Cerita Ustaz Yusuf Mansur Soal ‘Sedekah Pangan’

by -

tabloidseleberita com, Beginilah sisi lain kehidupan dari seorang pendakwah kondang, Ustaz Yusuf Mansur. Setelah sebagian besar waktu dalam hidupnya dihabiskan untuk menjadi saluran berkat lewat jalur berdakwah. Kini dirinya juga sudah bersiap diri menjadi saluran berkat lewat jalur lain yakni bercocok tanam.

Tidak perlu jauh-jauh hal tersebut dilakukannya langsung di pekarangan rumahnya. Ayah dua anak yang akrab disapa UYM ini mengaku kalau kegemarannya dalam bercocok tanam sebenarnya sudah dilakukannya sejak tahun 2010 silam. Ia pun menunjukan salah satu solusi menyiasati keterbatasan lahan di rumah untuk berkebun yang disebutnya mampu membantu ‘ongkos dapur’ ini.

UYM bahkan menyulap tembok yang mengelilingi sebagian halaman rumahnya menjadi deret tanaman. Mulai dari taman vertikal dengan memanfaatkan botol plastik bekas menjadi pot, hingga ranjang bertingkat bekas pun disulap menjadi taman bertingkat.

“Sebenernya ini saya sudah lakukan sejak 2010 dan saya sudah merasakan faedahnya baik buat diri sendiri maupun masyarakat sekitar. Intinya ini sangat membantu kita sebut saja ini sedekah pangan dan sedekah oksigen,” kata UYM saat ditemui di kediamannya di kawasan Cipondoh, Tangerang.

UYM menyebutkan bahwa teladan yang sedang gencar dilakukannya saat ini semuanya berawal lantaran dirinya kerap kali mendengar keluhan dari ibu-ibu rumah tangga terkait membumbungnya harga bahan pangan seperti cabai, bawang merah, sayur mayur, buah-buahan, dan juga ikan.

UYM sudah membuktikannya. Pimpinan dari pondok pesantren Daarul Quran, Cipondoh, Tangerang tersebut juga sudah memanfaatkan (menyulap) setiap centimeter lahan terbuka di rumahnya untuk menyalurkan hobi bercocok tanamnya itu.

“Alhamdulillah, saat ini di rumah kami setiap makan buah, maka bijinya tidak dibuang percuma, melainkan ditanam. Misalnya, kami beli melon jepang. Puluhan bijinya kemudian disemai menjadi puluhan bahkan bisa ratusan bibit melon jepang siap ditanam. Ada juga cabe, rambutan, bawang, bahkan sampai duren,” sebut UYM.

Bukan tanpa sebab juga UYM memaparkan hal di atas. Ia menegaskan sudah saatnya bangsa ini memiliki ketahanan pangan dimulai dari rumah masing-masing.

“Minimal ada tanaman bumbu dapur saja di rumah, kan nggak harus ikutan pusing kalo harga cabe apa bawang naek,” katanya.

varian tanaman (buah), sayur, cabai yang ditanam dipekarangan rumah UYM disebut sebagai ladangnya untuk sedekah pangan

“Alhamdulillah, tetangga di sekitar sini selalu kebagian cabe dari sini. Semuanya kita tanam dari biji (bibit)nya langsung. Sudah ada puluhan bahkan ratusan bibit yang mau saya tanam, nanti kalau pembangunan di rooftop sudah jadi. Selain itu saya juga sedang menyiapkan kolam buat ternak beragam ikan air tawar. Jadi enak kalau mau masak nanti bisa langsung ambil dari kolam sendiri. Ada ikan lele, ikan mas, ikan patin dan lainnya,” beber UYM seraya berjalan menunjukkan sambil menjelaskan varian tanaman hasil berkebunnya setahun belakangan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *