“Kepada Hati” Hadir Kembali Lewat Suara Fadhilah Intan: Sebuah Bab Baru yang Lahir dari Luka, Harapan, dan Waktu yang Tepat
TabloidSeleberita – Jakarta, 28 November 2025 — Ada lagu yang kita dengar, lalu lewat begitu saja. Ada pula lagu yang menetap, seperti mengetuk sisi hati yang jarang dijamah. “Kepada Hati” adalah jenis kedua. Kini, lagu itu kembali membuka pintu babak baru melalui interpretasi Fadhilah Intan, yang menghadirkan versi perempuan dari karya yang sebelumnya dipopulerkan Cakra Khan.
Bukan sekadar remake, versi ini terasa seperti sebuah pengakuan sunyi—lembut, jujur, dan tak berlebihan. Kehadirannya menjadi napas emosional bagi sinetron terbaru SinemArt, “Bunga Mawar Terindah”, yang juga menyimpan kisah tentang luka yang dipeluk dan cinta yang perlahan diterima.
Dalam satu minggu, namun jejak emosinya jauh lebih dalam dari durasi pengerjaannya. Aransemen baru membawa warna yang lebih personal, nyaris seperti seseorang yang akhirnya berani membaca kembali surat lama yang dulu tak sanggup dibuka.

Produser Ade Govinda melihat potensi itu sejak awal. Ia yakin karakter vokal Fadhilah mampu memeluk lagu ini tanpa kehilangan ketegasannya.
“Lagu ‘Kepada Hati’ itu kuat sekali. Fadhilah memberi cahaya yang berbeda, tapi tetap menjaga ruhnya,” ujarnya.
Bagi Fadhilah, proyek ini bukan hanya pekerjaan; ia seperti menemukan kembali sesuatu yang pernah ia simpan lama.
“Ini lagu yang sudah lama aku idamkan. Tiba-tiba aku diberi kepercayaan oleh kak Ade Govinda… rasanya seperti pintu yang selama ini aku tunggu akhirnya terbuka,” tutur Fadhilah, dengan bahagia yang terasa bertingkat.
Ia menyebut bagian reff sebagai ruang paling jujur dalam lagu—bagian yang menampar halus, namun sekaligus menguatkan.
Versinya kini lebih manis, lebih tenang, tetapi membawa sakit yang tak mengancam—lebih seperti perih yang membuat seseorang akhirnya belajar memahami diri sendiri.
Sebagai soundtrack utama “Bunga Mawar Terindah”, lagu ini diharapkan menyatu dengan alur cerita, memperkuat adegan-adegan yang menyentuh dan membiarkan penonton larut lebih dalam.
Versi baru “Kepada Hati” bukan hanya adaptasi—ia adalah chapter baru yang menambah kedalaman pada karya yang sudah lebih dulu dicintai jutaan pendengar.
(Hero)