AIMI Gelar Workshop Ustaz Ustazah dalam Rangka Pekan Menyusui Dunia 2025, Soroti Peran Tokoh Agama dan Sistem Pendukung ASI
TabloidSeleberita – Jakarta, 29 Juli 2025 — Dalam rangka memperingati Pekan Menyusui Dunia 2025 (World Breastfeeding Week/WBW), Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) siap menyelenggarakan serangkaian kegiatan edukatif dan kolaboratif sepanjang bulan Agustus, dengan puncak kegiatan berupa Workshop Ustaz Ustazah (WUU) AIMI 2025 yang akan digelar pada Minggu, 10 Agustus 2025 di Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ), Pondok Cabe, Tangerang Selatan.
Mengusung tema global Prioritise Breastfeeding atau Prioritaskan Menyusui, PMD 2025 menekankan pentingnya membangun sistem pendukung menyusui yang kuat dan berkelanjutan. Tema ini tidak hanya menyoroti aspek kesehatan ibu dan anak, tapi juga kaitannya dengan lingkungan dan perubahan iklim—sebab praktik menyusui dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan pemberian susu formula.
Melalui WUU 2025, AIMI menekankan pendekatan berbasis agama dalam edukASI menyusui. AIMI menyadari bahwa tokoh agama memiliki pengaruh besar dalam membentuk perilaku masyarakat, sehingga melibatkan 50 peserta yang terdiri dari ustaz/ustazah, dosen keislaman, pembina lembaga zakat dan komunitas Islam di wilayah Jabodetabek.

Tiga pembicara utama akan hadir di WUU 2025:
• Dr. Asti Praborini, SpA, IBCLC, FABM, yang akan memaparkan keajaiban menyusui dan risiko susu formula;
• Ustazah Dr. Nur Rofiah, Bil. Uzm, dosen UIN Syarif Hidayatullah dan PTIQ, yang akan membahas nilai syariah dalam praktik menyusui;
• KH Dr. Ali Nurdin, MA, pimpinan cariustaz.id dan Dewan Pakar PSQ, yang akan menyampaikan perspektif keislaman seputar menyusui.
Ketua AIMI, Nia Umar, S.Sos, MKM, IBCLC, menekankan bahwa menyusui adalah hak ibu dan anak yang memerlukan sistem dukungan yang kuat. “Ibu tidak seharusnya berjuang sendiri,” ujarnya. Sementara itu, Sarah Anggina, Ketua Divisi Dana Usaha dan Event AIMI Pusat, menambahkan bahwa menurunkan angka stunting adalah amanah umat. “Ketika ulama bersuara, masyarakat mendengar. WUU hadir untuk memperkuat suara itu,” tegasnya.
AIMI secara terbuka mengundang institusi, organisasi, dan individu untuk berkolaborasi menyukseskan Pekan Menyusui Dunia 2025. Namun, AIMI tetap menjaga netralitas dan integritas dengan tidak bekerja sama dengan pihak yang berafiliasi dengan produk susu formula, botol dot, booster ASI, makanan ultra-proses, atau obat-obatan kimia.
Sebagai organisasi nirlaba yang berdiri sejak 2007, AIMI kini hadir di 19 provinsi dan 14 kota/kabupaten di Indonesia. Program edukASI-nya terus berkembang, baik melalui kanal daring seperti SELAMI (Sesi Online AIMI) maupun kelas tatap muka yang kembali digelar sejak akhir Juli 2025. (Hero)