Garap Film ‘Terima Kasih Emak’, Dedi Setiadi Ajak Para Pemain Asli Kaluarga Cemara

Keluarga Cemara salah satu sinetron yang empat jadi ungulan tahun 1996 – 2004 ini akan kembali di buat versi layar lebarnya based on story Hotnida Harahap : Terima Kasih Emak. Film yang diproduksi Alimi Pictures ini akan disutradari oleh Dedi Setiadi.

Film ini pun akan dibintangi oleh para pemain aslinya seperti Novia Kolopaking (Emak), Adi Kurdi (Abah), Ceria Hade (Eui), Anisa Fujianti (Cemara), dan Puji Lestari (Agil). Namun karena hak namanya sudah dibeli pihak lain maka judulnya pun ‘Terima Kasih Emak…Terima Kasih Abah…’ sesuai bunyi lirik lagu dalam soundtrack sinetron Keluarga Cemara seperti yang diakui Dedi Setiadi kepada awak media saat buka bersama.

“Sebetulnya sudah lama saya ingin membuat film Keluarga Cemara. Saya sudah bertemu Mas Arswendo Atmowiloto, dia meminta sebuah angka, kemudian saya carikan produser yang bersedia. Ternyata banyak produser yang merasa terlalu berat, sampai akhirnya cerita Keluarga Cemara sudah dibeli oleh sebuah perusahaan dan dibuat film,” tutur sutradara Dedi Setiadi kepada wartawan di rumah makan Cikini Lima Jakarta, Sabtu (1/6/2019).

Meskipun Keluarga Cemara pernah dirilis beberapa waktu lalu, Adi Kurdi selaku peran asli abah merasa kurang sreg terhadap tokoh karakter abahnya di film tersebut.

“Terus terang cerita film Keluarga Cemara yang sudah dibuat kok saya kurang sreg. Bagaimana tokoh Abah di film itu kok jadi pemarah. Ketika melihat rumahnya rusak bukan dibetulin, malah ingin kembali ke kota dan jadi pengojek. Makanya ketika Dedi Setiadi datang mengajak kita bikin film lagi bersama seluruh pemain Keluarga Cemara, saya antusias. Apalagi yang jadi ibunya Novia Kolopaking! Dia kan isteri yang paling klop bagi saya di sinetron itu,” tegas Adi Kurdi di kesempatan yang sama.

Film ‘Terima Kasih Emak…’ bercerita tentang Abah yang sudah tidak bisa melihat karena glukoma sesuai kondisi kesehatan Adi Kurdi saat ini, Emak yang berjualan gorengan dan opak, kadang menjadi pembantu di rumah orang kaya.

Euis yang sudah menjanda dengan dua anak, bekerja sebagai buruh pabrik. Cemara hidup berkecukupan dengan suaminya, tapi sudah 7 tahun tak memiliki anak, dan Agil yang masih belum menikah dan beberapa kali gonta-ganti pacar.

Setting utama dalam film ini suasana pedesaan dengan alam pegunungan dan sawah-sawah guna menjaga keoringinalitasan di daerah Sukabumi, Jawa Barat.

“Kalau Om Dedi yang ngajak, saya tidak bisa menolak. Saya juga ingin berkumpul dengan Abah dan anak-anak saya, Euis, Ara dan Agil, ” pungkas Novia Kolopaking yang kembali didaulat memerankan tokoh Emak.

Roby Bo Grogi Beradu Akting Dengan Raditya Dika Di Film ‘Single Part 2’.

Roby Bo salah satu aktor komedian yang sudah membintangi 4 film ini ternyata masih dilanda nervous atau grogi saat beradu akting dengan Raditya Dika di film ‘Single Part 2’ Produksi Soraya Intercine Films. Hal ini diungkapkan oleh Roby demikian panggilan akrabnya saat dijumpai di Plaza Senayan Sabtu (01/06/2019). 

Roby Bo

“Saya berperan sebagai Ketua Perkumpulan Jomblo di film ‘Single Part 2’, kalau orang bilang itu kepala kost. Kebetulan Raditya ini anak buah juga, anak buah saya”, ujar Roby tentang perannya di film ini.

“Ketua kelompok jomblo disitu mulai dari yang umur 80 tahun sampai 20 tahun ada disitu. Semua saya ajarkan untuk mempertahankan kejombloan sampai mati, hidup Jomblo. Tapi kita bukannya tidak laku banyak yang incer kita cuman karena terlalu belagu sampai kejombloannya keterusan. Dari yang ganteng sampai yang tua”, tambahnya lagi.

Meskipun sebagai komedian kawakan Roby mengakui dirinya justru belajar banyak dari para junior – juniornya di film ini

“Saya belajar banyak dari komika karena saya kan komedian tulen seperti Jojon Jayakarta group, Mereka kalau keluar langsung tertawa orang – orang sedangkan Komika itukan pakai konsep. Disini saya belajar bergabung dengan orang – orang Milenial ini karena mereka punya konsep nggak boleh putus kalau orang bilang itu sudah diluar kepala jadi saya belajar banyak dari mereka”, aku Roby.

Dikempatan yang sama Roby pun memaparkan perbedaan komedi di zamannya dengan komedi di zamannya Raditya Dika.

“Saya menilai lawakan zaman kita natural langsung atau spontan, kalau mereka anak flat tapi itulah jiwa mereka disitu untuk membuat orang tertawa. Yang senior disitu ada Dede Yusuf dan Rina Hasyim”, papar Roby.

Roby pun menjelaskan ikhwal dirinya bisa bermain di film ‘Single Part 2’. “Meskipun saya banyak di iklan dan saya juga pernah beberapa kali main di Soraya Film baik sinetron maupun film tetap melalui proses casting. Ini adalah film kedua saya bersama Soraya Film. Secara keseluruhan jumlah film yang saya ikut bermain ada 4 film”, jelas Roby.

“Sempat nervous (grogi) karena ini anak – anak milenial semua. Karena skrip nya panjang dan harus hapal karena kita kan banyakan main improvisasi tapi film Indonesia patut kita banggakan karena makin hari makin berkembang. Lumayanlah ada pengalaman baru selain iklan, sinetron maupun layar lebar”, tegas Roby.

Roby sendiri bukanlah pendatang baru karena sebagai komedian kawakan Roby pun juga sudah membintangi beberapa iklan, sinetron dan 4 film. “Iklan sudah ada 27 iklan baik digital maupun tvc untuk Billboard ada 3, sinetron ada 8 yang striping 3. Mudah – mudahan ada film lagi dari Soraya tahun ini ya step by step lah”, pungkas Roby.

Seperti apakah akting komedian Roby Bo dengan Raditya Dika ini ?, Anda dapat menyaksikannya di Film ‘Single Part 2’ yang akan mulai tayang 4 Juni 2019 mendatang dibioskop – bioskop terdekat anda.

Gabriella Larasati Luncurkan Singel Perdananya ‘Ruang Sepi’ Ost Film Don’t Run Away.

Satu lagi pendatang baru yang akan menyemarakkan belantika musik Indonesia, Adalah Gabriella Larasati atau yang akrab dipanggil Gaby ini meluncurkan single perdananya yang bertajuk ‘Ruang Sepi’. Single ini merupakan Original Soundtrack (OST) untuk film horor ‘Don’t Run Away produksi Super Media Picture.

Gaby juga merupakan salah satu pemain di film tersebut dan dipercayakan untuk menyanyikan ostnya seperti yang diungkapkan oleh Gaby saat ditemui di kawasan Tebet.

Adi Garing dan Gabriella Larasati saat Launching Trailer dan Ost Don’t Run Away

“Aku dipercaya sama sutradara aku, karena aku hobby nyanyi dari kecil dan puji tuhan lancar. Pertama deg – degan karena awalnya nggak yakin namun banyak yang suka dan mendukung, dan hari ini launching single pertama aku dan semoga lancar”, ujar Gaby ketika peluncuran Soundtrack Film Don’t Run Away di salah satu cafe, di kawasan Tebet Jakarta Selatan.

“Filmnya syuting sekitar 2 Minggu-an. Setelah itu kita break dulu dan dilanjutkan proses pembuatan soundtrack ini sekitar sebulanan”, tambah Gaby lagi.

Dikesempatan yang sama Adi Garing sang sutradara yang juga Managing Director Super Media Music label musik yang memproduksi ost ini mengungkapkan alasannya memilih Gaby.

“Di pilih nya Gaby karena sang Produser film dan owner dari Super Media Music (Unchu Viejay) melihat Gaby sedang bernyanyi di YouTube akhirnya pak produser menghubungi saya agar Gaby saja yang menyanyikan lagu OST nya”, terang Adi Garing.

“Ini pengalaman baru buat aku kenapa nggak dicoba saja, kalo orang – orang suka ya puji Tuhan”,  cetus Gaby.

Masih dikesempatan yang sama Gaby pun menjelaskan genre musik dari ost ini. “Lagunya lebih ke Pop, ada unsur yang menyangkut filmnya namun dibikin lebih Pop. Lagu ini bercerita tentang orang yang disakiti terus ditinggali. Ada satu kesatuan antara lagu dan filmnya”, jelas Gaby

“Film ini diambil dari kisah nyata yang di jadikan film selain horor ada actionnya juga”, pungkas Gaby.

JAS Production Luncurkan Serial FTV Sajadah Cinta.

Rumah Produksi JAS Production akan meluncurkan sebuah serial FTV terbaru yang berjudul ‘Sajadah Cinta’ karya Vijay. Serial yang akan ditayangkan di Televisi Nasional ini dibintangi oleh Anton Vini Vidi Vinci pendatang baru sebagai bintang utamanya. Selain itu ada juga Sean Hasyim sebagai Ustad Yusuf serta Addin Hidayat sebagai Donny.

Kegiatan syuting ini mengambil lokasi di Kota Kediri seperti yang dijelaskan oleh Addin Hidayat saat syukuran episode pertama Sajadah Cinta beberapa waktu lalu di Kediri.

Addin Hidayat

“Kenapa ada di kota Kediri ? karena JAS Production sendiri ada di Kediri, bermain dengan anak – anak Kediri yang mempunyai talenta luar biasa, asyik – asyik semua welcome”, ujar Addin Hidayat di sela – sela syukuran.

Addin Hidayat yang dikenal sebagai Aldo di serial sebelumnya menjelaskan bahwa karakternya tak jauh beda dengan karakter Aldo.

“Di Sajadah Cinta ini aku berperan sebagai Donny, karakternya hamper sama seperti Aldo di Jodoh Wasiat Bapak. Baik, perhatian sama orang lain serta adik – adiknya ada unsur percintaan juga bagus deh kalau kalian nonton nanti”, jelas Addin demikian panggilan akrabnya.

Masih dikesempatan yang sama Addin pun mengatakan tentang keunggulan dari Sajadah Cinta ini.

“Sajadah Cinta itu ada pesan moralnya ada sisi religi (agamanya) juga, percintaan juga ada. Untuk ibu – ibu maupun yang masih abg itu pasti senang jadi wajib ditonton” tegas Addin.

Sajadah Cinta adalah sebuah cerita yg menceritakan sosok seorang yg terjun di dunia waria karena dia di usir oleh orang tuanya.

Semasa kecil Anton selalu berpenampilan sebagai waria yang mengakibatkan papanya marah dan tidak mau melihat Anton. Sementara itu Donny yang kesehariannya sibuk dalam bisnisnya terpukau melihat sosok Rina ( gadis Soleha) anak kyai.

Meskipun syuting kali ini bertepatan dengan bulan puasa namun Addin tidak menemui kendala yang cukup berarti baginya.

“Alhamdulillah kendala tidak ada, seperti aku bilang semuanya welcome dengan kedatangan aku disini, baik – baik dan bisa diajak kerja sama juga. Dan kerjaannya bisa dibilang sangat – sangat santai. Kalian harus nonton Sajadah Cinta”, pungkas Addin

‘Down Swan’, Film Drama Keluarga Yang Inspiratif.

Di tengah maraknya film – film horor kini akan segera hadir film drama keluarga yang berjudul ‘Down Swan’. Tidak hanya sekedar film keluarga saja, film ini bisa dibilang film yang inspiratif. Down Swan film yang di produksi oleh rumah produksi Adiksi Films ini dibintangi oleh Putri Ayudya, Ariyo Wahab, Arina Dhisya ini menceritakan tentang seorang anak bernama Nadia yang memiiliki kebutuhan khusus tetapi Nadia ingin menjadi seorang balerina.

Meskipun ceritanya sederhana film yang di sutradarai Fuad Akbar ini digarap cukup apik. Terlebih penampilan Ariyo Wahab dan Putri Ayunda yang sangat pas dengan karakternya di film ini. Film ini mengangkat potret sisi hubungan antara ibu dan anak. Hal ini pun diakui oleh Fuad sang sutradara.

“Jadi basic-nya, ini yang coba saya angkat, saya potret dari sisi hubungan tak lekang oleh waktu dari ibu dan anak,” ucap Fuad di Setiabudi One, Jakarta Selatan, Senin, 20 Mei 2019.

Meskipun ini menceritakan tentang anak berkebutuhan khusus namun film ini bukanlah untuk mencemoohkannya tapi mempunyai pesan – pesan moral cukup mendalam.

“Lewat film ini ditunjukkan pesan-pesan manis, bahwa para orang tua itu orang-orang spesial. Dan, anak berkebutuhan khusus ini juga sangat spesial. Mereka punya hak untuk mengembangkan diri dan mendapatkan pendidikan,” tegas Ariyo Wahab.

“Anak – anak Down Syndrome ini bukan untuk dijauhi tapi patut untuk dikenali, karena ketika kita telah mengenal mereka kita akan menemukan sesuatu yang spesial yang nggak pernah ada dalam hidup kita”, pungkas Ariyo Wahab.

So bagi anda penggemar film drama keluarga ‘Down Swan’ bisa menjadi alternatif tontonan keluarga karena inspiratif. Film ini direncanakan akan tayang mulai 23 Mei 2019 mendatang.

‘Aqidah Cinta’, Film Kolaborasi SMA Dan SMK Untuk Pertama Kalinya.

Satu lagi film karya anak bangsa akan segera hadir di bioskop. Adalah Film ‘Aqidah Cinta’ sebuah film yang merupakan kolaborasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dewi Sartika dengan Sekolah Menengah Atas (SMA) Global Islamic School. Film ini dikerjakan oleh siswa siswi dari kedua sekolah tersebut. Mulai dari pemain hingga para crewnya juga di bintangi Gerry Iskak dan dibantu Rumah Produksi Digital Art Project Cinema Otista.

Ade Bilal Perdana ditengah – tengah para pemain film ‘Aqidah Cinta’

Meskipun ini film hasil karya para siswa rupanya ‘Aqidah Cinta’ mendapat support dari Lembaga Sensor Film seperti yang diungkapkan oleh Dody Budiatman Wakil Ketua LSF saat dijumpai launching teaser dan soundtrack film Aqidah Cinta, Jum’at (17/05/2019) di kawasan mampang.

“Kami mensupport film ini karena dilaksanakan oleh pelajar – pelajar SMK. Kami mengharapkan SMA SMA lain mengikuti SMK ini membuat film layar lebar yang berani untuk bersaing dengan para PH yang sudah besar di luar”, ujar Dody Budiatman Wakil Ketua LSF.

Film Aqidah Cinta menceritakan realita kehidupan seorang perempuan yang mengalami dilema antara keyakinan hatinya dan kehidupan pribadinya melalui pergaulan dengan sahabat – sahabatnya.

“Syutingday-nya 14 hari dan masih ada sisa 4 hari lagi untuk memyelesaikan film ini”, ujar Ade Bilal Perdana sang sutradara di kesempatan yang sama.

Masih di kesempatan yang sama Kepala Sekolah SMK Dewi Sartika yang juga merangkap sebagai prodiser Gilang Gerrialga mengungkapkan bahwa ide film ini berasal dari himbauan Presiden. Kemudian Gilang mengajak SMA Global Islamic School, Pusbang Film dan LSF.

“Mimpi saya dengan keyakinan saya, Inshaa Allah film ‘Aqidah Cinta’ ini akan tayang bulan Agustus 2019. Paling enak itu tanggal paling muda, mohon doanya Aamiin mudah – mudahan”, pungkas Gilang.

Inilah Pandangan Para Pengacara Terhadap Film The Lawyer: Pokrol Bambu.

Film The Lawyer: Pokrol Bambu sebuah film yang mencaritakan kehidupan para Pengacara produksi Erwin Kallo Films yang awalnya diperkirakan akan mengundang kontroversi ini rupanya mendapat tanggapan positif dari beberapa pengacara. Hal ini terungkap saat Film ini menggelar gala premiernya Kamis, (16/05/2019) di Epicentrum, Jakarta Selatan.

Sumarni, Otto Hasibuan, Erwin Kallo

“ini film menceritakan kehidupan pengacara yang nyata. Semua pengacara pasti mengalaminya, Pak Erwin mengalami saya juga mengalaminnya. Yang kedua menceritakan kehidupan pengadulan di Indonesia. Film ini sangat bagus sekali untuk mahasiswa hukum, wajib menonton”, ujar Bagiono salah satu pengacara yang hadir di gala premier.

“Saya pernah mengalami dibayar dengan sayuran seperti di film ini. Pak Erwin juga sama, kita pernah mengalami. Musuh yang paling utama bukan orang lain tapi klien kita”, tambah Gion demikian panggilan akrabnya.

Di kesempatan yang sama Erwin Kallo selain produser di film ini juga menambahkan bahwa Klein adalah mush utama di dunia pengacara.

“Dibohongi klien, dikasih janji – janji bahkan tidak dibayar sisanya. Pengacara itu tidak semuanya hidup mewah cuman 5 persen yang hidup mewah 95 persen ya sepeeti di film tadi. Cuman pengacara itu jaim nggak mau dibilang nggak punya duit. Nggak mau dibilang rindu klien”, kata Erwin Kallo.

“Cerdasnya pak Erwin ini secara natural alami, dialog – dialognya juga alami, mudah dicerna”, imbuh Gion.

Selain Bagiono nampak hadir pula Pengacara senior Otto Hasibuan saat itu. Otto Hasibuan pun tak ketinggalan menanggapi film The Lawyer: Pokrol Bambu.

“Ada beberapa hal yang realita seorang Advokat muda selalu memulainya lewat dasar – dasar itu. Saya kagum sekali kepada semua pemainnya khususnya bung Dicky Chandra yang membawa film ini luar biasa. Banyak hal yang tidak terduga di film ini luar biasa Erwin, sukses semoga cepat – cepat bkin film yang baru”, papar Otto Hasibuan.

“Harapan saya tentunya Pengacara – pengacara muda dan senior melihat film ini agar bisa instropeksi jadi otokritik ini sebenarnya. Walaupun bagi saya “Menyakitkan” film ini tapi itu memang realita juga”, tegas Otto Hasibuan.

Pokrol Bambu yang artinya Pengacara Jalanan ini bercerita tentang para Pokrol Bambu (Pengacara Jalanan) yang diperankan oleh Superman (Dicky Chandra), Juncto (Mugi), Cessie ( Tengku Rina), Amar (Poeljangga), Yudikatif (Dika Anggara) dan Hayati (Musdalifah). Setelah berbulan-bulan sepi order dan terbelit hutang sembako di warung Koh, kini lima orang pengacara Pokrol Bambu bisa sedikit bernafas lega, setelah Juncto, Amar, Cessie, Hayati dan Yudikatif masing-masing mendapatkan klien. Namun kasus perceraian Nina Tanjung (Kartika Berliana) & Johan Nabawi (Jerio Jeffry) lah yang menjadi fenomenal.

Sidang perceraian Nina Tanjung dengan Johan Nabawi akhirnya digelar. Johan yang didampingi “Pengacara RM Wicaksono”, (Roy Marten) menyatakan sikapnya menolak gugatan Nina minta diceraikan. Akankah Ketua Hakim (Rina Hassim) mengabulkan gugatan perceraian Nina?

Tapi apa daya uang tak punya. Harapan pada kasus Superman CS gagal total. Koh menagih hutang. Superman menyepakati dan mendelegasi Amar membayar hutang. Tanpa pikir panjang, Amar membayar hutang pada Koh. Koh bukan saja terkejut, tapi juga curiga ketika menerima uang dari Amar, yang tidak lain adalah uangnya sendiri yang dulu diberikan pada Juncto sebagai honor pengacara. Koh paham kalau dirinya dikadali Superman.

Meskipun film The Lawyer: Pokrol Bambu ini baru mulai ditayangkan dibioskop rupanya Erwin sudah mempunyai project – project lainnya yang masih berhubungan dengan dunia hukum.

“Nanti dengan Pafindo kita akan bekerjasama membuat serial televisinya. Kita sosialisasi budaya hukum”, pungkas Erwin Kallo.

Film ‘The Lawyers (Pokrol Bambu)’ Mengungkap Sisi Lain Dari Pengacara.

Di tengah gempuran film bergenre horor PT Erwin Kallo Film akan meluncurkan film yang bertema Pengacara. Film yang mengangkat sisi lain dari Pengacara ini berjudul The Lawyers : Pokrol Bambu’. Film ini dikabarkan akan mengungkap sisi lain dari seorang Pengacara yang kelihatannya glamour Dan bergelimang harta seperti yang diungkapkan oleh Erwin Kallo sang produser.

“Film ini merupakan gambaran kisah nyata dunia hukum dan lawyer yang lucu dan tak diketahui orang, ceritanya di balut dalam sebuah komedi satir”, ujar Erwin Kallo saat ditemui di Peluncuran trailer dan poster ‘The Lawyers : Pokrol Bambu’ Kamis (09/05/2019) di Kawasan Tebet.

Tengku Rina, Poeljangga, Tanty Saragih

Pokrol Bambu yang artinya Pengacara Jalanan ini bercerita tentang para Pokrol Bambu (Pengacara Jalanan) yang diperankan oleh Superman (Dicky Chandra), Juncto (Mugi), Cessie ( Tengku Rina), Amar (Poeljangga), Yudikatif (Dika Anggara) dan Hayati (Musdalifah). Setelah berbulan-bulan sepi order dan terbelit hutang sembako di warung Koh, kini lima orang pengacara Pokrol Bambu bisa sedikit bernafas lega, setelah Juncto, Amar, Cessie, Hayati dan Yudikatif masing-masing mendapatkan klien. Namun kasus perceraian Nina Tanjung (Kartika Berliana) & Johan Nabawi (Jerio Jeffry) lah yang menjadi fenomenal.

Sidang perceraian Nina Tanjung dengan Johan Nabawi akhirnya digelar. Johan yang didampingi “Pengacara RM Wicaksono”, (Roy Marten) menyatakan sikapnya menolak gugatan Nina minta diceraikan. Akankah Ketua Hakim (Rina Hassim) mengabulkan gugatan perceraian Nina?

Tapi apa daya uang tak punya. Harapan pada kasus Superman CS gagal total. Koh menagih hutang. Superman menyepakati dan mendelegasi Amar membayar hutang. Tanpa pikir panjang, Amar membayar hutang pada Koh. Koh bukan saja terkejut, tapi juga curiga ketika menerima uang dari Amar, yang tidak lain adalah uangnya sendiri yang dulu diberikan pada Juncto sebagai honor pengacara. Koh paham kalau dirinya dikadali Superman.

“Alhamdulillah di film perdana ku ini, aku dapat peran yang menantang sekaligus ku suka banget. Aku disini berperan sebagai Chesiie Rev, pengacara muda Batak dari Medan. Aku harus memerankan beberapa karakter. Jadi cewek centil, oon tapi smart dan plus dialog Medan logat Batak” pungkas Tengku Rina salah seorang pemain di kesempatan yang sama.

Bagi anda yang ingin mengetahui sisi lain dari Pengacara Film ‘The Lawyers : Pokrol Bambu’ direncanakan akan tayang 16 Mei 2019 mendatang

RA Pictures Luncurkan Film Roh Fasik Bergenre Horor Religi.

Bagi anda penikmat horor kali ini ada genre baru dalam film horor yakni horor religi. Setidaknya itu yang ditawarkan oleh RA Pictures lewat film terbarunya yakni Roh Fasik. Roh Fasik merupakan produksi ke 9 RA Pictures ini diproduseri oleh Raffi Ahmad bersama Andreas.

“Kami ingin memberi nuansa baru dan dilihat dari esensinya, film ini lebih banyak religi daripada horor,” ujar Andreas usai press screening film Roh Fasik di Metropole, Senin (06/05/2019).

Ubay Fox

Sesuai dengan ucapan Andreas film ini memang lebih banyak religinya dibandingan dengan film – film horor yang pernah ada yang umumnya menonjolkan ketakutan kekerasan maupun pertumpahan darah.

