Migi Rihasalay Karyanya Identik Penuh Warna-Warni Bagai Pelangi Sehabis Hujan

by -

tabloidseleberita.com, Belum lama ini Desainer Migi Rihasalay sempat membuat masker bersketsa bola dunia yang berteteskan airmata. Karyanya tersebut jelas mengundang perhatian banyak orang.

Menurutnya ‘Simbol tersebut didesain menggunakan sketsa tangan pada 30 Maret 2020, sebagai bentuk kesedihannya diawal Maret saat nyaris seluruh Indonesia harus ‘dirumah saja’, bahkan nyaris seluruh dunia juga mengalami.

Tidak berhenti sampai disitu, saat kami mengunjungi kediamannya dikawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Selasa (21/7/2020) Migi juga memperlihatkan enam busana (dress) sebagai karya teranyarnya yang penuh dengan warna-warni bak pelangi.

Menurutnya warna warni tersebut jadi identitas dirinya dalam berkarya. Susunan warna pelangi seperti merah,orange, kuning,hijau, biru dan ungu jelas banyak memberikan makna tersendiri untuk dirinya dalam berkarya.

“Buat saya pelangi itu seperti menggambarkan selalu ada harapan dan optimisme ditengah persolan yang sedang kita hadapi. Terlebih disituasi dan kondisi seperti sekarang ini. Banyak orang putus harapan, patah arang, dan kehilangan semangat. Tapi kalau saya sendiri melihat selalu ada pelangi sehabis hujan. Artinya selalu ada jawaban disetiap persolan, makanya kita harus selalu optimis. Itu pesan yang mau saya sampaikan melalui setiap desain baju yang saya buat,” jelas pengagum Anne Avantie ini.

Untuk keperluan konser, Ayu tingting juga sempat mengenakn karya dari Migi Rihasalay

Migi juga terus mengeksplor kemampuan dirinya dengan karya-karya terbarunya. Migy berupaya mewujudkan desain berbentuk dress ini dalam waktu dekat.

“Desain ini bertema senja. Saya dapatkan saat merenung di akhir waktu transisi antara siang dan malam. Dalam desain ini, teknik pembuatannya agak sulit karena harus tepat. Desain ini dibuat menggunakan teknik brush dan painting, dimana kuantitas air dan cat yang harus tepat karena jika tidak warna yang dihasilkannya juga tidak akan tepat” sebut Migi.

Seperti diketahui diluar negeri karya Migi Rihasalay juga sempat dipamerkan di acara bertajuk The Biggest Festival di Sidney, Australia. Didalam negeri lulusan Esmod Jakarta ini juga sempat memamerkan karyanya di Jember Fashion Carnaval, Indonesia Fashion Week, Bali Fashion Festival dan lainnya.

Keluarga Ruben Onsu (The Onsu Family) salah satu yang pernah memakai karya Migi Rihasalay

Karya busana Migi juga pernah dikenakan Artis seperti Ayu tingting, keluarga Ruben Onsu, Susi Ngapak, Jenny Cortez, Peserta LIDA Indosiar dan lainnya.

Selain disibukkan dengan pembuatan karyanya. Migi juga pinya mimpi untuk mengangkat kehidupan anak-anak Indonesia supaya menjadi lebih baik yakni dengan membuka free school yang ditujukan untuk anak-anak yang mempunyai bakat seperti melukis, membatik, atau bakat seni (kreatifitas) lainnya supaya bisa tersalurkan dengan baik.

Migi meyakini bahwa anak-anak itu adalah ibarat biji (bibit) yang harus dirawat biar tumbuh. Bagamaina sebuah negara ini bisa maju, semuanya itu dilihat bagaimana dari cara merawat dan mendidik anak anak bangsanya. Dimana hal tersebut dipengaruhi oleh almarhum Desainer, Dynand Fariz, yang juga sebagai penggagas sekaligus pendiri Jember Fashion Carnaval yang mulai diselenggarakan pada tahun 2003 lalu.

“saya meyakini, apapun yang dipupuk sejak kecil, pasti akan menjadi pohon yang menghasilkan buah yang baik, jika di tanam dengan benih yang baik,” jelasnya.

Diketahui Migi juga sedang terlibat dalam sebuah proyek renovasi sejumlah rumah joglo yang kondisinya sudah rusak di Tanjung Lesung, Banten.

“Saya rebuild kembali kumpulan rumah joglo yang saya sebut Kampoeng Joglo ini akan berisi rumah joglo dari Jepara, Pati dan Demak. Rumah-rumah joglo ini nantinya akan dijadikan salah satu peninggalan budaya Jawa,” terangnya.

Dalam berkarya Migi Rihasalay juga kerap bereksplorasi dengan menggunakansisa potongan kain. Dirinya berprinsip segala sesuatu yang tersisa itu masih bisa dijadikan (dikreasikan) sebuah karya

Salah satu rumah joglo tersebut rencananya akan dijadikan ruangan aktivitas untuk anak-anak belajar sambil bermain yang akan menginisiasi aktivitas pengenalan budaya Indonesia.

“Ini juga berkaitan dengan persiapan program free school tadi. Nantinya akan ada alat-alat membuat kerajinan tangan, seperti melukis, membatik dan pottery (tembikar) membuat seni dari tanah liat,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *