Divonis 9 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Steve Emmanuel Upayakan Pengajuan PK

by -

tabloidseleberita.com, Paska vonis (putusan) pidana 9 tahun penjara yang dikeluarkan Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat kepada Steve Emmanuel berikut denda Rp1 miliar terkait kasus narkoba, membuat Firman Candra selaku kuasa hukum Steve Emmanuel berencana akan menempuh jalur hukum luar biasa untuk kliennya tersebut. Dalam kasus ini, Firman menyatakan keinginannya untuk mengajukan Peninjauan Kembali (PK) kepada Mahkamah Agung (MA) atas vonis yang menimpa kliennya tersebut.

“Kalau saya pribadi sampaikan kepada Steve jangan lakukan upaya banding. Jangan lakukan upaya kasasi. Kenapa? Karena pertama membutuhkan waktu dan kedua mahal. Jadi lebih baik langsung PK,” ujar Firman Candra saat ditemui dikawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Menurutnya Peninjauan Kembali (PK) merupakan langkah yang paling efektif supaya Steve Emmanuel bisa direhabilitasi. PK sendiri adalah upaya hukum yang dapat ditempuh oleh terpidana dalam suatu kasus hukum terhadap suatu putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

“Kami berupaya agar Steve mendapatkan hukuman yang lebih ringan dan lebih rendah, sehingga bisa di rehabilitasi,” sebut Firman Candra.

Firman juga menganggap kalau upaya PK lebih baik daripada banding.

“Saya kira walaupun banding paling turunnya 6 tahun, kalau diatas lima tahun tetap ditahan, kan buang-buang waktu,” lanjutnya.

Kendati demikian, kuasa hukum ingin terlebih dahulu berdiskusi dengan keluarga Steve Emmanuel.

“Jadi Steve harus mengumpulkan keluarganya apakah itu adiknya, saudaranya. Karena kalau ibunya kan ada di Amerika. Nah disitu keluarga akan mencari solusi yang tepat buat Steve,” jelasnya.

Firman juga menyebutkan bahwa akan fokus mengumpulkan bukti baru terkait siapa pemilik kokain 92,04 gram yang sesungguhnya. Pasalnya Firman meyakini kalau kokain tersebut bukanlah milik dari Steve Emmanuel.

“Kenapa langsung PK? Agar mendapatkan bukti baru dulu, siapa sebenernya pemilik 92,04 gram ini. Katakanlah Steve akhirnya terbuka. Misalnya pemiliknya si A dan si A ngaku dan itu langsung masuk untuk memori PK sehingga Steve langsung direhab,” beber Firman Candra.

“Kalau dibanding sama kasasi ancaman hukuman itu kan lima tahun. Steve mentok enam tahun atau tujuh tahun saya meyakini. Nggak bisa rehab. Itu sayang waktunya. Jadi lebih baik upaya hukum luar biasa yang namanya PK,” sambungnya kemudian.

Firman Candra pun berharap lelaki 35 tahun itu segera terbuka terkait siapa pemilik kokain tersebut. Karenanya, dia bilang akan bertemu dengan keluarga Steve Emmanuel dalam waktu dekat guna membahas pesoalan ini.

“Saya meyakini Steve sudah tahu siapa pemilik 92,04 gram ini. Nah kalau itu sudah tahu kita bisa diproses di PK. Tapi semuanya terserah Steve apakah mau banding, kasasi atau PK. Jadi besok Steve mengumpulkan keluarganya. Nah itu akan dicari solusi yang tepat. Kan dikasih waktu 7 hari. Sampai Selasa 23 Juli 2019, apakah Steve mau melakukan upaya hukum banding kasasi atau langsung PK,” ucap Firman Candra.

Seperti diketahui, Steve Emmanuel terbukti melanggar Pasal 112 Ayat 2 Nomor 35 UU Tahun 2009 tentang Narkotika. Dia juga dianggap terbukti memiliki barang bukti berupa kokain senilai 92,04 gram.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *