Djoerig Salawe, Ketika Manusia Memanfaatkan Setan Untuk Memperkaya Diri Lewat Togel

by -

tabloidseleberita.com, Rumah produksi MBK Productions telah merilis teaser trailer film horor teranyarnya berjudul Djoerig Salawe. Sejumlah pemain turut terlibat dalam film ini seperti Joe P Project, Fico Fahreza, Aming, Ben Kasyafani, Nadine Alexandra, Anyun, Babe Cabita, Dimas Andrean, Gabriella Desta, Inggrid Widjanarko, Mongol, dan Candil. Film Djoerig Salawe sendiri merupakan kisah nyata soal permainan judi toto gelap (togel) yang banyak dibantu oleh setan berlatar belakang tahun 1970-1980 dengan latar belakang masyarakat Sunda.

Djoerig Salawe berkisah soal Adang (Joe P-Project) dan Asep (Ayun Cadel) yang bersaing menjadi calon lurah. Meski menang dalam pemilihan, Adang pun bangkrut dan ditinggal istri. Meski Adang menang, ia tetap bangkrut dan ditinggal istri. Sementara Asep, justru semakin kaya raya dan mampu melunasi utang Adang.

Adang menduga kekayaan yang didapat oleh Asep berasal dari seorang dukun. Dukun tersebut kemudian dimintai tolong bagaimana caranya agar cepat kaya. Dukun ini lalu merekomendasikan agar Asep mengikuti judi togel. Berbagai cara ditempuh untuk memenangkan judi togel, salah satunya dengan melakukan hal-hal yang dianggap tidak wajar, seperti mengambil nisan kuburan orang yang baru meninggal.

Selain bersaing mendapatkan jabatan, Adang dan Asep pun berlomba memikat hati seorang gadis kembang desa bernama Mince. Dalam teaser tersebut, Sahrul Gibran selaku sutradara menyuguhkan adegan yang horor berbalut komedi.

Juriq atau Djoerig sudah banyak dipahami sebagai makhluk halus yang biasa diucapkan orang Sunda. Jurig juga adalah memedi atau setan secara umum. Penampakannya bisa juga berupa pocong. Di daerah lain ada yang menyebut kuntilanak, kuyang, wewe gombel, leak, jenglot, genderuwo dan lain sebagainya. Untuk mendapatkan nomor jitu seringkali warga minta bantuan setan.

Dalam Video berdurasi satu menit itu dibuka dengan Adang yang harus mencabut nisan dari kuburan orang meninggal sehari sebelumnya. Adang melakukan itu atas dasar perintah dukun Rojan yang sudah disogoknya dengan jabatan wakil lurah. Selanjutnya, keadaan desa mencekam setelah mayat yang dicabut nisannya itu bergentayangan menakuti masyarakat.
Sahrul Gibran, sang sutradara mengaku coba menyuguhkan adegan yang mencekam dan disisipkan nuansa komedi.

“Selama ini film horor kan mendebarkan dan brutal. Sekarang penonton mendapat tontonan horor kombinasi komedi,” kata Sahrul, dalam press conferene teaser Djoerig Salawe, di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *