Mitha ‘The Virgin’ Minder Saat Tampil Bersama Black Campagne

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

TabloidSeleberita.com, Mitha ‘The Virgin’ dan DJ Citra menawarkan rasa baru dalam industri musik nasional yakni ‘Black Champagne’. Keduanya tampil beda lantaran dalam format Live PA (Live Performance Appearance) dan duo disc jockey (DJ) di acara ‘The Color Of Pop 2017’ Nagaswara.  Mereka juga disebut-sebut layaknya ‘The Chainsmokers’ nya Indonesia.

Kendati membawakan lagu bergenre electronic dance music (EDM), ‘Black Champagne’ enggan disebut sebagai duo group musik elektronik. Mereka lebih senang disebut sebagai duo yang membawakan musik pop elektronik. “Iya karna kita kan nggak full bawain EDM yang ajib-ajib banget. Kalau kata mas Dhani, duo ini lebih cocok disebut EPM (electronic pop music),” ujar Mitha, kawasan Terrace Cafe, Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Sementara Citra yang female DJ mengatakan, kalau musik mereka bisa dibilang lebih ke “tropical house”, sebuah sub-genre dari “house music”. Yang dalam karyanya lebih banyak memilih menggunakan Bahasa Indonesia ketimbang Bahasa Inggris. “Ya dari segi liriknya sendiri DJ-DJ di Indonesia kan ngeluarin lagu liriknya Bahasa Inggris, dan mereka featuring. Kalau kita itu liriknya Indonesia supaya mudan disimak dan dinyanyikan,” timpal Citra.

Lewat lagu “Jangan Gitu Dong”, karya mereka juga masuk dalam album “The Color of Pops” yang dirilis oleh Nagaswara. Dalam album, tampak sekali musik ‘Black Champagne’ memang lebih kerasa pop elektronik. Tak hanya mereka berdua dalam album tersebut, ada pula 4 artis lainnya yakni solois Alpha Syah lewat single “Darling”, solois wanita Dilza lewat single “Jangan Pernah Selingkuh”, duo RizaVito lewat single “Gara-Gara Cinta”, dan grup band Annandra lewat single “Pergi Sana Pergi”.

Sayangnya ada hal utama yang membuat Mitha jadi grogi ketika tampil bersama DJ Citra, di Black Champagne. Pasalnya, Mitha harus bernyanyi tanpa ditemani gitar yang sudah identik dengannya.

Ditambah lagi, Mitha sadar tidak memiliki bentuk tubuh yang aduhai. Sementara konsep yang mereka usung duo DJ live PA, biasanya menampilkan perempuan bertubuh aduhai.

“Minder, merasa suaranya pas-pasan, body nggak seksi. Kalau di atas panggung apa sih bentukannya gini. Banyak banget faktor yang bikin grogi karena nggak ada gitar,” ungkap Mitha,

Oleh karena itu, lanjut Mitha, duo ‘Black Champagne’ kedepannya memang tidak akan pernah tampil dengan busana seksi di setiap aksinya. Justru lewat project ini Mitha ingin menepis stigma negatif tentang DJ perempuan.

“Imej orang di luar sana ke DJ cewek itu lebih jual tampang dan jual body. Semakin kebuka bodynya semakin laku. Black Champagne mengedepankan karya dari sekadar jual body dan tampang,” tegas Mitha.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

62 + = 70