“Pandangan Pertama, Tribute to A. Rafiq”: Konser Penghormatan untuk Sang Legenda Dangdut yang Jadi Simbol Keberagaman Musik Indonesia
TabloidSeleberita – Jakarta, 24 Oktober 2025 – Dunia musik Indonesia kembali menoleh pada sosok legendaris yang tak lekang oleh waktu.
Melalui konser bertajuk “Pandangan Pertama, Tribute to A. Rafiq”, para insan musik Tanah Air bersatu untuk mengenang dan merayakan warisan musikal dari maestro dangdut, A. Rafiq, sang pendobrak yang mengubah wajah musik dangdut Indonesia.
Konser penghormatan ini akan digelar pada Selasa, 28 Oktober 2025, sebagai bentuk apresiasi terhadap perjalanan panjang dan pengaruh besar A. Rafiq dalam dunia hiburan Indonesia. Acara ini diinisiasi oleh komunitas musik dangdut dan mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan apresiasi mendalam terhadap acara tersebut.
“A. Rafiq adalah pionir musik dangdut Indonesia. Ia telah membuka jalan bagi generasi berikutnya dan membawa warna unik dalam musik rakyat. Konser ini bukan sekadar penghormatan, tapi juga perayaan atas keberagaman musik dangdut yang hidup dan berkembang hingga kini,” ujar Fadli Zon dalam konferensi pers di Kementerian Kebudayaan, Jumat (24/10).
Konser “Pandangan Pertama, Tribute to A. Rafiq” akan menampilkan sejumlah nama besar dalam industri musik dangdut, mulai dari Rhoma Irama, Elvy Sukaesih, hingga penyanyi muda generasi Z yang siap membawa semangat baru bagi genre ini.
Fadli Zon menambahkan, bahwa dangdut merupakan bentuk “soft power” Indonesia di mata dunia, sejajar dengan musik Bollywood dari India atau K-Pop dari Korea Selatan.
“Kami ingin musik dangdut menjadi ‘Dangdut Wave’ yang mendunia, seperti halnya K-Pop. Ini adalah bagian dari identitas dan kebanggaan nasional,” imbuhnya.
Sementara itu, Elvy Sukaesih, sahabat sekaligus rekan duet A. Rafiq, turut membagikan kenangannya bersama sang legenda.
“Belum ada yang bisa menggantikan sosok A. Rafiq. Suaranya khas, tinggi, dan punya karakter kuat. Saat berduet, kami selalu bisa menyatu tanpa banyak latihan,” tutur Elvy mengenang.
Ia juga sempat mengingat momen-momen istimewa saat membawakan lagu-lagu populer bersama A. Rafiq seperti “Dari Mata Turun ke Hati” dan “Sengol-sengolan”. Bagi Elvy, A. Rafiq adalah sosok yang tak hanya berbakat, tetapi juga membawa pesona khas seperti aktor film India yang ia kagumi.
Menariknya, konser penghormatan ini tidak dijual bebas untuk publik. Tiket hanya tersedia melalui undangan khusus. Namun, bagi penggemar setia A. Rafiq, ada kesempatan istimewa untuk hadir melalui kompetisi di akun Instagram resmi “Pandangan Pertama, Tribute to A. Rafiq”.
Pemenang kompetisi tersebut akan mendapatkan undangan eksklusif untuk menyaksikan konser bersejarah ini secara langsung.
Melalui konser “Pandangan Pertama, Tribute to A. Rafiq”, Indonesia tak hanya mengenang karya sang maestro, tetapi juga mengukuhkan dangdut sebagai warisan budaya yang terus hidup, menyatu, dan berkembang dalam semangat keberagaman musik Nusantara. (Hero)