TabloidSeleberita – Jakarta, 31 Mei 2025 – Musisi dan penulis lagu Bilal Indrajaya kembali tampil di panggung Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2025. Meski sudah empat kali tampil di festival bergengsi ini, Bilal mengaku merasakan getaran yang sama seperti kali pertama naik panggung.
“Rasa Excited-nya masih sama kayak pertama kali, nggak ada yang berubah. Selalu merasa spesial,” ungkapnya.
Java Jazz bukan sekadar tempat tampil bagi Bilal. Baginya, ini adalah ruang perjumpaan yang hangat antara musisi dan penonton, mimpi dan pencapaian. Tahun ini, momen tersebut terasa makin spesial karena Bilal baru saja merilis mini album terbarunya.
Lagu-lagu dari rilisan anyar itu akan dibawakan perdana di festival edisi ke-20 ini.
“Akan ada banyak lagu baru, kebetulan aku baru rilis mini album juga. Jadi lagu-lagu dari mini album itu akan dibawakan di tahun ini,” ujarnya.
Tak hanya materi baru, Bilal juga menjanjikan penampilan yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Setlist tahun ini dirancang khusus untuk memberikan pengalaman baru yang lebih dalam dan jujur, baik bagi dirinya maupun para penggemar setianya.
“Banyak lagu juga yang akan dibawakan secara penuh dan perdana, karena di tahun lalu belum ada. Mungkin set tahun ini agak berbeda dari tahun lalu,” tambahnya.
Bilal Indrajaya dijadwalkan tampil hari ini, Sabtu (31/5/2025), di panggung MLD Hall pada pukul 16.45–17.45 WIB. Penampilannya menjadi bagian dari perayaan dua dekade Java Jazz Festival yang digelar megah di JIExpo Kemayoran, Jakarta, dari 30 Mei hingga 1 Juni 2025.
Mengusung tema perayaan 20 tahun penuh warna, Java Jazz Festival 2025 menghadirkan 11 panggung dan lebih dari 150 pertunjukan selama tiga hari. Tiket harian dibanderol Rp1.025.000, sementara tiket terusan tiga hari seharga Rp2.625.000. Penonton juga bisa menikmati special show dengan tambahan biaya, yaitu Rp350.000 untuk konser Jacob Collier, Rp275.000 untuk Tunde, dan Rp545.000 untuk Raye — namun wajib memiliki tiket harian terlebih dahulu.
Penampilan Bilal Indrajaya kali ini bukan sekadar konser biasa. Ini adalah babak baru dalam perjalanan musiknya yang penuh rasa dan refleksi, disampaikan dengan suara, jiwa, dan seluruh dirinya. (Hero)