Kasus Cinta Terlarang TY dan RM Hampir Berakhir, Sidang Etik Masuki Tahap Akhir: “Kami Hanya Ingin Menutup Lembaran Lama”
TabloidSeleberita – Jakarta, 12 November 2025 — Kasus cinta terlarang antara TY dan seorang anggota berinisial RM akhirnya memasuki babak akhir setelah melalui proses panjang selama satu tahun. Sidang etik yang digelar untuk memutuskan nasib RM kini tinggal menunggu hasil resmi dari pihak berwenang.
Kuasa hukum TY, Lissa V, S.H., M.Kn, menjelaskan bahwa kliennya telah bersabar menanti proses hukum berjalan secara profesional. Ia mengapresiasi langkah RM yang akhirnya hadir langsung dalam sidang dan menunjukkan sikap lebih gentle dibanding sebelumnya.
“Kami hanya berharap keadilan ditegakkan sesuai perbuatan yang dilakukan. Klien saya sudah cukup sabar menunggu selama satu tahun,” ujar Lissa dalam keterangannya di Jakarta.
Kasus ini berawal dari hubungan asmara antara TY dan RM yang sudah berlangsung selama delapan tahun. Keduanya dikabarkan dekat karena sering bekerja bersama hingga terlibat dalam cinta lokasi. Dalam hubungan tersebut, RM disebut sering melontarkan janji manis untuk menikahi TY dan siap bertanggung jawab, meski mengetahui bahwa TY telah bersuami.
Namun, hubungan tersebut akhirnya terbongkar oleh suami TY. Setelah itu, RM diduga menghindar dan tidak mengakui perbuatannya. Kondisi tersebut membuat rumah tangga TY berantakan.
“Awalnya dia tidak mau mengakui, seperti belut. Tapi sekarang sudah sampai titik akhir. Propam bisa menilai karena mereka bekerja profesional,” tegas Lissa.
Pihak TY merasa dibohongi karena RM dinilai tidak menepati janji dan justru membuat laporan balik dengan tuduhan pemerasan.
Namun, tuduhan tersebut dikatakan tidak terbukti karena uang yang dipermasalahkan justru digunakan oleh RM sendiri.
Meski kasus ini sempat memanas, kini kedua pihak dikabarkan sedang menjalani proses negosiasi perdamaian. Jika kesepakatan tercapai, seluruh laporan akan dicabut dan kasus dinyatakan selesai secara kekeluargaan.
“Tadi sudah ada upaya baik untuk berdamai. Kami sedang menunggu jawaban. Kalau sepakat, selesai sampai di sini. Kalau tidak, sidang akan berlanjut,” jelas Lissa.
Kuasa hukum juga menyebut bahwa RM kini mulai menunjukkan perubahan sikap yang lebih tenang dan mengakui kesalahan. Hal ini membuka peluang besar bagi tercapainya penyelesaian damai. TY sendiri kini hanya ingin menutup lembaran lama dan kembali fokus pada anak-anak serta masa depan keluarga.
Selain itu, RM disebut telah menerima sanksi internal berupa pemindahan tugas dan hukuman rotan dari instansinya.
“Klien saya ingin berdamai dan fokus pada kehidupan yang baru. Kalau perdamaian tercapai, semua laporan akan dicabut. Tapi jika tidak, kami sudah siapkan langkah hukum selanjutnya,” tambah Lissa.
TY pun menyampaikan apresiasinya kepada pihak Propam yang dinilai sigap memediasi kedua belah pihak. Kini, baik pelapor maupun terlapor dikabarkan telah sepakat untuk fokus melanjutkan kehidupan masing-masing.
Dengan adanya itikad baik dari kedua pihak, publik berharap sidang etik ini menjadi penutup dari kasus yang telah mencuri perhatian selama berbulan-bulan tersebut.
Keputusan resmi dari sidang etik diperkirakan akan diumumkan dalam waktu dekat. (Hero)