Camelia Panduwinata Lubis Menangis Saksikan Penggusuran Paksa Warga Kebun Sayur, Serukan Aksi Kemanusiaan
TabloidSeleberita – Jakarta, 21 Juni 2025 – Duka mendalam menyelimuti kawasan Jalan Kebun Sayur, RT 6 RW 07, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, setelah ribuan warga digusur secara paksa dari lahan yang telah mereka huni selama puluhan tahun. Penggusuran yang dilakukan oleh sekelompok preman, yang diduga dikerahkan oleh pihak pengklaim tanah bernama Herawati, menyisakan penderitaan bagi sekitar 3.000 jiwa atau 1.500 kepala keluarga.
Artis cantik sekaligus aktivis sosial Camelia Panduwinata Lubis turut hadir di lokasi dan tak kuasa menahan tangis saat melihat langsung kondisi warga pasca penggusuran.
Dalam keterangannya kepada media pada Kamis (20/6), Camelia mengungkapkan kesedihannya melihat anak-anak yang harus bermain di atas puing rumah dan para ibu yang kehilangan segalanya.

“Ini menyayat hati saya. Mereka tidak hanya kehilangan rumah, tapi juga harapan dan rasa aman,” ujar Camelia dengan mata berkaca-kaca.
Camelia pun mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera turun tangan dan membuktikan keberpihakan negara terhadap rakyat kecil. Ia menyinggung janji-janji kampanye yang seharusnya diwujudkan dalam bentuk perlindungan nyata bagi masyarakat.
“Presiden pernah bilang rakyat adalah segalanya. Kalau sekarang rakyat digusur paksa, mana buktinya? Negara harus hadir!” tegas Camelia.
Ia juga mengecam keras kekerasan yang dilakukan oleh para preman, yang disebut-sebut sebagai anak buah Hercules. Bahkan, Camelia menyatakan kesiapannya untuk menggelar aksi besar-besaran ke DPR RI dan Istana Negara bersama warga jika tidak ada tindakan tegas dari pemerintah.
“Ini soal kemanusiaan. Kami siap turun ke jalan. Suara rakyat harus didengar!” tambahnya lantang.
Sementara itu, Pius Situmorang, kuasa hukum warga, menilai bahwa tindakan penggusuran ini bukan hanya melanggar hukum, tapi juga berindikasi pada upaya kriminalisasi warga.
“Mereka yang mempertahankan tanah justru dipidanakan. Ini bentuk penindasan atas nama hukum,” kata Pius.
Seorang warga yang menjadi korban juga menceritakan betapa cepat dan kasarnya penggusuran tersebut terjadi. Ia mengaku memiliki dokumen resmi seperti KTP DKI dan surat penampungan, namun tidak dianggap sama sekali.
“Kami seperti tidak punya hak hidup. Rumah kami dihancurkan, kami dipaksa terima uang yang kami bahkan tidak tahu sumbernya,” keluhnya.
Warga pun berharap agar pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret dalam menangani konflik pertanahan ini dan mengembalikan hak-hak mereka yang telah dirampas secara sepihak.
#CameliaPanduwinataLubis #PenggusuranKebunSayur #KonflikTanahJakarta #Kemanusiaan #PresidenPrabowo #AktivisSosial #JakartaBarat #WargaTergusur #AksiKemanusiaan #Hercules
(Hero)