Donita Sebut Dirinya Sebagai ‘Smart Buyer’ Karena Suka Berinvestasi Berlian

tabloidseleberita.com, Perempuan mana yang tidak suka dengan perhiasan berupa berlian, selain menambah kesempurnaan kecantikan, berlian juga punya nilai investasi yang tak mudah surut. Hal inilah yang menjadi alasan utama kenapa para pesohor tanah air seperti Donita dan Andi Soraya begitu mendambakan hadirnya berlian dalam kehidupannya.  

Diamond itu bagus untuk koleksi dan investasi karena harganya semakin naik,” ujar Donita di acara Endless Glamour, di Swan Jewellery, Pantai Indah Kapuk (PIK) Avenue, Jakarta Utara, Sabtu (24/9).

Donita mengaku kalau sebagian dari penghasilannya sebagai aktris memang ada yang digunakan untuk membeli perhiasan berupa berlian. Hal tersebut dilakukannya karena berkaitan dengan masa depan dirinya dan keluarga.

Donita bersama CEO Swan Jewellery, Vincent Claudius

“Kalau untuk investasi harus dong. Apa lagi aku punya anak. Jadi aku nggak hanya mikirin untuk hari ini aja, tapi ke depan juga. Jadi kalau mau beli sesuatu lebih ke smart buyer, apa yang bisa dibeli bernilai investasi dan tidak rugi, dan bisa dipakai juga,” sebutnya.

Putri Ayu azhari, Isabelle Tramp Ingin Jadi Desainer

tabloidseleberita.com, Terinspirasi dari kakaknya Sulaiman Atiq yang sudah lebih dahulu menjadi desainer, Putri Ayu Azhari dan penyanyi Mike Tramp, Isabelle Tramp, ternyata diam-diam didiketahui memiliki bakat mendesain busana dan bernyanyi. Mengetahui hal tersebut Ayu pun sangat mendukung langkah Isabelle untuk masa depan anaknya itu.

Menurut Ayu Azhari, meski usianya masih 13 tahun tetapi Isabelle sudah punya kehalian yang mumpuni dalam mendesain pakaian. Selain menjalankan hobi mendesain juga bisa mendapatkan penghasilan tambahan buat Isabelle.

“Walau masih 13 tahun tapi dia (Isabelle) bisa melihat pasar sekarang. Kalau menyanyi kan ordernya nggak tentu. Dia butuh sustainable business. Dia juga aku private kan kursus menjahit (mendesain) dirumah,” sebut Ayu Azhari di acara ‘Fashion Show Millenial 2000’ di Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, belum lama ini.

“Dia bilang ini kreativitas aku yang bisa untuk sustainable busines,” lanjutnya. Yang terbaru Isabelle merancang busana etnik untuk Ayu. Pakaian yang nantinya akan digunakan Ayu Azhari untuk promosi budaya Indonesia di London, Inggris, pada 7-8 September 2019 mendatang.

“Iya lebih ke etnik, tapi ada budaya Indonesia-nya juga,” kata Isabelle dalam kesempatan yang sama.

Menurut Isabelle, ia banyak terinspirasi dari berbagai macam hal untuk setiap karyanya. Ide itu biasa datang seperti saat belanja.

“Kalau lagi shoping aku lihat baju yang aku suka, terus aku bikin sendiri aja, saya juga banyak belajar dari Sulaiman.” ujar gadis berusia 13 tahun yang sedang bersekolah di Australian International School itu.


Goes to London, Ayu Azhari Boyong Tarian Burung Enggang Dari Kalimantan Timur

tabloidselebrita.com, Sukses menggelar Kampuang Indonesia saat berada di Swedia, Ayu Azhari akan terbang ke Potter Field Park, London, Inggris, pada 5 September 2019 mendatang bersama sejumlah seniman tradisional. Kedatangan Ayu Azhari ke sana masih dalam rangka promosi kebudayaan Indonesia mulai dari masakan, lagu, pakaian hingga tarian tradisional.

“Namanya Indonesia Weekend. Acara disana tanggal 7 dan 8 September, sama pemusik tradisonal juga dari Kalimantan. Yang membuat itu Mbak Endang kerjasama dengan KBRI,” kata Ayu Azhari saat ditemui disela-sela acara rangkaian HUT Sarinah yang ke 57 seraya menggelar ‘Fashion Show Millenial 2000’ di Gedung Sarinah, Thamrin,  belum lama ini.

Disana, Ayu Azhari juga akan membawakan tarian tradisional khas Kalimantan Timur. Yaitu Tari Gong dan Tari Burung Enggang.

“saya akan menari Tarian Burung Enggang, Tari Gong, diiringi musik tradisional gitu. Musiknya tradisional ada yang mainin gitu. Ya kita harus multi talenta, aku juga bisa nari dan membawakan tarian dari Kalimantan Timur,” ucap Ayu Azhari.

Menari memang bukan hal baru untuk Ayu. Menurutnya, keterampilan menari sudah dimilikinya sejak masih kanak-kanak.

“Pastinya semua sudah disiapkan ya, aku akan menyanyi dan menari. Memperkenalkan budaya Indonesia dan karya-karya aku selama di London,” ujar Ayu Azhari.

Saat itu, Ayu Azhari ditemui bersama putrinya, Isabelle, dalam acara ‘Fashion Show Millenial 2000’ di Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat,  belum lama ini.

Wanita berusia 49 tahun tersebut tidak hanya menyanyi, dia juga akan mempromosikan kuliner Indonesia di London.

Dia pun merasa sangat senang karena dilibatkan oleh KBRI di London untuk memperkenalkan budaya Indonesia di mata dunia.

