Percofia Pictures, Industri Kreatif yang Lahir Dari Obrolan ‘Warung Kopi’

by -

tabloidseleberita.com, Masa Pandemi di tanah air sepertinya memang belum jelas status kesudahannya. Apalagi jika melihat dari angka penyebaran virus Covid 19 yang terus melonjak. Hal ini membuat Pemerintah masih terus tarik ulur membuat skema peraturan protokol kesehatan.

Keadaan seperti ini jelas sangat mengganggu bangkitnya sendi perekonomian di berbagai sektor. Salah satu yang jelas terkena imbasnya adalah sektor industri kreatifitas.

Kendati demikian masa pandemi tetap saja tidak menghambat kehadiran PT Percofia Media Nusaphala lewat Percofia Pictures untuk terlibat memberikan rekam jejak di industri kreatifitas tanah air.

“PH ini adalah mimpi bersama kami yang idenya lahir dari ‘warung kopi’ yang sekarang ini juga lewat pak Ardi sebagai Dirut kami dibawa ke Notaris untuk meresmikan legalitasnya. Jadi sebenarnya wabah Covid 19 ini bukan menjadi halangan buat kami berkreatifitas melahirkan karya-karya terbaik kami. Cintailah proses bukan protes. Orang pintar butuh proses bukan protes,” ucap Boy Horizontal selaku Direktur Pengembangan Usaha dan Marketing, saat ditemui usai melakukan syukuran dikantornya dikawasan Ciracas, Jakarta Timur, belum lama ini.

Sementara itu meski berstatus PH baru tetapi Tarmizi Abka selaku Direktur Operasional mengaku sangat optimis bisa memberikan karya terbaiknya di industri kreatif tanah air yang memang masih mengalami ‘up and down’ akibat terkena imbas dari situasi pandemi Covid 19.
Keyakinan Tarmizi atas kehadiran Percofia Pictures tersebut ada dasarnya. Dia menyebutkan dalam waktu dekat ini sudah ada beberapa proyek yang akan dikerjakan. seperti film biografi, layar lebar, support konten acara TV nasional, iklan dokumenter dan lainnya.

“Dalam waktu dekat ini kita lagi garap proyek film judulnya ‘Mimpi Matahari’, sedang running. Ada juga film 10 Biografi orang ternama di Indonesia. Kuis, support kontent buat acara TV swasta nasional, dan ada beberapa lainnya,” sebut Tarmizi.

Keyakinan Tarmizi lainnya adalah, bahwa sekarang ini dirinya yang sudah malang melintang di industri kreatif tanah air yak perlu merasa khawatir untuk saluran atas karya yang dibuatnya.

Dia menegaskan sekarang ini dengan keadaan yang sudah terdigitalisasi Bioskop bukan lagi menjadi saluran utama yang bisa menyiarkan film.

“Kalau bioskop sudah nggak lagi bisa nampung film. Tapi kita tetap diuntungkan hidup di jaman digital seperti sekarang ini. Kita putar aja di Netflix, Maxxstream, youtube dan lainnya. Karena bioskop sendiri memang kendalanya tidak sampai ke pelosok. Sementara sekarang ini hampir semua orang terkoneksi dengan smartphone,” ujarnya.

Hal ini juga yang membuat Tarmizi berkeyakinan untuk me-recreate webseries berdasarkan dari cerita ‘kalam kalam langit’ salah satu filmnya di 2016 yang pernah sukses dengan versi yang lebih lama durasinya dengan judul baru.
“Web series ini sebenernya karena banyak permitaaan dari teman-teman santrinya NU. Hal lain karena bioskop yang tak bisa masuk sampai ke pelosok,” kata Tarmizi.

Tarmizi juga berharap kehadiran Percofia Pictures juga bisa menggandenga banyak pihak ataupun pelaku industri kreatif lainnya untuk bisa saling bersinergi dan berkolaborasi untuk melahirkan karya-karya kreatifitas yang lebih baik lagi.

“kedepannya saya berharap bisa berkolaborasi dengan banyak pihak pelaku industri kreatif seperti conten creator, youtuber dan banyak produser lainnya untuk bisa menciptakan karya lainnya yang tak sebatas hanya di film saja. Bisa juga iklan, dokumenter dan lainnya,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *