Inilah Alasan Astrid Esther Tinggalkan Dunia Entertain.

by -

Tabloidseleberita, – Dunia Entertain bukanlah dunia yang abadi, dimana makin banyak artis – artis pendatang baru yang bermunculan. Fenomena para pendatang baru tersebut tentu saja menggerus para artis lawas. Tidak demikian halnya dengan Astrid, artis yang pernah bermain dilayar lebar dan sejumlah sinetron ini mundur dari dunia entertain bukan karena banyak para artis pendatang baru.

Astrid secara terbuka mengatakan bahwa dirinya rela meninggalkan dunia keartisan demi anak – anak jalanan. Hal ini diungkapkan R. Astrid Esther saat bincang – bincang santai bersama Pengacara Kanjeng Herry Darman, Jum’at (03/01) di kawasan Pancoran.

“Dari tahun 2004 itu saya sudah membina adik – adik jalanan. Dan sekarang sudah berbentuk Yayasan, namanya Yayasan Seniman Jalanan Indonesia”, ujar Astrid yang juga seorang presenter ini.

Di kesempatan yang sama Astrid juga menceritakan awalnya dia terjun membina anak jalanan.

Tahun 2000 saya bekerja di salah satu perusahaan swasta dan masih naik kendaraan umum (Kopaja). Di kendaraan itu ada 5 anak remaja yang menodong saya di kawasan Senen.

Kalung, duit dan dompet diambil, telepon yang tidak diambil karena mereka langsung turun, saya pasrah saja. Sampai di rumah saya merenung mungkin ini suatu cobaan dari Tuhan. Ada apa, dan bagaimana mereka bisa seperti itu.

Pada suatu waktu akhirnya saya mengambil komitmen bahwa saya harus turun ke jalan 2 tahun saya survei. Saya harus bisa mengangkat derajat anak jalanan ini dan saya harus bisa tahu kenapa mereka bisa seperti itu. Bagaimana kita bisa tahu kalau kita tidak langsung terjun ke Jalan.

Saat ditanya Kanjeng Herry bisa ada komitmen seperti itu Astrid mengatakan bahwa mereka bagi dirinya adalah anak bangsa.

“Mereka itu harus kita bina, karena kalau kita tidak bina dan sentuh mereka itu yang banyak terjadi radikalisme di jalanan, terjadi hal – hal yang tidak mengenakkan di jalanan kriminalis”, tegas Astrid yang pernah main di sinetron Sejuta Cinta Marshanda.

Astrid juga mengatakan bahwa butuh waktu 6 bulan dalam merenungnya. Dan satu tahun berikutnya Astrid mulai observasi mereka turun ke jalan keliling jembatan – jembatan, terminal dengan sendal jepit. 2 tahun observasi.

“Awalnya saya tanya kalian sudah makan belum dengan pakai sendal jepit. Setelah 2 tahun hanya satu kesimpulan mereka hanya butuh 1 yaitu kasih sayang”, papar Astrid.

“Aku memberikan mereka kasih sayang. Karena mereka merasa terjolimi. Saya beri mereka motivasi meski awalnya mereka menolak bahkan dicurigai oleh mereka”, sambung Astrid.

“Kekuatan saya melakukan hal itu karena saya mencintai mereka meskipun dicibir orang lain”, imbuh Astrid saat ditanya Kajeng Herry apakah tidak malu bergaul dengan anak jalanan.

Setelah observasi kegiatan pertama yang dilakukan Astri adalah bakti sosial dengan menampilkan karya – karya anak jalanan

“Kita berikan mereka panggung dan semua dengan biaya sendiri”, kata Astrid.

Tidak hanya puluhan atau ratusan saya anak – anak jalanan yang dibina oleh Astrid jumlah kini mencapai ribuan.

“Yang terdata di Jabodetabek 5000 anak jalanan, setiap minggu kita ada kegiatan dan edukasi. Tempat edukasinya di minimarket, untuk anak yatim ada yang kita sekolahi”, jelas Astrid.

“Visi misi kami memanusiakan manusia, kita membrain stroming mereka bahwa mereka adalah anak bangsa, mengakomodir mereka kebisaan dan talenta mereka”, tegas Astrid.

“Seluruh indonesia akan kita jangkau yang sudah ada di Cirebon, Banten”, imbuhnya.

“Semoga bisa dikembang juga JawaTengah”, tambah Kanjeng Herry.

“Kita dukung program Pemerintah, semoga pemerintah bisa mengakomodir jiwa seni anak jalan. Dan kejar mimpi kalian”, harap Astrid.

Sebuah kisah yang inspiratif bagi kita semua karena masih sedikit orang yang perduli dengan para anak jalanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *