Lina Sukijo Hadirkan Koleksi Shangri-La di Jakarta Fashion Week 2027, Padukan Gaya Oriental dan Modest Fashion
JAKARTA, TabloidSeleberita.com – Desainer modest fashion Lina Sukijo menghadirkan koleksi Shangri-La dalam Jakarta Fashion Week 2027. Koleksi ini memadukan unsur busana tradisional Tiongkok dengan modest fashion modern melalui siluet elegan, detail oriental, dan material mewah.
Koleksi bertema Shangri-La: An Inner Journey to Serenity and Light tersebut diperagakan pada 28 Oktober 2026 di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta.
Melalui koleksi ini, Lina mengeksplorasi detail khas busana oriental, seperti mandarin collar, Chinese knot, konstruksi tumpang tindih, panel berlapis, dan aksen rumbai atau tassel. Ornamen floral turut melengkapi rancangan untuk menghadirkan kesan feminin.
Dari sisi material, Lina memadukan brokat, sutra, tulle, dan velvet. Aplikasi kristal serta permainan tekstur dan lapisan memberikan dimensi pada setiap busana.
Palet warnanya terinspirasi dari suasana pegunungan berkabut dan ketenangan alam. Warna ice blue dan olive berpadu dengan kuning lembut, merah muda, perak, serta emas untuk memperkuat kesan anggun dan mewah.
Ashanty hingga Dewi Perssik Jadi Muse
Dalam peragaan tersebut, Lina Sukijo menampilkan 10 tampilan dari koleksi utama dan enam tampilan khusus muse.
Sejumlah figur publik yang menjadi muse di antaranya Ashanty, Dewi Perssik, Arumi Bachsin, Wardatina Mawa, Dian Zara, dan Maya Erina Santy.
Koleksi ini juga menghadirkan Dines Sukijo, cucu Lina Sukijo, yang mulai menekuni dunia modeling. Kehadirannya di panggung Jakarta Fashion Week menjadi bagian dari langkah awal untuk memperkenalkan dirinya di industri mode.

Melalui para muse tersebut, Lina menampilkan beragam interpretasi koleksi Shangri-La, dengan karakter busana yang memadukan detail oriental, material bertekstur, dan siluet modest.
Angkat Pesan tentang Perjalanan Mengenal Diri
Tidak hanya berfokus pada estetika, Shangri-La membawa pesan tentang perjalanan perempuan dalam mengenali diri sendiri, menghadapi ketidakpastian, dan menemukan ketenangan dari dalam diri.
Inspirasi tersebut menjadi dasar pemilihan warna, material, dan siluet yang menghadirkan kesan lembut sekaligus berkarakter.
Lina ingin menunjukkan bahwa busana dapat menjadi medium untuk menyampaikan cerita dan perspektif personal, bukan sekadar menunjang penampilan.
Perjalanan Lina Sukijo di Industri Modest Fashion
Lina Sukijo dikenal melalui rancangan busana muslim premium dan busana syar’i yang menggabungkan prinsip menutup aurat dengan eksplorasi desain. Ciri khas karyanya antara lain teknik lipit atau pleats, potongan berkarakter, motif monogram, serta sentuhan glamor.
Sepanjang 2026, Lina berpartisipasi dalam sejumlah ajang mode, termasuk Indonesia Fashion Aesthetics, TKLMEN’S Fashion Week, serta IN2MF x JMFW. Ia juga memperkenalkan rancangan busana syar’i Indonesia melalui kegiatan di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, pada Juli 2026.
Sebelumnya, karya Lina turut tampil di Amsterdam Fashion Modest pada 2019 dan Dubai Modest Fashion Week pada 2017 melalui label Madinah Syar’i Premium.
Partisipasinya di Jakarta Fashion Week 2027 menjadi kesempatan untuk memperluas jangkauan karyanya sekaligus memperkenalkan pendekatan baru dalam modest fashion.
Melalui Shangri-La, Lina Sukijo menggabungkan inspirasi budaya Tiongkok, karakter busana muslim modern, dan narasi tentang penerimaan diri dalam satu koleksi. (Hero)