JAKARTA, TabloidSeleberita.com – Sigit Wardana mengandalkan karakter vokal dan kekuatan lagu saat tampil dalam SWAG Edisi 157 di Twin House Kalla, Kalijaga, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Tampil sebagai performer ketiga sekitar pukul 20.30 hingga 21.00 WIB, Sigit membawakan empat lagu, yakni “Bis Kota”, “Luka Tak Berdarah”, “Saat Bahagia”, dan “Tak Mungkin”.
Penampilan Sigit berlangsung tanpa banyak gimmick. Ia lebih banyak mengandalkan vokal serta permainan musik untuk membangun suasana di atas panggung.
Sejak lagu pertama, “Bis Kota”, Sigit langsung membawa penonton ke suasana nostalgia. Karakter suaranya menjadi salah satu elemen yang membuat lagu tersebut terdengar menonjol dalam penampilannya.
Sigit kemudian melanjutkan dengan “Luka Tak Berdarah”. Pada lagu ini, warna vokal Sigit terdengar lebih emosional.
Memasuki “Saat Bahagia”, suasana penampilan berubah menjadi lebih ringan. Sigit tetap mempertahankan gaya panggung yang santai tanpa kehilangan energi saat membawakan lagu.
“Tak Mungkin” kemudian dipilih sebagai lagu penutup. Lagu tersebut menjadi bagian akhir dari penampilan Sigit yang berlangsung sekitar 30 menit.

Vokal Jadi Fokus Utama
Salah satu hal yang terlihat dari penampilan Sigit adalah bagaimana ia menempatkan vokal sebagai fokus utama.
Ia tidak memenuhi panggung dengan banyak gimmick. Sebaliknya, Sigit memberikan ruang bagi lagu dan karakter suaranya untuk berkomunikasi dengan penonton.
Pendekatan tersebut juga didukung oleh permainan musik Aldin pada cajon, Leon pada keyboard, dan Tomi pada gitar.
Aransemen yang dimainkan ketiganya tidak terdengar terlalu ramai. Kondisi tersebut membuat vokal Sigit tetap menjadi bagian yang paling menonjol selama penampilan.
Empat lagu yang dibawakan pun memberikan variasi suasana, mulai dari nuansa nostalgia lewat “Bis Kota”, sisi emosional melalui “Luka Tak Berdarah”, hingga warna yang lebih ringan lewat “Saat Bahagia”.
Dengan format tersebut, Sigit mampu mengisi sekitar 30 menit penampilannya dengan mengutamakan kualitas performa dan karakter vokal. (Hero)