film ini bercerita tentang Reva (Angela Karamoy), mahasiswi ceria, tiba tiba berubah setelah ulang tahunnya yang ke 21. Reva menjadi pemurung dan tidak mau bergaul. Kemudian di rumahnya ditemukan ibu dan kedua adiknya terbunuh secara sadis. Reva dinyatakan sebagai pembunuh dan di rehabilitasi di rumah sakit jiwa. Devi sahabat Reva tidak mempercayai ini dan meyakini ada sesuatu pada Reva. Di rumah sakit jiwa Reva diteror oleh mahluk mahluk gaib mengerikan. Dokter Karina (Wulan Guritno), tante Reva, selalu meyakinkan bahwa itu hanya halusinasi Reva. Tapi, mahluk gaib itu terus muncul dan berusaha membunuh Reva. Dari paranormal yang diselundupkan Devi ke rumah sakit jiwa, diketahui bahwa mahluk mahluk gaib itu kiriman dari seseorang untuk membunuh Reva. Reva dan Devi mencari tahu siapa dan untuk apa mahluk gaib itu dikirimkan untuk Reva. Dari mahluk mahluk gaib ini terungkap siapa yang membunuh ibu dan kedua adik Reva.

Film ini menggandeng tiga rumah produksi sekaligus untuk memproduksi filmnya yakni Spectrum Film, Unlimited Production, dan Maxima Pictures. Di film ini Jose menggambarkan pandangan seseorang yang di guna – guna yakni Reva (Angela Karamoy) yang dihantui tidal hanya satu tapi 3 hantu sekaligus.

“Jika biasanya horor bertema tentang rumah yang kosong di Reva ini Kota tampilkan sesuatu yang berbeda”, ujar Jose sang sutradara Jum’at (01/03/2019) di CGV Jakarta.

“Hantunya pun berbeda bahkan ada hantu yang dikenal saat zaman Majapahit yang dapat mencelakan orang yang dikirimi guna – guna”, pungkas Jose.

Jika Anda penasaran dengan hantu yang dikatakan oleh Jose anda harus menonton film Reva Guna Guna ini.

Pohon Terkenal Kisah Nostalgia Akademi Kepolisian

Pohon Terkenal adalah istilah populer di dunia Kepolisian. Lewat Divisi Humas Polri lah masyarakat dapat mengenal Pohon Terkenal yang dituangkan dalam film layar lebar. Film Pohon Terkenal ini disutradarai oleh Monty Tiwa dan dibintangi oleh Umay Shahab, Laura Theux, Raim Laode, Adjis Doa Ibu dan Cok Simbara.

Film ini menggambarkan kehidupan remaja milenial yang terpilih menjadi Taruna Taruni Akademi Kepolisian setelah melalui proses seleksi ketat. Meskipun film ini berkutat di Akpol namun dikemas secara ringan seperti yang terlihat dalam trailernya yang launching pada hari Kamis (21/02/2019) di XXI Epicentrum Jakarta.

Selain dihadiri para pemain hadir pula Kadiv Humas Polri Irjen. Pol Mohammad Iqbal, S.I.K., M.H.

“Kami ingin mempertontonkan sisi lain dari polisi. Polisi dan masyarakat, kan bagai ikan dan air. Senjata polisi ada pada masyarakat. Kekuatan polisi ada pada masyarakat untuk melakukan tugas-tugasnya, yakni memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Iqbal saat peluncuran Poster dan Trailer Pohon Terkenal.

“Film ini sangat layak ditonton. Oleh sebab itu, enggak mulu-muluk kalau kami ingin agar film ini mencapai box office,” tambah Iqbal.

Dikesempatan yang sama Kadiv Humas Polri ini menceritakan bahwa dirinya juga Pohon Terkenal bahkan sempat kehilangan senjata saat pendidikan.

“Saat latihan senjata saya sempat lepas disungai kita cari tidak ketemu. Namun akhirnya setelah sekian lama senjata itu ketemu juga. Langsung saya peluk senjata itu saya ngomong ke pelatih, pelatih saya dapat”, cerita Iqbal.

“Pelatih itu langsung nangis dan pelatih itu ngomong bal suatu saat kau jadi seseorang. Dan Alhamdulillah bukannya saya bangga tapi saya jadi Pati tingkat 2 berkat doa orang tua dan itu kenangan yang tidak akan saya lupakan”, sambungnya

“Untuk seluruh masyarakat khususnya teman – teman saya satu profesi nonton film ini, wajib. Kita mengenang bernostalgia Akpol yang telah menjadikan kita seseorang pada tanggal 21 Maret 2019”, pungkas Iqbal.


















Inilah Syarat Khusus Riana Saat Syuting The Sacred Riana: Beginning

The Sacred Riana

Setelah menunggu cukup lama akhirnya NANT Entertainment resmi mengumumkan bahwa film The Sacred Riana: Beginning akan tayang pada 14 Maret 2019. Hal itu terungkap saat peluncuran Poster, Trailer dan Ost dari film tersebut yang dinyanyikan oleh Astrid Rabu (20/2/2019) di Jakarta.

Film ini disutradarai oleh Billy Christian dan dibintangi oleh Aura Kasih, Agatha Chelsea, Prabu Revolusi, Citra Prima, dan tentunya Riana Graharani alias Sacred Riana.

“Minggu lalu kita sudah dapat tanggal dari XXI tayang tanggal 14 Maret 2019. Awalnya mas Nanto (sang produser) hubungi saya gimana kalau The Sacred Riana ini di filmkan, lalu siapa sutradaranya saya tidak punya pilihan lain saa itu ya Billy Christian. Tapi kita tanya dahulu pihak Trilogy mau nggak dibikinin film ternyata Trilogy menyambut baik”, ujar Ninin selaku Co Produser disela – sela peluncuran poster, trailer dan ost The Sacred Riana: Begining

“Fans – fans nya Riana, Aura sudah banyak yang menanyakan kapan film ini akan ditayangkan”, tambah Ninin lagi.

Seperti diketahui nama The Sacred Riana mulai mendunia saat mengikuti ajang America’s Got Talent. Sosoknya yang misterius ini memang cocok untuk genre film horor.

Billy Christian selaku sutradara mengungkapkan proses pembuatannya cukup singkat yaitu membutuhkan waktu 2 minggu.

“Kesulitannya hanya di komunikasi saja. seperti yang diketahui Riana itu sedikit bicara. Kalau ada yang tidak dia ngerti dia menunjuk ke skenario. Tapi lama – lama jadi terbiasa”, ungkap Billy Christian sang sutradara dikesempatan yang sama.

Karakter Riana yang sedikit bicara ini pun dibenarkan oleh Aura Kasih lawan main Riana.

“Pernah satu mobil dengan Riana, Riananya diam saja kita tidak ngobrol. Bahkan ada adegan lucu Riana diam saja”, ujar Aura Kasih.

Film ini akan berpusat pada latar belakang karakter Sacred Riana dan bagaimana dia bisa memiliki boneka bernama Riani.

Sementara itu Bo dari manajemen Trilogy Magic Factory yang menaungi Riana sebagai ilusionis panggung mengajukan syarat khusus kepada pihak Produser dalam proses syuting.

“Syarat khususnya dimana pun lokasi syuting harus menyiapkan kamar khusus buat Riana atau pun tenda. Selain itu saat reading kita minta Riana berdua saja baik itu dengan sutradara maupun lawan mainnya”, tegas Bo

Dan saat reading pun Riana menggunakan baju yang memang sudah menjadi tradmarknya yakni seragam sekolah Jepang.

“Hanya di film ini kalian bisa melihat Riana memakai baju yang lain dari yang biasanya”, pungkas Bo.

Film 11:11 Tontonan Alternatif Bagi Pecinta Horor.

Kembali film – film horor Indonesia bermunculan di bioskop – bioskop. Salah satunya adalah film 11:11 yang diproduksi Cinema Delapan. Film yang disutradarai Andi Manoppo memunculkan tokoh hantu baru dari yang pernah ada sebelumnya. Mahluk halus itu berbentuk siluman, Siluman Laut.

“Kita menghadirkan hantu yang tidak kalah seremnya, yaitu Siluman Laut”, Ujar Alfani Wiryawan selaku Produser Cinema Delapan, disela acara premier, Senin (11/2/2019), di XXI Senayan City, Jakarta.

Film yang dibintangi Rendy Kejaenet, Twindy Rarasati, Bayu Anggara, Fauzan Smith, Lady Nayoan, Iin Hermayani, Toriq ini mengisahkan suatu malam, tepat pukul 11:11, Galih, seorang mahasiswa arkeologi yang suka diving dan fotografi, menemukan fakta mengenai keberadaan Dewi, ibunya.

Dewi hilang saat Galih masih kecil, di sebuah pulau terpencil bernama Tanjung Biru. Galih melakukan perjalanan menuju tempat tersebut bersama ketiga temannya, yaitu Ozan, Vania, dan Martin.

Setelah melalui perjalanan panjang mereka sampai di sebuah Villa di pulau Tanjung Biru. Saat menyelam itulah, mereka menemukan sebuah kapal yang karam di dasar laut.

Dalam kapal, mereka menemukan sebuah artifak kuno yang menjadi petunjuk untuk mencari ibu Galih, namun artifak tersebut juga membawa bencana kepada mereka. Karena tanpa disadari Siluman Laut penghuni kapal karam itu terusik oleh kehadiran manusia licik, yang mengakibatkan jadi bencana bagi mereka dan penduduk sekitarnya.

Pada akhirnya, gangguan demi gangguan siluman penjaga Tanjung Biru terus terjadi pada kelompok tersebut. Mereka berempat harus berjuang untuk bertahan hidup dan keluar dari Tanjung Biru itu.

Meskipun banyak adegan di dalam laut sang sutradara selalu mengutamakan safety.

“Untuk adegan di bawah laut kami dibantu oleh professional diver selain memberikan latihan kepada para pemain. Safety first”, pungkas Andi Manopo sang sutradara.

Meskipun cerita nya sederhana film ini didukung dengan keindahan panorama alam daerah Lampung dan Bali dan tentunya bukan hantu biasa yakni Siluman Laut yang bisa membuat bulu kuduk merinding. Bosan dengan hantu yang Itu – itu saja, film 11:11 bisa jadi tontonan alternatif pecinta horor

Berawal Dari Mimpi, Chiara Aurelia Bintangi Film Kunarpa.

Jelang produksi film terbarunya yang berjudul Kunarpa, Tu7uh Rumah Produksi perkenalkan salah satu bintangnya yakni Chiara Aurelia Selasa (12/02/2019) di Eiko Resto Ciracas.

“Chiara salah satu bintang yang akan membintangi film Kunarpa. Kunarpa berasal dari bahasa Jepang yang artinya Mayat. Film bergenre horor ini akan disutradarai oleh Marky Jahjali”, ujar Andre Murtono Produser dari Tu7uh Rumah Produksi di Eiko Resto.

“Marky Jahjali adalah seorang sutradara yang punya lisence untuk menggarap hasil karya Stephen King (Novelis horor). Ini akan menjadi film horor yang berbeda)”, tambah Andre demikian panggilan akrabnya.

Andre juga menambahkan film Kunarpa inj merupakan film keempatnya.

“Ini film kami yang keempat. Syuting Insha Allah bulan Mei, kita sudah mengajukan tayangnya di bulan Oktober”, tambah Andre.

Andre juga memaparkan alasannya dalam memilih Chiara untuk film Kunarpa ini

“Semua melalui proses casting dan recast kebetulan Chiara ini mempunyai kualitas akting yang bagus. Dan mukanya Chiara cocok dengan karakter di film ini. Semoga Chiara bisa sukses dan diterima di masyarakat”, papar Andre.

Dikesempatan yang sama Donny dari Eighteen Management menceritakan ihwal pertemuannya dengan Chiara

“Awal kita casting – casting pada umumnya namun pada suatu saat kita sedang diluar tiba – tiba kita lihat Chiara. Aku dan mas Andre melihat ada potensi. Awalnya Chiara malu – malu dan nggak mau sih. Akhirnya kita jelaskan dari PHnya sendiri, kita punya management dan PH. Akhirnya 2 atau 3 hari setelah pertemuan dia datang ke kantor dan kita duduk bareng akhirnya terjadilah sekarang ini”, cerita Doni dari Eighteen Management.

Perjalanan Chiara dalam mendapatkan peran ini tidaklah mudah karena Chiara pun pernah ditipu oleh talent agency. Namun hal itu tidak menyurutkan mimpinya menjadi bintang.

“Aku bersyukur, sabar dan ikhlas. Melalui trial dan error yang cukup panjang, aku mulai memantapkan diri untuk terjun kembali ke dunia yang kuimpikan yaitu akting”, tegas Chiara yang masih belia ini.

“Terima kasih aku telah dipercayakan oleh mas Andre untuk mendukung filmnya”, pungkas Chiara singkat.

Film “Orang Kaya Baru“ Ditonton 200 Ribu Orang Dalam 3 hari

Sejak diputar pertama kali, film terbaru dari Screenplay Films dan Legacy Pictures ” Orang Kaya baru ” berhasil menarik minat banyak orang, Dalam tiga hari, total 194.533 penonton sudah terhibur dengan keluarga kocak di film tersebut .

Film yang dibintangi oleh Raline Shah, Refal Hady, Derby Romero, Cut Mini, Fatih Unru dan Lukman Sardi dan ditulis oleh Jojo Anwar disutradari Ody C. Harahap pertama kali diputar pada 24 Januari 2019 ternyata mendapat respon positif pecinta film indonesia.

Joko Anwar setelah sukses dengan Film Pengabdi Setan kembali akan menuai sukses berikutnya di film ini , dengan tema cerita keluarga tentang Kehidupan kakak beradik Tika (Raline Shah), Duta (Derby Romero), serta Dodi (Fatih Unru) dan sang ibu (Cut Mini) yang sudah terbiasa hidup di keluarga pas-pasan dan kemudian berubah besar-besaran ketika sang bapak (Lukman Sardi) mengumumkan bahwa ia punya tabungan banyak ternyata disukai oleh penonton Indonesia. Banyak yang merasa tersentuh dengan pesannya dan terpingkal melihat tingkah laku para aktor drama yang mengeksplor komedi.

Sabtu 26 Januari diselenggarakan Meet and Greet dan nobar di Transmart Rungkut Surabaya dan Royal Plaza Surabaya. Selain itu, nobar diadakan di dua bioskop lainnya yaitu XXI Tunjungan Plaza 3 dan Delta 21.
Refal Hady, Derby Romero, dan Fatih Unru menyambangi penonton Surabaya dan berbagi kesenangan dengan program #HujanDuitOKB. Selanjutnya para pemeran ‘Orang kaya Baru’ juga dijadwalkan gabung pada 27 Januari 2019 di siaran langsung Top 80 grup 12 LIDA 2019 Indosiar mulai jam 19.00.

“Kalau mau melihat gimana sih orang kayak baru ya di film ini keliatan. Aku salut, ini komedi dan pemainnya semuanya asik banget dan kompak banget mainnya. I love you all, keren dan lucu. Kocak, entertaining, dan menghibur sekeluarga.” ungkap Karina Suwandi.
Tak hanya Karina, Wulan Guritno juga merasa terhibur sekaligus terharu saat menonton filmnya. “Seneng banget, filmnya bagus banget, ringan. filmnya penuh makna dan sangat menghibur.” ungkap Wulan

Adlu Fahrezy Kembali Bintangi Film Kuntilanak 2.

Foto istimewa

Kesuksesan Film Kuntilanak garapan Rizal Mantovani produksi MVP yang mencapai satu juta lebih penonton ini membawa keberkahan bagi para pemainnya salah satunya Adlu Fahrezy. Adlu demikian panggilan akrabnya kembali membintangi film Kuntilanak 2 yang merupakan sekuel dari Kuntilanak.

“Film Kuntilanak 2 sudah syuting filmnya bulan November 2018 lalu, syutingnya nggak sampai sebulan, 20 atau 25 hari”, ujar Adlu saat ditemui di Sency beberapa waktu lalu.

Dikesempatan yang sama Adlu juga menceritakan pengalaman “mistis” yang dialaminya.

“Cuma ada satu pengalaman, waktu itu ada driver yang anterin ke lokasi syuting untuk ke bawah dan keatas. Supirnya nemuin batu bagus di basecamp gedung putih. Kemudian batu itu dibawa dan ditaruh di mobil, kemudian dia itu mau anterin aku ke bawah untuk Take ternyata mobilnya tidak bisa dinyalain”, papar Adlu.

“Dia manggil ayah aku, kok nggak bisa nyala mobilnya ?. Tadi ada yang ngambil atau apa ?. Ada sih ini batunya kata supirnya. Coba batunya taruh lagi ditempat semula. Akhirnya mobilnya bisa nyala lagi berarti karena batu itu”, tambah Adlu lagi.

Selain kejadian “Mistis” yang dialami sang supir, Adlu juga menceritakan pengalaman yang cukup menakutkan lagi.

“Aku waktu itu kena lintah di kaki, waktu aku lagi di toilet kok kakiku gatel pas aku lihat kok itam – itam begitu. Pas aku pake sapu tiba – tiba kok bergerak – gerak nggak tahunya lintah akhirnya kaki aku berdarah. Lalu kaki diperban pake tissu dan lanjut syuting”, tegas Adlu.

Terkait dengan film Kuntilanak 2 Adlu juga mengatakan bahwa filmnya nanti lebih seram.

“Kayaknya yang kedua lebih seram dan hantu barunya liat aja nanti. Rencana tayang lebaran haji kemungkinan. Di film ini om Rizal lebih serius karena harus fokus”, cetus Adlu.

Apakah film ini mampu mengulangi kesuksesan film Kuntilanak meraih satu juta lebih penonton ?. Adlu pun punya mengungkapkan janji apabila film Kuntilanak 2 akan mengulang kesuksesan film sebelumnya.

“Kalau film ini bisa lebih sukses aku akan ngerayain dengan selamatan”, pungkas Adlu.

Memasuki tahun 2019 Adlu juga mempunyai resolusi yakni 4 film dan 1 striping, seperti Budak Jurig yang menunggu tayang serta Koki – Koki Cilik 2 yang masih syuting.