Tabloidseleberita – Jazz Gunung Slamet 2024 sebagai pembuka rangkaian Jazz Gunung Series 2024 telah terselenggara malam tadi (11/5) di Bumi Perkemahan Palawi, Wana Wisata Baturraden, Banyumas, Jawa Tengah. Dibuka oleh penampil Cresensia Naibaho, penyanyi jazz muda asal Yogyakarta yang tampil dengan mood ceria dan interaktif dari pilihan fesyen penuh warna yang dipilihnya.

Setelahnya, Borderline feat. Nita Aartsen tampil dengan sangat baik. Dibuka dengan lagu daerah Betawi, Jali-Jali, alunan berkomposisi jazz begitu terasa. Sepanjang pertunjukan dengan set list 5 lagu, permainan harmonika dari Rega Dauna memberikan corak yang mendominasi dan berkesan.

Hujan deras sejak siang tak menyurutkan Jama’ah Al-Jazziyah untuk datang. Totalnya mencapai 1500-an orang. Mereka berasal dari sekitar Banyumas dan luar kota. Acara pun terpaksa baru dimulai menunggu hujan reda pukul 19.15 WIB dari yang semula dijadwalkan pukul 15.30 WIB.

Penonton yang didominasi anak-anak muda ini merapatkan barisan depan panggung. Seperti biasa, panggung Jazz Gunung yang didekorasi dengan bambu ini selalu dibuat
tak berjarak antara penampil dan penonton. Kejutannya, mereka ikut bernyanyi bersama
saat Mus Mujiono dan Ermy Kullit beraksi setelah band jazz Purwokerto, Langthiep and The Boy Friends tampil.

Dibuka dengan hits Puncak Asmara, Nono, begitu akrab ia disapa, diiringi trumpet dan trombone membuat sajian musiknya malam tadi terasa “menyala”. Setelah lagu Keraguan, giliran Ermy Kullit yang menginvasi panggung Jazz Gunung Slamet 2024 dengan tembang Pasrah, Standby Me (cover version Ben E. King), dan Kasih.

“Ini yang datang pada muda-muda mahasiswa ya, biar dapat tiketnya yang murah,” guyon Ermy yang ditanggapi gelak tawa penonton. “Ini lagu saya rekam tahun 1988, belum pada lahir ya?” Kelakarnya sambil membuka lagu Pasrah diiringi tepuk tangan dan koor dari penonton.

Line up lintas generasi sengaja dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan audience kota Purwokerto yang dijuluki sebagai “Kota Pensiunan”. Namun nyatanya sajian musik di Jazz Gunung Slamet mempersatukan orang tua dan anak-anak muda.

Musik-musik yang lahir di dekade 80-an dinikmati anak muda, dan para orang tua mengapresiasi musisi-musisi muda. Mereka bernyanyi dan bersuka cita bersama.

Penonton masih bertahan hingga penampil puncak, Sal Priadi naik panggung pukul 23.15 WIB. Dalam Diam, Titik-Titik, Zuzuzaza, Planet, Ya Sudah, Foto Kita, Rumah, Mesra, Serta Mulia.

“Saya suka panggung yang tidak ada pembatas dengan penonton. Melihat ragam acara jazz sekarang menjadi sebuah representasi dari musik jazz yang semakin membumi dengan audiencenya. Saya senang banget tampil di Jazz Gunung Slamet yang menjadi pembuka rangkaian Jazz Gunung Series,” ungkap Sal sebelum naik panggung.

Walaupun kabut (salah satu elemen yang kerap muncul dalam perhelatan Jazz Gunung) tidak muncul malam itu. Suasana sejuk tetap terasa dengan kehangatan interaksi penonton, penampil, hingga pembawa acara.

Memberikan pengalaman menonton jazz yang khas dengan kotanya juga menjadi pembeda Jazz Gunung dengan festival musik lainnya. Di Jazz Gunung Slamet, kita bisa
menikmati durian sambil menonton konser. Sebab wilayah Banyumas dan sekitarnya dikenal sebagai penghasil durian yang berkualitas.

Setelah ini Jazz Gunung Series 2024 akan melanjutkan rangkaiannya di Bromo, Jawa
Timur. Tahun ini, Jazz Gunung Bromo digelar untuk yang ke-16 kalinya. Vina Panduwinata
bersama sederet musisi nasional dan internasional telah mengkonfirmasi
penampilannya. Nantikan informasinya di media sosial Jazz Gunung Indonesia.

Selama acara berlangsung, Jazz Gunung Indonesia berkomitmen untuk menyuarakan
kegiatan yang ramah lingkungan. Pengunjung diarahkan untuk tidak meninggalkan
sampah di area pertunjukan. Pengunjung akan menyaksikan apa yang telah diciptakan Jazz Gunung sejak awal dalam komitmen terhadap sustainability event.

Selain itu, Jazz Gunung juga didukung oleh para pelaku usaha dan komunitas lokal di Banyumas. Sejumlah jenama lokal seperti Gerai Lodeh, Durian Kampung, Kopi Keprok, Robocop, Ubi Ibe, Batik Sokaraja, Turaya, Sentausa, Heartcorner Records, dan masih
banyak lagi.

“Kami konsisten dan berkomitmen untuk bisa bersinergi bersama pegiat usaha dan komunitas lokal agar dapat bertumbuh bersama memberikan kontribusi baik di tempat terselenggaranya Jazz Gunung,” tambah Bagas Indyatmono.

Seluruh rangkaian kegiatan Jazz Gunung Slamet 2024 disponsori oleh Tolak Angin, Sido Muncul Susu Jahe, Warna Agung, Telkomsel, Teh Botol Sosro, Teh Celup Sosro, dan Garuda Foods.

Serta didukung oleh Pemkab Banyumas, Econique, Bank Indonesia Purwokerto, KAI Access, Gerai Lodeh, dan Aora. Jazz Gunung Indonesia adalah anggota dari Forum Jazz Indonesia dan Asosiasi Promotor Musik Indonesia.

Hero/NM