Peran Jurnalis Tak Tergantikan di Era AI, Dahlan Dahi Ingatkan Ancaman Hilangnya Kontrol Sosial

0

JAKARTA, TabloidSeleberita.com – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin pesat dinilai membawa perubahan besar dalam industri media. Namun, di tengah disrupsi tersebut, peran jurnalis tetap dianggap krusial sebagai pengendali arus informasi.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers, Dahlan Dahi, dalam acara Showcasing Google AI Tools di Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Menurut Dahlan, kemajuan teknologi, khususnya AI yang dikembangkan oleh Google, telah mengubah secara signifikan cara masyarakat mengakses dan mengonsumsi informasi. Kini, publik tidak lagi sekadar mencari informasi melalui tautan, tetapi langsung mendapatkan jawaban instan yang telah diolah oleh sistem.

“Perubahan ini sangat mendasar. Dulu kita berbasis link, sekarang berbasis jawaban,” ujar Dahlan.

AI Percepat Disrupsi Industri Media

Dahlan menjelaskan, perubahan lanskap media yang sebelumnya dipicu oleh internet kini semakin dipercepat oleh kehadiran AI. Jika internet membutuhkan waktu puluhan tahun untuk mengubah industri media, AI diperkirakan mampu melakukan hal serupa dalam waktu jauh lebih singkat.

Ia menilai, teknologi ini telah membuka akses luas bagi siapa saja untuk memproduksi dan menyebarkan informasi, yang sebelumnya hanya bisa dilakukan oleh institusi pers dengan sumber daya besar.

“Sekarang semua orang bisa menjadi produsen informasi. Ini adalah disrupsi terbesar dalam sejarah media,” katanya.

Jurnalis Tetap Jadi Pilar Kontrol Sosial

Meski demikian, Dahlan menegaskan bahwa ada fungsi yang tidak bisa digantikan oleh teknologi, yakni peran jurnalis sebagai pengawas sosial.

Dalam pandangannya, jurnalisme memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan informasi serta memastikan adanya mekanisme koreksi dalam kehidupan publik.

Tanpa kehadiran jurnalis, masyarakat berisiko kehilangan sistem pengawasan yang penting terhadap kekuasaan maupun dinamika sosial.

“Kalau tidak ada kontrol sosial, maka tidak ada mekanisme koreksi dalam masyarakat. Ini bisa berbahaya,” tegasnya.

Minat Profesi Jurnalis Menurun

Dahlan juga menyoroti tantangan lain yang dihadapi industri media, yaitu menurunnya minat generasi muda terhadap profesi jurnalis. Kondisi ini dinilai dapat berdampak serius terhadap keberlanjutan fungsi pers di masa depan.

Menurutnya, jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin peran penting jurnalis dalam menjaga kualitas informasi akan semakin melemah.

AI Jadi Peluang, Bukan Ancaman

Di sisi lain, Dahlan melihat kehadiran AI juga membawa peluang bagi jurnalis untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja. Dengan pemanfaatan yang tepat, teknologi ini dapat membantu proses pengolahan data hingga penyajian informasi.

Namun, ia menekankan bahwa kendali utama tetap harus berada di tangan manusia.

“Kita harus memastikan manusia tetap menjadi pengendali, bukan mesin,” ujarnya.

Dukungan Google untuk Ekosistem Media

Dalam kesempatan yang sama, Google memperkenalkan berbagai inovasi berbasis AI yang ditujukan untuk mendukung ekosistem media dan kebutuhan informasi masyarakat.

Dahlan mengapresiasi langkah tersebut karena dinilai dapat membantu meningkatkan kualitas informasi, sekaligus mendorong praktik jurnalisme yang lebih baik di era digital.

Acara ini turut dihadiri berbagai pelaku industri media, jurnalis, serta pemangku kepentingan yang membahas masa depan jurnalisme di tengah derasnya arus teknologi AI. (Hero)

Leave A Reply

Your email address will not be published.