Film Roh Fasik sendiri dibintangi oleh Irwansyah, Zaskia Sungkar, Evan Sanders, Nagita Slavina dan Denira Wiraguna dan disutradari oleh Ubay Fox. Film ini bercerita tentang seorang suami yang kehilangan istrinya secara misterius, yang kemudian menikah kembali.

Namun sayangnya setelah menikah justru muncul berbagai kejadian aneh dari roh fasik yang mengganggu perjalanan rumah tangga mereka. Lewa berbagai peristiwa aneh yang menyeramkan, setelah melewati berbagai upaya akhirnya gangguan dari roh fasik itu berusaha dikalahkan.

Ubay Fox selaku sang sutradara film ini juga menekankan kalau Roh Fasik merupakan horor religi karena merupakan sarana bagi Ubay untuk berdakwah.

“ini merupakan salah satu dakwah saya, karena saya kerja di film maka melalui film, kalau Ustadz dakwahnya lewat masjid kalau saya ya lewat film”, pungkas Ubay di kesempatan yang sama.

Secara keseluruhan film ini memang menampilkan lebih banyak sisi religi dengan banyaknya scene – scene yang menonjolkan ayat – ayat suci Al – Quran serta bagaimana orang itu jangan sirik atau bersekutu dengan setan. Penasaran seperti apakah horor religi itu?. Anda harus saksikan sendiri ‘Roh Fasik’ yang akan tayang 09 Mei 2019 mendatang.

Prilly Latuconsina Belum Siap Berhijab Meski Didukung Kekasih

tabloidseleberita.com, Bulan Ramadan ini Prilly Latuconsina memang akan tampil dengan mengenakan hijab, pasalnya dia akan terlibat dalam sebuah web series bertajuk “Negeri Lima Menara” produksi Maxstream, sebuah aplikasi milik Telkomsel. Disana Prilly memerankan karakter anak pesantren ‘Sarah’. Dalam perannya itu, Prilly Latuconsina berhijab alias mengenakan busana serba tertutup dari ujung rambut hingga ujung kaki.

Serial drama religi itu, kata Prilly, menambah pengetahuannya tentang agama Islam yang dianutnya. Apalagi dia sedang berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Menurutnya, dalam dialog-dialog tersebut terdapat nasihat yang bisa mengingatkan orang lain dan dirinya sendiri.

“Di sini buat aku nambah banget ilmu agamanya, di dialognya ada bahasa-bahasa Arab-nya. Karena aku kan anak pesantren ya. Jadi sekalian aku belajar, kayak aku baru tahu kalau memanah itu adalah olahraga sunah rasul ” kata Prilly Latuconsina.

Sedangkan busana serba tertutup yang dikenakannya dalam serial “Negeri Lima Menara”, tersebut membuat penampilannya berubah dan membantunya bergaya dalam berpakaian. Menurutnya, ketika mengenakan kerudung, dirinya tak perlu repot-repot menyisir atau menata rambutnya agar penampilannya terlihat sempurna.

“Kalau syuting enggak pakai jilbab kan ribet gitu ya, rambutnya di-blow lah, pakai hair clip lah, kalau ini aku pakai hijab,” katanya.

Sementara itu Prilly juga mengaku kalau penampilannya berhijab didukung oleh kekasihnya, Maxime Bouttier. Menurutnya, kekasihnya sudah kerap melihatnya mengenakan kerudung saat mengikuti kajian agama. Begitu juga saat Lebaran, Prilly selalu tampil mengenakan hijab.

“Maxime sih enggak ada tanggepan apa-apa ya. Mungkin kayak udah sering juga ngeliat aku berhijab,” katanya.

Prilly juga mengatakan bahwa kekasihnya itu tidak pernah melarang dirinya mengenakan hijab.

“Saat pekerjaan serial religi kan aku setiap hari pakai hijab. Dia (Maxime) enggak masalah sih. Dia enggak kaget,” katanya.

Terkait penampilannya, dia hanya meminta doa kepada semua penggemarnya untuk mendoakan dirinya agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik.

“Aku sih suka-suka saja sih, apalagi kalau hijab kan tujuannya bukan untuk fesyen aja, tapi juga untuk ibadah kan,” ujarnya.