Terlantar Di Thailand, Didit Gugat Traveloka 200 Milyar.

by -

Malang benar nasib yang dialami oleh sahabat Roy Marten yakni Didit Wijayanto Wijaya atau yang akrab dipanggil Didit ini, liburan tahun baruan 2018 yang direncanakan bersama rekan – rekannya di Phuket Thailand ini menjadi sebuah bencana. Voucher hotel Park Eden Patong yang dipesannya lewat Traveloka ternyata tidak berlaku sehingga Didit pun terlantar di Thailand.

Didit Dan Roy Marten saat memberikan keterangan kepada awak media.


“Kalau dibilang terlantar ini lebih dari terlantar, terlantar plus plus, 1 Januari di negara orang bertiga bawa koper habis belanja di Bangkok. Jarak antara airport dengan Phuket pantai 1 jam. Saya sempat kebingungan ya kita ngemper dulu di cafe hotel, plus saya pun harus kehilangan tas kecil saya yang berisi Handphone dan dokumen – dokumen di taxi. Karena saat itu lagi high season”, ujar Didit di Citrus Cafe Tebet, Jum’at (05/04/2019).


“Saya ada rekaman saya bicara dengan pemiliknya. Yang akan dijadikan barang bukti, karena pihak manajemen hotel yang baru, tidak merasa bekerjasama dengan Traveloka”, tambah Didit.


Didit pun mengatakan kejadian tersebut bukan kali pertama yang dia alami lewat aplikasi Traveloka.


“Ini merupakan kejadian yang kedua kali yang saya alami karena Traveloka. Kejadian yang pertama pada september tahun 2017 kita sudah pesen vouchernya lewat Traveloka ternyata tidak ada nama kami, saya berdua waktu itu”, tambah Didit.


Kejadian yang kedua ini terjadi karena atas rekomendasi sahabatnya Didit yakni Roy Marten untuk menggunakan aplikasi Traveloka. Hal itu pun diakui Roy Marten dikesempatan yang sama.


“Saya merasa bersalah untuk mas Didit, untung tidak meminta ganti rugi ke saya. Karena saya setengah memaksa daripada ribet pake Traveloka aja. Traveloka kan sebuah perusahaan besar tidak mungkinlah mereka mengecewakan kliennya. Tau nya kurang bagus”, tegas Roy Marten.


Sempat komplain dari Thailand, pihak Traveloka akan mengurus kesalahan yang diakui pihak mereka. Sampai akhirnya rombongan Didit kembali ke Indonesia, sempat terjadi beberapa kali pertemuan.


Namun apresiasi yang diberikan, bagi pihak Didit berupa pengembalian dana 100 persen dan penggantian penginapan pada periode 1-4 Januari 2018 dirasa tidak sesuai dengan kesalahan dan dampak yang terjadi akibat e-Voucher tidak bisa diterima pihak hotel. Didit pun telah melaporkan Traveloka.


“Kemarin sudah kami laporkan ke Polda Metro untuk tindak pidana perlindungan konsumen. Dan kita ada rencana juga mengajukan gugatan perdata karena ada kerugian materiil dan immateriil. Traveloka kan sudah perusahaan Unicorn tidak boleh memperlakukan seenaknya”, cetus Didit.


“Gugatan materiilnya 2 – 3 M, sedangkan Immateriilnya antara 100 – 200 Milyar”, pungkas Didit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *