Jakarta, swarabhayangkara.com – Tak mudah memproduksi film anak karena beragam aspek yang saling berkait. Faktanya, film drama musikal keluarga memang jarang disentuh rumah produksi filman tanah air. Tapi patut di ingat ada juga film anak yang berhasil.bahkan fenomenal semisal , Laskar Pelangi.

Dan kini film genre tersebut akan kembali diangkat ke layar lebar oleh Connection Film yang berkolaborasi dengan Sanggar Bintang Kecil. Keduanya bersepakat untuk memproduksi film anak Indonesia.

Conection film dan Danggar Bintang Kecil membuka Audisi Terbuka dengan kriteria umum, yaitu berusia 3-52 tahun, berdomisili diutamakan di Jabodetabek dan bersedia berkomitmen pada jadwal produksi sampai dengan awal tahun 2024.

Selain itu, calon peserta harus bisa bermain peran, menyanyi dan menari. Mereka juga wajib follow dan tag akun Instagram Bintang Kecil dan Connection Film.

Selanjutnya bagi mereka yang lolos audisi online melalui video, akan mengikuti audisi langsung offline pada 13-15 Oktober 2023.

Semua persyaratan, form pendaftaran dan ketentuannya bisa dilihat di medsos dan Instagram Connection Film dan Bintang Kecil.

“Latar belakangnya ingin memproduksi karena kami berusaha memberikan sesuatu yang lain. Sebuah tontonan sehat dan menghibur serta memperkenalkan warna baru kepada anak-anak tentang budaya Indonesia,” kata CEO dan Founder Bintang Kecil, Melia Lustojoputro saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (27/9).

Dengan hadirnya film drama musikal ini, pihaknya berharap bisa mengisi kekosongan film anak-anak.

“Kami sudah memperhitungkan semua, termasuk tantangan-tantangannya. Tapi yang pasti ada juga stakeholder yang mensupport, jadi kita cukup optimis. Yang penting proses baik maka hasil akan baik,” tutur Melia.

Lanjut Melia, rencananya film ini mulai syuting dan produksi pada awal tahun 2024. Mengenai siapa artisnya, panitia akan melihat kualitas dan skill para peserta yang lolos audisi.

Mereka juga belum berani mengabarkan apakah ada artis terkenal yang bakalan ikut casting, mengingat saat ini audisi sedang berjalan.

“Kami berharap menemukan bibit unggul melalui audisi umum ini. Asal teman-teman punya komitmen, bisa akting doang ga bisa menyanyi dan menari, tapi punya potensi akan kita ikutkan film layar lebar. Jadi di sebuah film itu ada kebutuhan, kebutuhannya seperti apa,” kata CEO Connection Film, Vincent Mancahaya.

Vincent juga masih merahasiakan judul film dan siapa sutradara dan direkturnya. Rencananya, setelah audisi umum berakhir, pihaknya baru akan mengumumkan secara detail.

Adapun untuk lagu-lagu, pihaknya sudah bekerjasama dengan sebuah label dengan menyiapkan 14 lagu anak Indonesia.

Pada kesempatan itu, Seto Mulyadi atau Kak Seto yang hadir dalam press conference, mengapresiasi rencana produksi film drama musikal anak ini. Dia bahkan ikut mendorong anak-anak Indonesia untuk mencintai budaya bangsa.

“Ini hal yang sangat baik. Mari sama-sama kita dukung pembuatan film ini. Mereka butuh film-film yang menyajikan lagu-lagu, musik dan drama dari akar budaya bangsa kita. Hal ini penting bagi anak-anak kita agar anak tetap membumi, tidak terpengaruh budaya luar yang negatif. Karena saat ini pengaruh budaya luar sangat deras melalui media sosial. Kita rindu lagu-lagu anak,” tutur Kak Seto

Vincent menambahkan lagi, ” Kita produksi film ini untuk keriangan anak anak Indonesia,” pungkasnya.

Reporter : Hero

Editor     : NM