Tabloidseleberita, Jakarta, 3/1 – LSF (Lembaga Sensor Film) mengklasifikasikan film ‘Puisi Cinta Yang Membunuh ini untuk penonton usia 17 tahun ke atas. Film ini adalah film thriller Indonesia terbaru yang akan tayang 5 Januari 2023 di bioskop.

Film bertutur tentang  Ranum (Mawar Eva de Jongh) yang merasakan ada kejanggalan pada sejumlah kematian yang terjadi di sekitarnya. Ada sosok yang selalu datang dan meneror orang-orang yang berusaha mendekatinya.

Chand Parwez Servia  selaku produser menegaskan, “Sejak lama saya mengenal Mas Garin Nugroho, dan setiap bertemu selalu berencana membuat film bareng yang mempertemukan sisi estetika khas Mas Garin dengan daya tarik minat penonton khas karya Starvision.”

Akhirnya keduanya berkolaborasi ketika Netflix Original Movie pertama dibuat di Indonesia, A Perfect Fit. Garin menulis skenario dan berperan sebagai Production Designer. Semua berjalan menyenangkan, dan jadi karya menarik berkat sentuhannya. Keduanya semakin sering bertemu, hingga akhirnya sebuah sinopsis bergenre horor diberikannya, dan berlanjut jadi script PUISI CINTA YANG MEMBUNUH.

Mengingat kedalaman layer cerita dari scriptnya, Chand Parwest minta Garin jadi sutradara, dan dibantu oleh Azhar Kinoi Lubis sebagai co sutradara yang sebelumnya menyutradarai KAFIR : Bersekutu Dengan Setan, horor perdananya di Starvision.

Lebih dari itu, film ini juga menceritakan proses Ranum mengetahui masa lalunya yang membentuk dirinya hingga sekarang.

Film thriller pertama karya Garin Nugroho ini di adaptasi dari kumpulan puisi cinta yang berjudul Adam, Hawa dan Durian.

Sebelumnya, Garin membuat film Kucumbu Tubuh Indahku yang menghasilkan gelar Sutradara Terbaik pada FFI 2019.

Cerita dari film Puisi Cinta yang Membunuh terinspirasi dari sebuah buku berjudul Adam, Hawa, dan Durina, buku kumpulan puisi yang dikerjakan oleh Garin Nugroho selama 10 tahun.

Film ini menjadi menarik karena merupakan visualiasi dari buku berisi kumpulan puisi.

Sejatinya Garin Nugroho merupakan seorang sutradara senior Indonesia dengan karya-karya yang berkualitas. Beberapa film yang pernah ia produksi adalah Surat untuk Bidadari (1994), Opera Jawa (2006), Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015), dan Kucumbu Tubuh Indahku (2019).

Kali ini Garin mencoba peruntungannya dengan mengerjakan sebuah film bergenre horor thriller fan bBlekerja sama dengan Azar Kinoi. Disini Garin melibatkan rekan kerja yang sudah berpengalaman membuat film horor

Selain menyuguhkan horor dan thriller yang menegangkan, Puisi Cinta yang Membunuh juga menghadirkan unsur musikal di dalamnya. Film ini berkolaborasi dengan musikus Samo Rafael yang akan menggarap bagian musiknya.

Hal tersebut akan memberikan pengalaman menonton yang berbeda dari film-film horor biasanya.

Sang sutradara, Garin Nugroho menegaskan, “Film PUISI CINTA YANG MEMBUNUH merupakan film Horor perdana saya. Inspirasi dari buku puisi saya berjudul ‘Adam, Hawa dan Durian’, namun juga terinspirasi dari fenomena masyarakat tentang trauma healing, berbagai bentuk kekerasan ekstrim hingga mitos tenaga supernatural maupun budaya populer di komik, film hingga radio yang membawakan kisah mistis dan horor.”

Film ini juga menggabungkan fenomena dunia tak terlihat dan terlihat serta aspek rasional dan mistik yang hidup dan menghidupi masyarakat Indonesia.

Film horor ini mengandung unsur thriler dan drama karena berpusat pada perwujudan cinta manusia serta upaya manusia yang selaiu memiliki trauma sekecil apapun yang harus disembuhkan.

Kisah horor ini merepresentasikan tentang tenaga supernatural pada tubuh manusia dan kekerasan yang menjadi sumber dari teror dan horor hidup manusia.

Kisah Ranum yang horor, dan selalu terperangkap kata-kata indah dari laki-laki yang kemudian menghianatinya, yang berakhir dengan kematian mereka oleh sosok misteri.

Drama keluarga Ranum terpilin dalam intrik, situasi puitik dan seketika berubah penuh teror.

Oh, ya. Dalam film ini Ranum diperankan oleh Mawar Eva de Jongh. Kemudian ada juga Baskara Mahendra, Morgan Oey, Raihaanun, dan Ayu Laksmi

Reporter : Hero
Editor      : Maeel