JAKARTA, 24 Maret 2026 – TabloidSeleberita.com – Produsen kendaraan listrik asal Vietnam, VinFast, terus memperkuat strategi berbasis pelanggan di tengah ketidakpastian pasar energi global. Langkah ini dinilai menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk mempercepat transisi menuju mobilitas listrik.
Dalam beberapa waktu terakhir, dinamika harga bahan bakar dunia serta kebijakan energi di berbagai negara menjadi faktor yang memengaruhi sektor transportasi. Meski demikian, harga bahan bakar di Indonesia hingga awal Maret 2026 masih relatif stabil.
Namun, ketergantungan terhadap impor minyak membuat Indonesia tetap rentan terhadap fluktuasi global. Kondisi ini mendorong pentingnya diversifikasi energi, termasuk melalui pengembangan kendaraan listrik.
Melihat situasi tersebut, VinFast bersama induk usahanya, Vingroup, meluncurkan program “Trade Gas for Electric”. Program ini memberikan potongan harga bagi konsumen yang beralih dari kendaraan berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik.
Selain itu, perusahaan juga menghadirkan insentif tambahan melalui ekosistem mobilitasnya. GSM Green and Smart Mobility, yang masih berada dalam grup yang sama, memberikan potongan tarif layanan transportasi listrik melalui aplikasi Green SM.
Langkah ini disebut sebagai upaya untuk menekan biaya mobilitas masyarakat sekaligus mendorong adopsi kendaraan listrik secara lebih luas.
Dari sisi biaya operasional, kendaraan listrik dinilai memiliki keunggulan dibandingkan kendaraan konvensional. Harga listrik yang lebih stabil, karena diatur dalam sistem domestik, memberikan kepastian bagi pengguna dalam jangka panjang.
VinFast juga memperkuat daya tarik produknya melalui berbagai kebijakan pendukung. Di antaranya adalah skema langganan baterai, garansi kendaraan, hingga jaminan nilai jual kembali.
Selain itu, kehadiran infrastruktur pengisian daya dari mitra seperti V-Green memungkinkan pengguna kendaraan VinFast mengakses fasilitas pengisian daya gratis di sejumlah lokasi.
Sejumlah studi menunjukkan bahwa insentif finansial dan ketersediaan infrastruktur menjadi faktor utama dalam mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik. Program yang dihadirkan VinFast dinilai sejalan dengan tren global tersebut.
Industri otomotif sendiri saat ini tengah memasuki masa transisi besar. Kendaraan listrik diperkirakan akan semakin mendominasi, meskipun kendaraan berbahan bakar minyak masih tetap digunakan dalam beberapa waktu ke depan.
Melalui strategi yang berfokus pada konsumen, VinFast berupaya memperkuat posisinya dalam ekosistem mobilitas masa depan sekaligus mendorong terciptanya transportasi yang lebih berkelanjutan. (Hero)