Beautystudione By Flo Kini Hadir Di Harco Pasar Baru Lantai 2.

Klinik kecantikan para selebritis Indonesia dan para model Beautystudione kini bisa anda jumpai di Harco Pasar Baru Lantai 2. Pembukaan Beautystudione ini dilangsungkan pada hari Senin (27/05/2019) dan dihadiri actor Ozy Sahputra dan pedangdut Riana Dewi. Meskipun tempatnya lebih kecil dari pusatnya yang terletak di Mangga Dua namun cukup nyaman. 

“Disini lebih fokus Eyelash, Nailart, treatments muka yang mencerahkan dengan produk dari Korea yang membuat kulit jadi cerah, kencang dan Glowing. Sekarangkan lagi kekinian tuh saya mau buka treatment mencerahkan wajah sama mengglowingkan wajah. Sedangkan untuk sulam bisa menghubungi staf saya disini untuk membuat appointment karena saya lebih standby di pusat yang terletak di Ruko Mangga Dua Raya 39 HH”, ujar Flo owner dari Beautystudione disela – sela pembukaan.

Untuk yang di Harco Pasar Baru tempatnya tidak terlalu besar berbeda dengan pusatnya yang menempati 4 lantai. Meskipun kecil namun cukup nyaman dengan beberapa sofà untuk melakukan treatment.

“Disini hanya ada satu ruangan tapi dibalik lemari itu nanti ada tempat saya nyulam satu. Nanti saya renovasi usai lebaran. Kalau eyelash (tanam bulu mata) cukup di sofa – sofa ini”, jelas Flo.

“Nanti akan ada 7 terapis disini karena kalau sedikit tidak mungkin karena di Pasar baru ini pengunjungnya sangat banyak, apalagi harga yang saya tawarkan sangat miring dengan nominal 150 ribu untuk tanam bulu mata (eyelash). Untuk sulam alis 999.000 ribu dari hargai normal 2,5 juta hanya sampai bulan Juni dan Juli 2019”, cetus Flo.

Flo sendiri pernah menangani sulam alis artis Garcia Indri. Kalau di pusatnya kebanyakan model – model Jakarta, pedangdut Riana Dewi, Janetta Janet.

“Disini saya lebih fokuskan treatment wajah tightening (mengencangkan, meniruskan, mencerahkan sekaligus mengglowingkan) dengan produk dari Korea B-Skin”, terang Flow.

“Saya nanti mau hajar juga di eyelash, saya mau Bikin 6 D dari seri 8-13 itu untuk Rusian. Ngga semahal pada umumnya karena ingin keluarga non ciri khas saya, kebetulan saya punya banyak teman dari luar negeri dan kebetulan juga sering belanja produk saya pergi sendiri karena saya nggak mau kualitas bulu matanya kurang jadi saya pergi sendiri tau kualitas bagus dan iritasi atau nggak”, ucap Flow.

Meskipun ditangani oleh para terapis, khusus untuk treatment tightening Flo sendiri yang akan menanganinya

“Untuk treatment tightening itu saya yang handel sendiri biar tirus dan lebih kencang dan putih. Jadi saya sendiri yang melakukannya. Dan untuk acara pembukaan ini saya ada 1000 voucer diskon, hanya 650 ribu yang whitening glowing tahan lama mengencangkan kulit”, tegas Flo.

Dikesempatan yang sama Flo mengatakan jelang lebaran ini justru permintaan pelanggan makin meningkat

“Banyak yang minta eyelash dong karena mau lebaran mau cantik. Bahkan ada juga yang sudah deposit ke saya dengan harga dan di sulam setelah lebaran. Karena harga sekarang harga prom. Kalau mau ikut harga promo bisa draftar dan transfer ke rekening saya”, pungkas Flo.

Ryan Ogilvy Temukan Solusi Hilangkan Bekas Jerawat Dengan Terapi Medikpro Vampire Dermapen4

tabloidseleberita.com, Scars atau bekas parut jerawat memang kerap mengganggu bahkan kerap membuat seseorang menjadi tidak percaya diri, demikianlah yang dialami oleh make up artis, Ryan Ogilvy.

Beruntungnya Ryan tidak mau berlarut lama bergulat dengan problema wajahnya tersebut. Kini dirinya mengaku telah menemukan solusi yang tepat untuk persoalan wajahnya itu. Dari sekian banyaknya terapi wajah yang ada saat ini, Ryan lebih mempercayakan wajahnya dengan melakukan terapi vampire dermapen4 di Klinik Medikpro untuk menghilangkan bekas jerawatnya.     

Scars di wajah aku itu lumayan banyak karena waktu muda dulu jerawat aku emang banyak banget. Karena aku kan kerjanya di beauty, masa dandanin orang jadi cakep, muka aku sendiri banyak bekas jerawat, kan malu. Akhirnya aku pilih terapi vampire untuk menghilangkan scars,” cerita Ryan.

Sakitkah terapi ini? terapi ini, kata Ryan, tidak terasa begitu sakit. “Sebelumnya wajah saya dianestesi dengan dioles krim, jadi sakitnya tinggal 25%,” sebut Ryan.

Kini, Ryan mengaku melakukan gaya hidup lebih sehat agar jerawatnya tidak muncul lagi dan meninggalkan bekas baru. “Aktivitas aku memang banyak sekali. Selain merias, aku juga senang traveling yang kadang cuacanya ekstrim. Sekarang untuk mencegah jerawat datang lagi, aku rajin bersihkan wajah, cuci muka, dan cukup minum air putih,” pungkas Ryan.

