Happy Asmara Pernah Jadi Pengamen Jalanan dan Pengepul Barang Rongsokan Sebelum terkenal

by -

tabloidseleberita.com, Hidup itu berproses memang benar adanya. Tak ada yang instant untuk bisa meraih mimpi. Ada tantangan, usaha dan kerja keras itu sudah pasti. Demikian juga halnya yang dialami oleh pedangdut yang kini dikenal dengan dangdut koplonya yakni, Happy Asmara. Sebelum dikenal seperti sekarang ini, tentu banyak jalan terjal yang sudah dilalui Happy. Melalui Semangat Senin Indosiar (14/6) yang dihelat secara virtual oleh Indosiar. Kepada media Happy berbagi kisah hidupnya yang banyak dihabiskan bersama sang nenek dikampung halamannya, Kediri.

“Sejak kelas 2 SMA Happy itu dulu bener-bener nyanyi dari panggung ke panggung. Dulu juga sempat jadi rocker karena punya band rock, tapi bubar setelah lulus SMA. Sekarang dikenal sebagai pedangdut campur sari, dan koplo. pada dasarnya semua jenis musik, Happy suka,” beber Happy.

Selain jadi rocker, semasa sekolah Happy juga sempat jadi foto model (majalah) di kota asalnya, Kediri. Malah tanpa malu Happy juga mengisahkan bahwa dirinya juga pernah menjadi pengepul barang rongsok. Semua profesi yang dijalaninya itu tak membuatnya malu. Malah sebaliknya menjadi penyemangat dan motivasi buat dirinya sendiri untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik lagi kedepannya.

“Malah pernah juga jadi anak punk. Happy dulu sama teman-teman (punk), di perempatan jalan sering ngamen. Karena Happy sejak kecil sudah hidup mandiri, hidup sama nenek. Aku dulu juga pernah kerja ngumpulin rongsokan. Aku dari dulu memang nggak bisa diam orangnya. Jadi apapun asal positif bisa menghasilkan uang, Happy lakuin,” kisah Happy.

Kembali ke soal karirnya. Naik turun panggung setelah lulus SMA. Nyatanya nama Happy Asmara mulai melejit dan bersinar. Apalagi setelah menciptakan lagu pop Jawa tak ikhlasno yang berkisah soal cinta yang kandas akibat pasangan yang selingkuh. Berkat lagu ini pula ia mendapat perhatian dari alm. Didi Kempot, yang mendorongnya untuk terus berkreasi mengembangkan lagu pop Jawa.

(Alm. ) Didi Kempot menjadi salah satu inspirasi untuk terus kembangin lagu-lagu pop Jawa. Beliau pernah berpesan, jangan pernah malu membawakan budaya sendiri, malah harus kembangin”, kenang dara yang sekarang dijuluki Queen of Ambyar

Kini Happy Asmara didaulat menjadi salah satu juri dan mentor dalam ajang pencarian bakat yakni Bintang Pantura 6 di Indosiar. Kepada para calon Bintang Pantura, Happy berpesan untuk fokus dan berani total dalam setiap penampilan.

Bintang Pantura 6 tentu akan mencari yang terbaik. Suara bagus, tampilan bagus. Punya goyangan ciri khas. Jadi jangan takut berekspresi, ciptakan hal yang orisinil. Tampilkan semua yang dimiliki yang terbaik jangan malu-malu. Terus semangat dan percaya Diri. Harapannya, BP6 akan melahirkan (bintang) berbakat dan berkualitas”, sebutnya seraya menyemangati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.