Padi Reborn Pencapaian 12 Tahun Untuk ‘Indera Keenam’

by -

tabloidseleberita.com, Padi Reborn punya album baru judulnya ‘Indera Keenam’ berbeda dengan album sebelumnya di album barunya kali ini ada aransement dan komposisi musik versi aksutik dengan penyajian yang ringan. Tak ada lagi terdengar hentakan keras dari sang drummer, Yoyo. Komposisi gesekan melodi dari Piyu juga terdengar lebih ringan.

Indera Keenam berisi delapan lagu, terdiri dari satu lagu baru berjudul Kau Malaikatku yang sebelumnya telah dirilis, dan tujuh lagu lainnya adalah lagu lama yang diaransemen ulang. Setiap lagu dikonsep akustik dengan balutan string sentuhan Denny Casmala sebagai Co-produser.

“Setelah bekerja sama kami merasakan cocok sekali sama Denchas (sapaan Denny Chasmala). Dengan pribadinya, sense of musicnya, sangat cocok. Beliau juga sabar banget mengaspirasi pikiran kami, saya dan Piyu yang main gitar. Bersyukur bisa kerjasama sama Dencas,” kata Ari, gitaris Padi Reborn.

Selain itu, Fadli sang vokalis Padi Reborn mengatakan kenyamanannya bisa bekerjasama dengan Denny Chasmala. Apalagi penggarapan album ini dengan format akustik.

“Yang mengaransemen lagu-lagu Padi secara akustik. Selama latihan sampai konsernya enak banget, kami puas, dan chemistry sama Denchas nggak sekedar project tapi secara musikal nyambung banget, kata Fadli. 

Kelahiran album Indera Keenam di bawah naungan Sony Music Entertainment Indonesia (SMEI) ini sekaligus menjadi pembuktian eksistensi Padi Reborn di belantika musik tanah air. Jelas tidak mudah bagi Fadly cs untuk kembali ke puncak industri musik sejak mereka nonaktif dan kemudian bersatu kembali pada 2017 dengan membawa bendera Padi Reborn.

“Album Indera Keenam punya makna yang sangat mendalam. Ini adalah ‘new blood’ bagi eksistensi Padi Reborn di industri musik Indonesia. Bahwa Padi Reborn masih ada dan akan terus berkarya,” kata Fadly.

Piyu menyebutkan, kehadiran konsep baru di album ‘Indera Keenam’ adalah untuk penyegaran, apalagi semenjak band itu vakum merilis album lebih dari satu dekade.

“Kami ingin menyajikan hal yang baru. Secara komposisi memang lebih sederhana, formatnya akustik. Berbeda dengan lagu-lagu kami sebelumnya,” jelas Piyu saat peluncuran album ‘Indera Keenam’ di Plaza Indonesia, Jumat (25/10).

Piyu juga menambahkan bahwa Padi Reborn ingin menyasar kalangan yang lebih luas.

“Kami merasa kalau kita bawakan lagu kencang, mereka perlu adaptasi. Sehingga perlu sebuah jembatan untuk menyasar mereka. Kita tidak hanya berhadapan dengan Sobat Padi tapi perlu kalangan yang lebih luas makanya dengan membuat aransement baru seperti ini,” ujarnya.

“Ketika kita putuskan untuk reborn (pada 2017) kita siapkan album baru yang fresh. Mulai dikerjakan tahun lalu. Setelah perjalanan waktu, kita melihat ternyata animo generasi milenial itu besar banget. Mereka undang kita ke acara pensi, termasuk datang ke konser besar kami,” sambung Piyu.

Sementara Denny Chasmala mengatakan, bahwa tak mudah untuk menggarap album teranyar Padi Reborn. Namun hal tersebut dijadikan sebuah tantangan. 

“Kalau milih lagu saya dapat pr banyak. Dikasih lagu yang (tempo) kencang-kencang. Tapi saya banyak belajar dari bos rekaman, bikin lagu yang sesuai lirik. Jadi saya baca liriknya, nggak dengerin lagu aslinya,” ucap Denny Chasmala. 

Album Indera Keenam menjadi salah satu bukti eksistensi Padi Reborn dalam dunia musik. Berikut beberapa lagu yang disuguhkan Padi Reborn pada album anyarnya yakni “Menanti Sebuah Jawaban”, “Disini Tanpamu”, “Ketakjuban”, “Angkuh” dan “Kau Malaikatku”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.