“Seperti diketahui Vampire Dermapen4, merupakan terapi terbaru di Medikpro untuk menghilangkan bekas jerawat dan pori-pori besar. Seiring bertambahnya usia kemampuan kulit dan tubuh untuk memperbaiki diri dari bekas luka akan semakin berkurang. Karena itu, perlu dilakukan treatment khusus, dalam hal ini terapi Vampire Dermapen4, untuk menghilangkan bekas jerawat. Terapi ini juga menggabungkan teknologi terbaru Dermapen4 dan formula growth factors dengan ratio yang tinggi dan stabil. Treatment Dermapen4 ini memberikan hasil yang cepat hanya dalam satu kali treatment. Dianjurkan empat kali treatment dengan pengulangan empat minggu sekali,” jelas pakar estetika dari Medikpro, dr Lyndawaty Salim yang memang sedang menangani persoalan bekas jerawat di wajah Ryan.

dr Lyndawaty juga menyebutkan bahwa cara kerja treatment Medikpro vampire Dermapen4 adalah dengan menciptakan micro-injury dengan merangsang proses natural wound healing dari dalam sel kulit. Dengan menggunakan serum dan jarum baru, dokter akan memulai proses Dermapen4, selanjutnya, serum yang disuntikan akan merangsang pertumbuhan/produksi kolagen dan elastin dari dalam sehingga kulit lebih sehat, kenyal, dan teksturnya menjadi lebih halus.

Lindawaty menambahkan, untuk pengerjaan ini dimulai dari tahap cleansing, kemudian anestesi selama 45 menit setelah itu dilanjutkan dengan proses treatment di bagian joyline, pipi, dahi, dan hidung selama 20 menit dan diakhiri dengan masker. Lynda menyebut, selama proses akan terlihat darah, namun hal ini wajar karena treatment ini menggunakan teknik microneedle. Bukan hanya itu, Lynda juga menyebut treatment ini akan merangsang pertumbuhan atau produksi kolagen dan elastin dari dalam sehingga kulit lebih sehat, kenyal dan teksturnya menjadi lebih halus. “Karena treatment ini merangsang tubuh bentuk kolagen dan elastin,” ujarnya.

Pasca melakukan treatment Medikpro Vampire Dermapen4 ini pasien akan mengalami masa downtime berupa wajah kemerahan selama 4 hingga 5 hari. Wajah kemudian akan terlihat lebih cerah lantaran sel kulit mati terangkat dan terjadi regenerasi pada kulit. “Nanti hasilnya akan tampak bagus jika sudah memasuki dua hingga delapan minggu secara bertahap. Akan glowing,” pungkas Lynda.

Cara Queen Beauty Clinic Mendulang Berkah di Awal Ramadan

tabloidseleberita.com, Bulan Ramadan sudah tiba, saatnya untuk ‘berburu’ amalan dan ibadah sebanyak-banyaknya. Demikian juga halnya yang sudah dilakukan oleh Queen Beauty Clinic milik Margoto dan Sri Jarwati. Mengawali bulan suci Ramadan 1440 H, pusat perawatan kecantikan ini berbagi kasih dengan menyantuni anak yatim dan kaum duafa binaan Majelis Taklim Al-Hadist yang dikemas secara sederhana.

Kegiatan tersebut pastinya dimotori oleh Margoto dan Sri Jarwati selaku pemilik klinik tersebut yang juga turut dihadiri oleh tim dokter dan diramaikan oleh DJ Bella Roselina, pada Minggu (5/5) siang. Adapun rangkaian acara berupa penampilan dari anak yatim dan pemberian bingkisan serta santunan bagi anak yatim.

“Alhamdulillah. Semoga amal baik ini dicatat oleh Allah SWT dan melimpahkan keberkahan bagi pak Margoto dan ibu Sri Jarwati, dan juga tim dokter, segenap karyawan, maupun pelanggannya,” sebut anak-anak yatim itu dalam doanya.

Margoto dan Sri Jarwati juga menyebutkan kalau keberadaan klinik kecantikan yang sudah berdiri sejak tahun 1993 itu, diketahui memang kerap melakukan kegiatan sosial khususnya kepada anak yatim.

“Kegiatan berbagi kasih seperti ini memang secara rutin dilakukan. Kami mengajak mereka bergembira dan makan bersama,menyantuni mereka dan memberikan bingkisan pada mereka. berharap doa anak-anak yatim itu membwa berkah buat Queen Clinic,” kata Margoto disela-sela kegiatan sosial yang berlangsung di Queen Beauty Clinic yang berlokasi di belakang Sunter Mal, Jakarta Utara.

Sementara itu DJ Bella yang juga merupakan pelanggan setia Queen mengatakan bahwa dirinya sudah melakukan perawatan kecantikan di Queen Clinic sejak 10 tahun silam.

“aku ditangani tim dokter kecantikan yang didukung peralatan modern dan keramahan karyawannya. kualitas Queen Clinic jauh berbeda dengan klinik lain yang pernah aku kunjungi,” sebut Bella.

dr Yuliana Resolina, MM, Diantara Bisnis dan Kehidupan Sosial

tabloidseleberita.com, Segala sesuatu yang berhasil tentu ada proses, ada perjuangan dan ada harga yang harus dibayar.

Demikian juga halnya yang dilakukan oleh Yuliana Resolina, perempuan kelahiran 25 Yuli ini memilih memulai bisnisnya pada 2001 ketika dirinya berada di semester lima fakultas kedokteran, UPN, Jakarta dengan membuka klinik kecantikan.

dr Yuliana Resolina, CEO PT Yabeta Indonesia, sekaligus owner Juliet Capulet

Awalnya perempuan yang akrab disapa dengan Yuli ini membuka bisnis klinik kecantikan dibantu dengan beberapa orang dokter estetika yang di rekrutnya. Belajar bisnis secara otodidak membuat dia mengalami jatuh bangun dalam usaha. Yuli termasuk perempuan yang puya tekad dan keberanian mengambil resiko.

Lewat bendera PT Yabeta, Yuliana membagi dua lini bisnisnya yaitu Kosmetik dan Food. Yuli juga mendirikan klinik kecantikan dengan mengusung merek VZ Skin Care pada 2006 silam. Seiring berjalannya waktu klinik kecantikannya berkembang, tangan dinginnya membuahkan hasil. Dalam setahun sudah ada 12 cabang VZ Skin Care.

Dengan sistem waralaba, produk ini dipasarkan ke seluruh Indonesia mulai dari Jabodetabek, lalu Aceh, Bali, Banyuwangi, Majalengka, Medan, Padang, Kupang NTT, hingga Biak dan Papua.

“Kami tak sekadar ingin memberikan layanan kecantikan dan kesehatan, tetapi juga membuka peluang usaha bagi banyak orang untuk bisa maju, mandiri, dan kreatif,” kata Yuli.

Sukses VZ Skin Care mendorongnya masuk pasar ritel dengan membesut merek Nefertiti. Berbagai produk perawatan kulit, hair mask, hair spa Nefertiti bisa dijumpai di toko khusus kosmetik, salon dan Arum Dalu Spa, yakni spa khusus untuk perawatan organ intim perempuan.

Berjalan dengan sistem waralaba, VZ Skin Care nyatanya sudah tersebar secara nasional, malah rencananya tidak menutup kemungkinan akan terbang ke kawasan Asia dan Eropa.

“Sejauh ini manufaktur kosmetik mulai 2006, ada 500 brand, ada brand dari Malaysia, dan Jepang. 3 brand yang kita punya adalah Nefertiti, Arumdalu, dan VZ,” sambung Yuli.

“Saat ini, fokus saya justru lebih ke produksi, karena bahan bakunya banyak diambil dari petani-petani di daerah, ” kata ibu tiga anak ini.

Menurut Yuli, ilmu kedokteran yang diperolehnya telah banyak membantu usaha bisnisnya. Ia juga memperdalam bidang spesialis kulit dan estetika di Singapura. Yuli juga melanjutkan S2 Manajemen Kesehatan di Institut Bisnis Manajemen. Hal ini guna kelancaram bisnisnya.

“Ilmu kedokteran tetap terpakai. Justru ilmu itu dasar saya menjadi pengusaha kosmetik. Kalau saya tidak tahu ilmu kedokteran tidak mungkin saya bisa tahu detail membuat kosmetik,” ungkap ibu tiga orang anak ini.

Yuli berharap dengan kehadiran produk-produk dari PT Yabeta Indonesia maka dapat mengubah mindset orang-orang Indonesia jadi lebih mencintai produk lokal.

Yuli juga diketahui aktif dalam kegiatan di Womenpreneur Comunnity, Yayasan Citra Kasih Abadi dan Lions Club. Dari sana dia bersentuhan langsung dengan para petani dan nelayan serta wirausaha kecil dan menengah.

Mimpinya bisa menjadikan bisnis kecantikannya tumbuh dan berkembang seperti Sariayu, Mustika Ratu, Ristra dan Wardah.

“Visi saya adalah supaya UKM kita bisa bersaing di mancanegara, karena negara kita ini negara yang kaya akan sumber daya alamnya, jadi sayang kalau tidak digunakan. Apalagi syarat sebuah negara bisa dikatakan maju apabila mempunyai enterpreneur sekitar 2% dari populasi masyarakat,” bebernya.

Yuli juga berkisah bercerita ketika membangun manufaktur kosmetik dia hanya punya satu apoteker dan peracik. Pembuatan masih dikerjakan manual. Tetapi dia tetap yakin. Alhasil kini Yuli telah mempunyai pabrik di kawasan Gas Alam, Cimanggis, Bogor, dan sudah memiliki karyawan hingga ratusan orang.

Selain beragam usaha dan produk yang pernah dibuatnya. Lewat PT Yabeta Indonesia perempuan bergelar master manajemen kesehatan ini juga membuka bisnis Juliet Capulet, Coffee and kitchen.

“Juliet Capulet ini adalah etalase dari pencarian saya ke daerah untuk mendistribusikan hasil kekayaan alam mereka, saya juga tertarik pada industri kopi,” ujar ibu tiga anak ini.

“Misalnya ketemu petani kopi, kunyit, jahe, hasilnya bisa kita buat jamu dan produk kopi olahan, bisanjuga dijadikan bumbu masakan di Juliet Coffee. Jadi setiap ke daerah saya jadi punya niat sosial sekaligus membantu mereka. Cita-cita saya adalah berguna untuk orang lain,” beber Yuli ketika ditemui di Juliet Capulet Coffee di kawasan Margonda, Depok, Jawa Barat.

“Visi saya produk Indonesia bisa dipakai didunia, orang luar bisa menggunakan bahan baku dari Indonesia, seperti sagu dan kopi dari Maluku, itu kualitasnya bagus. Kita juga ke maluku mengajarkan masyarakat disana bagaimana bisa menjadi enterperneur, dari masyarakat produknya kita beli dijual di Jakarta seperti sagu dari maluku, minyak kelapa, dan gula aren,” sambung Yuli.

Sementara itu Nanda Cahya Wicaksono, selaku Bisnis Development Manager Cafe Juliet Capulet mengatakan, makanan khas di cafe Juliet Capulet adalah sop iga dengan kelembutan dagingnya.

Cafe yang letaknya tidak jauh dari toko buku Gramedia ini, memiliki makanan khas ‘Sop Iga’ dengan kelembutan daging dan cita rasanya. Tentunya, menu lainnya juga tidak kalah menariknya. Mulai dari ayam bakar, ayam goreng, ayam rica-rica, ayam penyet, bistik ayam lada hitam, bistik ayam saus ayam jamur. Setidak ada 31 menu makanan yang memiliki cita rasa tinggi.

Nanda Cahya Wicaksono, Bisnis Development Manager, Juliet Capulet

“Yang membedakan sop iga cafe Juliet Capulet adalah, dagingnya yang lembut, tentunya selain dengan menggunakan bumbu penyedap alami,” kata Nanda di Cafe Juliet Capulet, di Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Senin (22/4/2019).

“Favorit khas minuman di cafe ini, chruncy almond choco frappe, coffe romeo dan selfie latte. Tapi, menu minuman lainnya juga tidak kalah menariknya,” sambung Nanda.

Mengenai pemilihan nama Juliet Capulet, Yuliana, selaku Founder dari cafe ini, menjelaskan, nama diambil dari nama tokoh di novel ‘Romeo and Juliet’. tokoh di novel ‘Romeo and Juliet’. Ada pun namanya Juliet, karena perempuan. Dan sesuai konsep cafe ini, homey,” urai perempuan yang hobi travelling ini.

Yang Baru Dari dr Ayu Widyaningrum, Tiruskan Wajah Dengan Treatment ‘Glow Glass’

tabloidseleberita.com, Dibawah komando (binaan) dr Ayu Widyaningrum, Widya Aesthetic Clinic terus berinovasi melahirkan treatment yang baru. Wajar jika selaku Founder dr Ayu selalu bergelimang dengan penghargaan. Seperti pada Jumat (12/4) kemarin, bertempat di salah satu Ballroom Aston Priority di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan. dr bertubuh mungil ini kembali menyabet tiga penghargaan sekaligus, yakni ‘Winner Best of Bisnis Award, Woman Excelent Indonesia dan Indonesia Excelent Bisnis.

“Penghargaan ini sebenarnya adalah motivasi dan inovasi saya untuk memberikan spirit kepada anak –anak saya, dimana saya sebagai seorang ibu masih bisa berprestasi. Saya berharap kedepannya anak – anak saya jauh lebih baik dari pada saya,” kata dr Ayu usai menerima penghargaan di Hotel Aston Priority, di kawasan TB Simatupang Jakarta, Jum’at (12/4).

Adapun inovasi treatment yang terbaru yang sedang dikembangkan oleh Widya Aesthetic Clinic adalah ‘Glow Glass Treatment’ yakni kombinasi antara laser, DNA Salmon dan nano whitening, yang pemasukan whiteningnya dengan menggunakan jarum nano. Sementara untuk treatment ‘Glow Glass’ sendiri diperuntukkan pada pasien 20 tahun keatas. Sementara untuk perawatannya lanjut dr. Ayu bisa dilakukan dalam 3 bulan sekali dan efek sampingnya sangatlah minim, lantaran menggunakan nano needle yang sifatnya nano needling.

“Jadi tanpa rasa sakit meskipun si pasien tanpa anastesi, jadi pasientidak merasa takut. Sekali treatment langsung terlihat hasilnya wajah pasien seperti kaca mengkilat dan bening. Lama pengerjaannya sendiri sekitar satu setengah jam dan harganya kami sedang promo sekitar 3 jutaan hingga Mei 2019,” sebutnya.

“Cara kerjanya mengecilkan pori–pori, melembutkan tekstur kulit, untuk kekenyalan kulit, hidrasi kulit, colagenasi, picmentasi, bekas jerawat terkecuali itu bopeng,” sambung dr Ayu.

Dengan terus berinovasi dr Ayu pantas diganjar dengan beragam penghargaan. Dalam kesempatan yang sama dr. Ayu mengatakan kalau dirinya merasa bangga dan tidak bisa berdiam diri dirumah saja. Sebagai seorang wanita , dirinya harus bisa maju dan berkarya tanpa harus mengesampingkan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu atau seorang istri.

Selaras dengan kerja kerasnya itu maka kinerja bisnis dari ‘Widya Aesthetic Clinic’ miliknya tersebut setiap bulannya mendapatkan kinerja yang bagus baik dari jumlah pasien maupun kepuasan pasiennya.

“Semoga kedepannya kami bisa terus berinovasi dan mengembangkan treatment–treatment baru sehingga bisa menarik pelanggan dan menciptakan kualitas kulit yang jauh lebih bagus lagi,” paparnya.

Z Glow Clinic Hadirkan Jogya Medical Center(JMC )

Tabloidseleberita,- Demi menambah jangkauan pelayanan diluar kota, Z Glow Clinic kembali membuka cabang kelimanya di Jogyakarta berbeda dengan outlet klinik yang sudah dibuka sebelumnya kali ini Z glow membuat branding terbaru dengan nama Jogya Medical Center (JMC) Acara Soft Opening Jogya Medical center (JMC) yang diadakan Sabtu (13/4/2019) diramaikan oleh Influencers & Bloggers Jogjakarta bertemakan “Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak” yang juga dihadiri oleh Tasniem Fauzia Rais dan dr. Milka Anisya selaku Co Founder JMC

Klinik Kecantikan besutan PT. Batin Medika Indonesia bersama JMC menambah layanannya untuk Ibu dan Anak, berupa layanan tumbuh kembang anak bekerjasama dengan Budi Mulia Foundation ,

Melalui branding terbaru Jogja Medical Center (JMC) yang mengusung konsep Family Clinic jadi bukti nyata Z clow clinic tidak hanya fokus pada pelayanan kecantikan saja tapi konsen untuk kebutuhan kesehatan ibu & anak

Saat ini Jogya Medical center (JMC) memiliki beberapa layanan unggulan antara lain Klinik Tumbuh Kembang Anak, Klinik Kecantikan, Poli Gigi dan Poli Umum.

Futri Zulya, Founder dari Z Glow Clinic & JMC dalam kesempatan tersebut menjelaskan jika dirinya sangat optimis dengan tambahan beberapa layanan tersebut dapat lebih menjangkau kebutuhan para ibu dan anak dalam mencari klinik kesehatan dan tentunya melebarkan pasar untuk Ibu & Anak.(red)

Bermasalah Pada Gigi Bawah Lee Kornelius Lakukan Veneer Permanen

tabloidseleberita.com, Cantik nggak selamanya identik dengan bagian wajah dan tubuh, kini gigi pun tak luput dari perhatian para perempuan metropolis yang ingin terlihat tampil menawan.

Kemajuan teknologi kedokteran gigi saat ini, membuat impian banyak perempuan untuk bisa memiliki senyum yang menawan dan gigi putih berkilau tidak lagi sulit diperoleh.

Hal ini yang membuat istri dari pesinetron, Okan Kornelius, Lee Kornelius tertarik untuk melakukan perawatan (Treatment) Veneer gigi.

Veneer gigi sendiri dipercaya dapat membuat susunan gigi menjadi putih, bersih dan berkilau. veneer indirect atau disebut juga veneer permanen menjadi pilihan Lee agar lebih terlihat memesona.

Rabu (13/3) Lee yang ditemani suaminya, Okan Kornelius terlihat mendatangi klinik dent smile, di Jl Sultan Iskandar Muda No 35, Pondok Indah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

“Hari ini aku mau perawatan (treatment) Veneer Indircet pada gigi bawah. Karena selama inikan aku pakai behel (kawat gigi) giginya jadi miring. Sebelum ke dent smile aku juga pernah ke klinik lain, cuma masalahnya dokter disana sepertinya nggak bisa melakukan perawatan gigi aku,” kata Lee.

Didampingi Okan, Lee melakukan perawatan veneer permanen di Dent Smile, Pondok Indah, Jakarta Selatan, yang dilakukan oleh drg. Hendro Priyo Dwi Utomo, Sp.Pros.

“Saya memilih perawatan veneer permanen. Hasilnya lebih bagus dan hasilnya bertahan sangat lama karena menggunakan bahan porcelain sehingga tidak harus berulang-ulang dilakukan,” sebut perempuan kelahiran 10 Februari 1983 ini.

Veneer permanen sendiri merupakan sebuah lapisan gigi berwarna yang terdiri dari komposit, porselen, keramik atau resin akrilik yang terpasang pada gigi. Veneer juga dapat menutupi bagian luar dan tepi gigi atau dapat menyerupai ¾ mahkota. Veneer ini dapat bertahan secara permanen.

Menurut drg. Hendro Priyo Dwi Utomo, Sp.Pros, dokter gigi Dent Smile, Veneer permanen adalah pelapisan gigi dengan mengasah permukaan depan gigi sebanyak 0.1-1 mm agar bisa dilapisi oleh gigi baru yang berbahan porcelain. Manfaat dari Veneer permanen sendiri adalah memperbaiki estetika gigi, merapikan gigi yang hanya sedikit berantakan posisinya, menutup celah depan gigi, mengganti warna gigi pasien sesuai dengan keinginan pasien.

“Bahan yang digunakan dalam proses Veneer permanen adalah mesin bur gigi dan dental unit, bahan pencetakan gigi, bahan pembuat crown sementara, bonding dan etsa porcelain, serta bahan porcelain emax untuk membuat veneer yang baik. “Sebelum menjalani veneer, kerapihan gigi, lubang pada gigi yang akan di-veneer, kesehatan mulut umum pasien penting diperhatikan,” jelas drg. Hendro.

Lebih lanjut drg. Hendro. Sebelum menjalani perawatan veneer kondisi gigi harus dalam keadaan baik dan sempurna, sehingga tidak ada gusi yang radang. Bila ada gusi yang radang maka dilakukan scaling sehingga sehat. Bila ada lubang kecil harus ditambal. “Bila lubang besar dan kena saraf gigi maka harus dirawat saraf dulu hingga absesnya hilang, lalu dibuatkan crown satu gigi, bukan veneer,” jelas drg. Hendro.

Untuk melakukan perawatan veneer permanen, menurut drg. Hendro memerlukan waktu tiga kali pertemuan. Pada pertemuan pertama, pasien akan berdiskusi mengenai kasusnya dengan dokter gigi dan dokter gigi akan menanyakan harapan yang diinginkan pasien. Pertemuan kedua, proses pengasahan gigi dan pembuatan crown sementara. Pertemuan ketiga, dilakukan proses pemasangan gigi veneer.

“Untuk hasil Veneer sendiri berdasarkan Journal Success Rate, veneer ini dapat bertahan selama 8-10 tahun. Dengan perawatan 4 bulan sekali,” terang drg. Hendro

Michelle Wibowo Founder Foxy Beauty Clinic & Academy yang “Out of The Box”

tabloidseleberita.com, Sebagai seorang pengusaha wanita, sosok Michelle Wibowo tidak bisa dipandang sebelah mata. Foxy Beauty Clinic & Academy menjadi bukti nyata hasil kerja wanita berusia 28 tahun ini. Sederet penghargaan sudah diraihnya, namun Michelle Wibowo terus berkreasi menjadi pribadi yang berkarakter di setiap situasi.

Dengan prinsip hidup “I need to earn my own success to gain my own freedom”, Michelle Wibowo mengaku merintis usaha dari nol hingga kini memiliki beberapa perusahaan bukan semata-mata karena uang, tetapi dia ingin kebebasan. “Saya tipikal orang yang dominan, saya orang koleris, saya tidak mau hidup saya diatur-atur,” tegasnya.

Nyatanya Michelle Wibowo, memang bukan terlahir dari keluarga miskin. Dia beruntung dilahirkan dari keluarga yang sangat berada, dimana banyak orang memimpikan kondis tersebut. Tetapi kenyataannya kondisi demikian tak membuat pribadinya menjadi nyaman berada dalam keluarga yang sudah mapan secara ekonomi. Michelle lebih memilih keluar dari zona nyamannya dan lebih memilih hidup dengan beragam pengalaman serabutan yang mungkin tak semua perempuan bisa kuat menjalaninya, lantas apa yang membuatnya nekat mengambil keputusan tersebut?

Semua lika liku kisah hidup, ketegaran, kesabaran dan konsistensi Michelle Wibowo tertuang di halaman buku “Profil Wanita Inspirasi Indonesia” yang diterbitkan Pusat Profil dan Biografi Indonesia. Dalam serial buku “Kekayaan yang Tersembunyi, Konsep dan Pemikiran Wanita Sukses” itu, sosok Michelle Wibowo tersaji jelas dengan judul “Ci Michelle Perintis Kecantikan yang Humanis”.

Wanita lulusan Stockholm University, Swedia ini berprinsip, jangan cepat puas dalam menjalani kehidupan dan merintis usaha. Jika ingin sukses harus berani keluar dari zona nyaman. Hal itu sudah dia lakukan sejak remaja.

“Kebetulan saya berasal dari keluarga berkecukupan. Jika saya mau menuruti apa keinginan orang tua, saya tidak perlu susah-susah cari uang sendiri. Tapi saya tidak menyesal, karena kini saya bahagia bisa menikmati hasil dari apa yang saya usahakan sendiri,” ungkap Michelle Wibowo usai launching buku “Profil Wanita Inspirasi Indonesia” di Mercure Hotel, Jalan TB Simatupang, Jakarta, belum lama ini.

Nyatanya Michelle Wibowo memang lebih memilih hidup mandiri. Jadi guru bahasa Mandarin, SPG dan sales asuransi, bahkan menjajakan deterjen di SPBU, pernah dia lakoni. Semua pengalaman itu menjadi guru terbaiknya, dia sukses sebagai pengusaha klinik kecantikan dan Diamond Leader di perusahaan MLM ternama.

Saat remaja, Michelle Wibowo merasa ‘dibuang’ ke negeri jiran Malaysia oleh orangtuanya. “Saya merasa dibuang. Karena saya sering membangkang dan tidak menuruti keinginan orang tua, saya dikirim ke asrama putri di Malaysia,” ungkap founder Foxy Beauty Clinic & Academy ini.

Tamat SMP di Malaysia, Michelle Wibowo kembali ke Jakarta dan menyelesaikan SMA-nya di Tunas Muda International School. Karena sikapnya tidak berubah, bahkan semakin sulit diatur, akhirnya Michelle Wibowo kembali ‘di asingkan’.

“Saya kuliah di Shanghai, Los Angels, nahkan sampai ke Swedia. Selama kuliah di luar negeri, saya kerja paruh waktu. Macam-macam kerjanya, bahkan pernah jadi make up artis,” kisahnya.

Lulus kuliah di usia 23 tahun, Michelle Wibowo harus kembali ke Jakarta. Bukannya kembali kerumah orang tuanya, Michelle Wibowo memilih kost dan mencari uang sendiri dengan melakoni banyak pekerjaan.

“Saya pernah kos di Jelambar, Kebon Jeruk dan di Kemanggisan. Saya pernah jadi SPG, Public Relation, agent asuransi. Bahkan saya sempat menjajakan deterjen pencuci mobil di SPBU. Saya pernah merasa, kok hidup susah banget. Tapi saya tetap ngotot dan saya yakin bahwa saya akan berhasil. I belive in my self,” kata Michelle Wibowo.

Saat kost itulah Michelle Wibowo belajar banyak tentang arti sebuah perjuangan. Teman-teman kost-nya nyaris memiliki persoalan sama, berjuang hidup di ibukota. “Saya bergaul dengan orang-orang yang sama-sama berjuang dari nol untuk maju. Jadi saya semakin kuat,” kisahnya.

Uang hasil kerja ‘serabutan’ itu sedikit demi sedikit dia kumpulkan untuk modal membuka usaha. Dan bisnis klinik kecantikan menjadi pilihannya. “Saya menyukai kecantikan, dan saya merasa senang jika bisa membuat orang lebih percaya diri setelah menjadi cantik,” sebut Michelle Wibowo yang berhasil mendirikan Foxy Beauty Clinic & Academy.

Lantaran butuh karyawan namun belum mampu memberi gaji memadai, Michelle kemudian merekrut penjual jus buah yang mangkal di kolam renang apartemennya. Dia menjadi karyawan pertama dan setia mendampinginya sampai sekarang.

Meski sudah memiliki usaha sendiri yang terus berkembang pesat, namun Michelle Wibowo belum merasa menjadi orang sukses. Menurutnya, sukses itu jika kita sudah bisa berbagi dengan sesama. “Saya masih dalam proses itu. Saya merasa bahagia jika sudah bisa berbagi,” ujarnya.

Dengan alasan itulah, Michelle Wibowo membuka kelas dan training kecantikan. Semua pengetahuan tentang teknik kecantikan yang pernah dia peroleh dari banyak negara, korea salah satunya dia share kepada peserta didiknya.

Satu hal lagi terkait niat berbagi, Michelle Wibowo dan Harmoni Dinamik Indonesia (HDI) sedang mengembangkan lembaga pendidikan bagi anak tidak mampu di Batu, Malang. HDI yang bergerak di bisnis Multi Level Marketing (MLM) produk kecantikan dan kesehatan asal Korea itu membangun lembaga pendidikan bernama ‘Kampung Kidz”.

“Kamu menampung ratusan anak-anak yatim piatu untuk mendapat pendidikan yang baik secara gratis. Mereka juga diberikan pelajaran kewirausahaan agar segara bisa mandiri dalam usia muda. Kami juga sedang membangun universitas yang salah satu jurusannya adalah kewirausahaan,” kata Michelle Wibowo.

Michelle pun berharap, kisah hidupnya di dalam buku “Profil Wanita Inspirasi Indonesia” itu bisa memberikan motivasi dan inspirasi bagi pembacanya agar bisa meraih kesuksesan dan jangan takut keluar dari zona nyaman. Dan perlu dicatat, sukses itu jika kita sudah bisa berbagi dengan sesama.

dr Ayu Widyaningrum Sebut “Siapa Bilang Orang Miskin Nggak Bisa Sukses”

tabloidseleberita.com, Nama dr Ayu Widyaningrum, MM, Master of AAM, and Master of IBAMS kini sudah tak asing lagi di kalangan masyarakat dan media. Selain sudah dikenal oleh publik, dokter bertubuh mungil ini juga dikenal dengan ragam  prestasinya. sukses dalam karir sukses juga dalam kehidupan berumah tangga, demikian prinsip yang dianut oleh perempuan kelahiran Kota Baru 12 Agustus 1990 itu.

Kesuksesan tersebut tentunya sedikit banyak juga dipengaruhi oleh masa lalunya yang berasal dari keluarga sangat sederhana. Didikan kedua orangtuanya yang keras seolah membentuk karakter dirinya yang juga pantang menyerah dan pekerja keras.

Dia menyebutkan sebelum meraih kesuksesan seperti saat ini, pemilik klinik Widya Esthetic ini punya jalan cerita berliku. Kehidupan masa kecilnya yang serba pas-pasan membuat dr Ayu Widyaningrum harus meniti pendidikannya juga ditengah kondisi serba sulit. Walau kedua orangtuanya berpendidikan rendah namun mereka mendidik dr Ayu dengan disiplin tinggi. Kala itu yang ada dalam pikirannya semua orang mau berasal dari keluarga miskin pun pasti bisa menggapai sukses. Semua kisah hidup dr ayu Widyaningrum tersebut tertuang di halaman buku “Profil Wanita Inspirasi Indonesia” yang diterbitkan Pusat Profil dan Biografi Indonesia. Dalam serial buku “Kekayaan yang Tersembunyi, Konsep dan Pemikiran Wanita Sukses”

“Bapak saya itu tidak lulus SD dan ibu saya tidak lulus SMP. Tapi, itu justru membuat saya termotivasi untuk bisa sekolah tinggi walau dengan apapun rintangannya. Justru itu membuat saya bangga. Saya bisa sampai di sini karena kedua orangtua saya mendidik saya secara disiplin dan kerja keras untuk semua ini. Dulu itu Kalau nggak dapat ranking di sekolah, saya bisa-bisa dikurung di kandang ayam. Siapa bilang anak yang terlahir dari keluarga miskin nggak bisa sukses, semua kembali pada niat dan kemauan kita masing-masing. Lihat saja orang-orang sukses di Indonesia maupun dunia, kebanyakan mereka adalah berasal dari keluarga yang susah,” sebut alumni Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (Unlam), Banjarmasin ini usai peluncuran buku Mahakarya ‘Profil Wanita Inspirasi Indonesia’ di Ballroom Hotel Mercure, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Widya demikian sapaannya mengaku bisa mencapai kesuksesan seperti ini tentunya tak semudah membalikan telapak tangan. Butuh usaha, semangat, kerja keras dan pantang menyerah.

“Semua yang saya dapat ini tidak datang kebetulan, saya harus kerja keras sendiri dan memulai semuanya dari nol,” kata ibu tiga anak ini.

Widya mengaku lahir dari keluarga yang minim soal pendidikan. Kedua orangtuanya tidak tamat sekolah. Tidak ingin seperti orangtuanya Widya pun tekun belajar.

Ketekunannya dalam belajar membuahkan hasil, di Widya selalu keluar sebagai juara kelas di kampung halamannya, Kotabaru. Usahanya juga membuahkan hasil yang akhirnya membawa Widya masuk SMAN 1 Banjarmasin kelas akselarasi.

Hanya dua tahun belajar di sekolah favorit, Widya diterima kuliah Fakultas kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin. Dari tempaan disiplin tinggi inilah, akhirnya dr Ayu berhasil meraih jenjang pendidikannya hingga di bangku universitas dengan baik.

“Saya masuk ke kedokteran pun lewat jalur Pencarian Minat dan Bakat Khusus (PMDK). Kalau nggak lewat situ, mana saya mampu biayain kuliah di kedokteran,” katanya.

Dan kini, kerja keras, keuletan, kejujuran dalam bekerja, plus kemampuan berinovasinya membuahkan hasil yang sebelumnya hanya bisa diimpikannya saja.

“Jadi nggak selamanya kesuksesan itu lantaran kita punya uang. Tanpa uang banyak pun kita bisa meraih kesuksesan, asal tekun dan giat dan tak takut gagal,” tegas ibu dari Alif Barra Pratama, Ben Alfariq Ramadhan, dan Juna Abinaya Alexi ini.

Walau memang diakuinya, model didikan keras seperti yang dilakukan orangtuanya dulu sudah tidak cocok lagi diterapkan pada anak-anak milenial seperti sekarang.

“Anak milenial sekarang itu harus kita didik dengan anggap mereka seperti teman. Tapi tetap harus ada reward dan punishment,” terang pemilik gelar Master of AAAM dan Master of IBAMS ini.

Widya yang dahulu memilih menikah muda itu sudah dikaruniai tiga orang putra, makanya kenapa dia memutuskan untuk menjadi dokter spesialis kecantikan (estetika), supaya jam kerja dan waktu bersama keluarga tidak terganggu.

“Saya pikir kalau jadi dokter spesialis kan kerjanya harus malam di rumah sakit. Sedangkan saya sudah berkeluarga dan dulu itu masih punya anak kecil. Lalu saya pikirkan jadi dokter estetika saja, yang waktu kerjanya hanya dari pagi sampai sore saja di klinik, habis itu saya bisa fokus urus keluarga dan anak-anak saya. Makanya buat saya kesuksesan itu tidak ada artinya kalau keluarga kita berantakan,” kata dia.

Kini dengan keahliannya sebagai dokter estitika, Widya bisa mengubah wajah yang bermasalah lewat sentuhannya menjadi lebih cantik dan sempurna. Widya mengaku dirinya adalah tipe wanita yang tergolong peduli. Bisa membantu orang yang membutuhkan adalah kepuasan tersendiri baginya.

“saya buka klinik tidak semata-mata mencari keuntungan saja tapi juga membantu pasien yang berpenghasilan menengah kebawah yang ingin cantik saya bantu dengan harga yang tidak pernah ‘mencekik’ mereka. Ada misi sosial juga didalam bisnis saya,” sebutnya.

Dan kini, dokter yang sudah merampungkan studi Anti Aging Medicine di Universitas Udayana, Bali ini pun tengah bersiap meluncurkan inovasi barunya.

“Tunggu saja waktunya. Pokoknya saya tidak akan lelah menciptakan inovasi-inovasi baru dalam produk perawatan kecantikan di klinik saya,” ungkapnya.

dr Maharani Prima Bersama MP Skin Care di Anugerahi Best Skin Care Clinic 2019


tabloidseleberita, – Februari tahun 2019 ini dr Maharani Prima, Dipl.AAAM.,CIBTAC bersama MP Skin Care kembali dianugerahi penghargaan dari Indonesia Health and Beauty sebagai Best Skin Care Clinic 2019.

Dirinya menganggap bahwa penghargaan tersebut merupakan sebuah pengakuan akan usaha dan kerja keras serta kreatifitas. Oleh karenanya dr Maharani Prima pun berharap kedepannya bisa terus menggali potensi diri, semakin kreatif dan berkembang.

“Penghargaan ini merupakan sebuah pengakuan akan usaha dan kerja keras serta kreatifitas. Saya sendiri sangat berkesan mendapatkan penghargaan dari Indonesia Health and Beauty sebagai Best Skin Care Clinic 2019. Karena saya memiliki klinik kecantikan yang berpusat di daerah yaitu di Blitar yang bukan kota besar, tapi bisa mendapat penghargaan nasional. Ini membuktikan bahwa kualitas (klinik) kami tidak perlu diragukan lagi dan bisa bersaing dengan klinik yang lainnya. Kedepannya saya berharap bisa terus menggali potensi diri, jadi semakin kreatif dan berkembang,” tutur dr Maharani Prima.

Sebelumnya di tahun 2018 kemarin MP Skin Care juga diketahui pernah menyabet tiga penghargaan diantaranya seperti Excellence Skin Care 2018, The most Trusted Skin Care in Service and Customer Satisfaction 2018, Best Inspiring and Creative Woman 2018.

Disela pemberian penghargaan dari Maharani Prima pun mengisahkan soal bagaimana dia mendirikan klinik sejak 2013 lalu, yang dia mulai dari sebuah ruko kecil yang disewanya selama setahun. Seiring waktu berjalan klinik yang dia bangun tersebut secara perlahan tapi pasti mulai menunjukan perkembangan yang signifikan. Sekarang dr Maharani Prima juga sedang mengembangkan kliniknya untuk menjadi klinik umum berikut bisa menerima pasien rawat jalan dan sekaligus tengah merencanakan pembangunan klinik yang kedua di Surabaya dan beberapa cabang klinik di Sidoarjo.

“Saya sudah mendirikan klinik kecantikan ini sejak 2013, awalnya saya hanya berpraktik dokter estetik di ruko kecil yang saya sewa, setahun kemudian saya bisa membangun dan mendirikan klinik sendiri dan sekarang klinik akan dikembangkan menjadi klinik umum dan rawat jalan. Sedangkan saya juga sedang membangun beberapa cabang di Sidoarjo, cabang Surabaya yang ke 2,” sebutnya.

MP Skin Care Clinic sendiri merupakan singkatan dari nama Maharani Prima yg pusat nya beralamatkan di jalan anggrek sutojayan kabupaten Blitar, jawa timur. dan memiliki cabang lain di Surabaya dan Sidoarjo

Perlu diketahui sebagai informasi kendati berada di daerah namun pelayanan yang diberikan di MP Skin Care tak kalah dengan Klinik kecantikan lainnya yang ada di kota besar. MP SKIN CARE sendiri memiliki keunggulan yaitu produk skin care yang sudah terdaftar di BPOM dan mendapat sertifikasi halal. Terkait produk non farmasi yang digunakan juga aman untuk penggunaan daily use dan efektif untuk merawat kulit dan cocok untuk daerah tropis.

“Adapun produk pelayanan yang boleh menjadi unggulan dari MP SKIN CARE adalah Treatment facial seperti hydra vitamin c facial adalah treatment unggulan ditempat kami karena selain tidak sakit, hasil juga langsung terlihat dan kulit makin sehat,” kata dr Maharani Prima.