JAKARTA, TabloidSeleberita.com — Indonesia akan memiliki platform terintegrasi baru bernama SCREENVERSE yang dirancang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif, khususnya di sektor industri berbasis layar.
Platform ini menghubungkan berbagai subsektor, mulai dari film, serial, layanan streaming, gim, kreator konten, hingga teknologi digital dalam satu ekosistem kolaboratif.
SCREENVERSE juga menjadi bagian dari forum global World Conference on Creative Economy (WCCE), yang mempertemukan berbagai negara dalam membahas arah dan masa depan ekonomi kreatif dunia. Forum tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif.
Adapun penyelenggaraan perdana SCREENVERSE dijadwalkan berlangsung pada 21–24 Oktober 2026 di JIExpo Jakarta. Kegiatan ini ditargetkan menghadirkan ribuan pelaku industri, kreator, hingga audiens dari dalam dan luar negeri.
Mengusung tema “Connecting Industries, Creating Universes”, SCREENVERSE dirancang tidak hanya sebagai ajang pameran, tetapi juga platform jangka panjang yang mempertemukan kreativitas, teknologi, dan peluang bisnis.
Konsep yang dihadirkan menggabungkan pendekatan business-to-business (B2B) dan business-to-consumer (B2C) dalam format hybrid untuk menjangkau partisipasi yang lebih luas.
Dalam pelaksanaannya, SCREENVERSE menghadirkan empat pilar utama, yakni konferensi sebagai ruang diskusi strategis, market sebagai sarana mempertemukan kreator dan investor, showcase untuk menampilkan inovasi industri layar, serta experience yang menyuguhkan hiburan interaktif berbasis teknologi.
Selain itu, terdapat sejumlah program pendukung, seperti business matching antara pemilik kekayaan intelektual (IP) dan investor, kompetisi gim dan esports, pemutaran perdana konten, hingga arena kreator berbasis performa digital.
Managing Director Dyandra Event Solutions, Rachadian Nashidik, mengatakan SCREENVERSE dihadirkan sebagai wadah strategis untuk mempertemukan seluruh ekosistem industri layar dalam satu platform.
Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat global, sehingga diperlukan ruang kolaborasi yang mampu membuka peluang investasi dan memperluas distribusi karya kreatif.
“Melalui SCREENVERSE, kami ingin mendorong kolaborasi lintas sektor sekaligus memperluas akses industri kreatif Indonesia ke pasar internasional,” kata Rachadian.
Kehadiran SCREENVERSE diharapkan dapat meningkatkan eksposur talenta lokal, membuka peluang investasi termasuk dari luar negeri, serta mendorong pertumbuhan lapangan kerja di sektor kreatif digital.
Dengan dukungan pemerintah, pelaku industri, hingga komunitas, platform ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri kreatif global. (Hero)