Pengalaman Aa Reza Saat Berkurban Dan Koma 4 hari.

by -

tabloidseleberita, – Idul Adha adalah hari raya umat muslim di seluruh dunia yang biasanya ditandai dengan menyembelih hewan kurban berupa kambing hingga sapi bagi yang mampu.

Demikian halnya yang dilakukan oleh Ustadz H. Ahmad Faisal Reza atau yang akrab di panggil Aa Reza ini. Ditemui saat berkuban di kediaman pribadinya Aa Reza berbagi pengalaman berkurban ditengah pendemi Covid 19 hingga pegalaman spiritual saat mengalami koma selama 4 hari.

“Alhamdulillah hari ini menyembelih hewan kurban dari jemaah dan keluarga. Siapa yang mampu berkurban ya berkurban. walaupun dalam kondisi Covid begini ada beberapa yang dikasih kelebihan dari Allah untuk berbagi untuk fakir miskin dan kaum dhuafa” ujar Aa Reza di kediamannya saat Idul Adha (31/7) lalu.

“Alhamdullillah setiap tahun ada kurban, kumpulan dari jemaah dan keluarga dengan tempat seadanya di rumah Aa. Karena sapinya banyak dan ada permintaan dari keluarga dan jamaah maka berkurban pas hari Idul Adhanya jadi 2 sapi didahulukan”, tambah Aa Reza

“Alhamdulillah yang terkumpul 6 sapi dan 9 kambing ada peningkatan, tahun lalu 4 sapi”, sambungnya.

Aa Reza mengatakan bahwa kondisi covid ini malah orang banyak yang korban namun tetap dengan protokol kesehatan.

“Ada yang satu keluarga satu sapi, kalau Aa sendiri kambing tahun lalu sapi” terang Aa Reza.

“Makna Idul Adha itu berkurban , berkurban itu mendekatkan diri kepada Allah untuk mencapai ketakwaan” jelas Aa Reza.

Masih dikesempatan yang sama Aa Reza juga membagi pengalaman spiritualnya saat mengalami koma akibat kecelakaan motor yang dialaminya beberapa waktu lalu.

“Alhmdulillah sudah berjalan 8 bulan (pemulihan) namun harus istirahat lagi 2 bulan karena ada insiden kecil”, papar Aa Reza.

“Kecelakannya di Purwokerto saat touring 170 orang ke lombok, menghindari teman yang jatuh namun nggak sempat lagi akhirnya terbang ke tumpukan bambu, patah tulang bahu kiri dan tulang paha. Ada paha ketusuk bambu. Alhamdulillah diuji sama Allah, kunci pertolongan Allah itu sabar”, imbuhnya

“Alhamdulillah dikasih kesempatan sama Alllah untuk merasakan sakitnya patah tulang, dioperasi seperti apa. Mungkin karena saya sering ngomong sama orang – orang akhirnya saya diuji sama Allah. Pas saya sendiri diuji ya saya harus sabar”, cetus Aa Reza.

Aa Reza pun mengatakan bahwa dirinya sempat mengalami koma dan juga mengalami pengalaman spiritual.

“Aa sempat koma 4 jam, Alhamdulillah Allah masih dibawa balik lagi. Aa dibawa ke alam sana ketemu dengan orang – orangnya yang muka2nua bersih dan bersinar dan saya ketemu dengan guru saya yang masih hidup. beliau tersenyum Aa tersenyum eh langsung bangun lagi kayak ada doa dari guru untuk saya masih hidup dan bermanfaat bagi umat”, cerita Aa Reza.

“Enggak kapok malah mau naik motor lagi. Naik motorkan niatnya dakwah”, jawab Aa Reza saat ditanya apakah dirinya trauma.

Semetara itu James salah satu kerabat Aa Reza dikesempatan yang sama memaparakan alasan dirinya ikut berkurban.

“Karena memang sudah syariatnya ya kita berkurban. Dikala kita ada kelebihan sedikit maka kita berbagi untuk yang lain. Sampai ke NTT pun yang memerlukan pernah kita kirim, tahun ini 1 sapi satu kambing”, jelas H. James Ibrahim.

“Banyak orang – orang yang menhalami kesulitan namun masih banyak orang yang mau berkurban ini merupakan moment bagi kita berarti kualitas keimanannya. Jadi harus tetap semangat, mudah – mudahan urusan pandemi ini selesai, Allah angkat itu segala kesusahan kita dan kita berharap semua sudah mulai memikirkan urusan akheratnya dan kita berharap kepada Allah kita semua bisa melewati ujian ini dengan baik”, tegas Aa Reza.

“Dan Inshaa Allah semuanya diberikan kekuatan oleh Allah untuk bisa mampu menjalankan ibadah dengan sekuat tenaga salah satunya berkurban dan Insha Allah kita semua diridhoi oleh Allah Subhanahu Wattaalla, Aamiin”, pungkas Aa Reza.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *