JAKARTA, TabloidSeleberita.com — Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna kembali mencatat pencapaian baru di industri buku Indonesia. Novel tersebut resmi mencapai cetakan ke-100 dengan total penjualan lebih dari 250 ribu eksemplar sejak pertama kali diterbitkan pada Februari 2025.
Perayaan pencapaian itu digelar oleh grasindo.id� bersama gramedia.com� di Gramedia Jalma, Sabtu (23/5/2026).
Novel tersebut dinilai menjadi salah satu fenomena literasi di Indonesia dalam setahun terakhir. Tak hanya diminati pembaca aktif, buku ini juga disebut berhasil menarik minat masyarakat yang sebelumnya jarang membaca.
Melalui karakter Ale, Brian Khrisna menghadirkan cerita tentang perjuangan seseorang menghadapi depresi dengan pendekatan yang ringan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kisah emosional itu dibalut humor sehingga terasa relevan bagi banyak pembaca.
“Awalnya saya hanya ingin menulis cerita yang bisa menemani orang-orang yang sedang merasa sendirian. Saya tidak pernah menyangka perjalanan novel ini sampai di titik cetakan ke-100,” ujar Brian Khrisna dalam keterangannya.
Menurut Brian, pencapaian terbesar novel tersebut bukan sekadar angka penjualan, melainkan ketika pembaca merasa dipahami lewat cerita yang ia tulis.
Kesuksesan Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati juga membawa novel tersebut ke berbagai pencapaian lain, mulai dari tur promosi di empat kota, penerbitan edisi bahasa Jepang dan Malaysia, hingga proses adaptasi film yang dijadwalkan tayang pada 2026.
Sejak Maret 2025, novel ini konsisten berada dalam daftar buku terlaris nasional dan menjadi salah satu karya lokal dengan pertumbuhan pembaca tercepat.
Dalam acara syukuran cetakan ke-100 itu, hadir pula para pemain film adaptasi Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, di antaranya Benidictus Siregar, Fira Maringka, Kevin Millenio, dan Nita Gunawan.
Acara tersebut juga diisi dengan sesi diskusi, tanya jawab bersama pembaca, hingga penandatanganan buku oleh Brian Khrisna.
Melalui novel ini, Brian Khrisna berharap pembaca dapat lebih peduli terhadap isu kesehatan mental dan menyadari bahwa harapan bisa hadir dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. (Hero)