“Aku kan ada album kuliner dan buku masakan juga. Insya Allah nanti ditampilkan di sana,” katanya.

Untuk urusan kostum, Ayu Azhari mengaku banyak dibantu oleh putrinya, Isabelle, yang belakangan memang diektahui menekuni bidang fashion. Ayu Azhari juga meminta bantuan kepada salah satu desainer etnik yang dikenalinya sudah cukup lama.

Isabelle di tempat yang sama mengatakan, dirinya kini tengah mempersiapkan kostum etnik yang mencirikan identitas budaya Indonesia untuk sang mama.

“Lebih ke etnik tapi ada budaya Indonesia-nya,” ucap Isabelle, yang tidak bisa ikut ke London bersama Ayu Azhari karena harus sekolah.

Kembalinya Sarwendah Tan, Lewat Album “Aku, Kamu, Kita”

tabloidseleberita.com, Semenjak memutuskan menikah dan membangun rumah tangga bersama Ruben Onsu, Sarwendah Tan memang diketahui melepaskan semua atribut keartisannya lantaran ingin fokus mengurus keluarga.
Hal tersebut sudah dijalaninya selama bertahun-tahun, dan kini dirinya siap kembali menjajaki dunia entertainment lantaran sudah mendapatkan ‘lampu hijau’ dari sang suami, Ruben Onsu.

Seperti diketahui sebelumnya Sarwendah Tan juga sempat berkarier sebagai penyanyi sejak tahun 2011. Sebelumnya, dia juga pernah merilis sejumlah lagu antara lain Kesakitan Ku, Patah Jadi Dua, Sejuta Buah, dan Antara Benci & Rindu.
Kembalinya Sarwendah ke dunia entertainment ditandai dengan dirilisnya debut albumnya bertajuk “Aku, Kamu, Kita”

Sarwendah menyebutkan bahwa album barunya ini sempat tertunda selama satu tahun. Sebab, istri dari Ruben Onsu itu lebih memilih fokus karena ingin menjaga kehamilan dan kelahiran anak keduanya.

“Mudah-mudahan album saya dapat diterima oleh para penikmat musik di Tanah Air,” kata Sarwendah Tan saat ditemui di Taman Kajoe, Cilandak Timur, Jakarta Selatan, Kamis (22/8/2019).
Dia mengatakan, bahwa album barunya tersebut sudah lama direncanakan. Tetapi, pembuatan album tersebut tertunda karena dirinya diketahui sudah ‘berbadan dua’.

“Jadi aku tunda dulu dan suami juga bilang begitu fokus aja dululah (kehamilan),” ucap ibu dari Thalia Putri Onsu dan Thania Putri Onsu.

Album “Aku Kamu dan Kita” ini diproduseri langsung Ruben Onsu.

“Album ini sangat variatif sekali genre-nya, ada yang mellow, ada juga Mandarin-nya jadi banyak genre di album kali ini,” kata Sarwendah.

Album “Aku, Kamu, Kita,” sendiri berisikan 9 lagu dengan menggandeng sejumlah musisi dan penyanyi ternama. Sebut saja seperti Malaikat Penjaga Hati (Ressa Herlambang & Ditto Hakim), Aku Kamu Kita (Ade Govinda), Ku Akui Feat Cita Citata (Yudis & Dewi Sandra). Tak Seindah Malam Kemarin (Andhika Mahesa), Judul Judulan Feat Ruben Onsu (Kuntet Mangkulangit), ‎ Ibunda (Aditya Gumay), Buah Hatiku (Ressa Herlambang). Patah Jadi Dua/versi Mandarin (Deddy Dhukun), dan ‎ Sepenuh (Aditya Gumay).

Untuk lagu “Aku Kamu Kita”, sebagai lagu jagoan yang juga sudah dibuatkan video klipnya bertemakan era 80-an.

Pembuatan video klip itu juga melibatkan Ruben Onsu dan kedua putrinya, Thalia dan Thania sebagai model video klip.
Sementara itu, Ruben Onsu mengaku bahwa sangat senang sekali bisa menjadi produser album istri tercintanya.

“Mudah-mudahan Sarwendah dapat terus berkarier di dunia musik karena bernyanyi merupakan kesenangan dari Sarwendah,” katanya.

“Jadi, saya hanya memfasilitasi semuanya apa yang Sarwendah sukai, mudah-mudahan kedepannya kami dapat terus berkolaborasi untuk mewarnai dunia musik Indonesia,” ujar Ruben Onsu.

Duo Semangka Dan KPAI Menghasilkan 3 Kesepakatan

Sempat dikabarkan mangkir dari pemanggilan KPAI akhirnya Duo Semangka Kamis (22/08) mendatangi kantor KPAI yang terletak di Jalan Teuku Umar ini. Pemanggilan KPAI ini bukannya tanpa alasan namun guna menindaklanjuti pengaduan masyarakat.

“Ada keluhan dari masyarakat bahwa ada beberapa konten dari Duo Semangka yang tidak sesuai asas kesusilaan,” ujar Komisioner KPAI Bidang Pornografi dan Cyber Crime Margaret Aliyatul Maimunah.

Pertemuan yang berlangsung 2 jam ini akhirnya menghasilkan 3 kesepakatan.

Pertama, Duo Semangka membenarkan bahwa konten di media sosial tersebut adalah memang personil Duo Semangka, meski tidak mengetahui siapa yang meng-upload video tersebut di media sosial.

Kedua, KPAI meminta Duo Semangka sebagai pekerja seni agar segala aktifitas yang ditampil selalu  memperhatikan azas-azas kepatutan dan kesusilaan.

Ketiga, Duo Semangka berkomitmen untuk melakukan inovasi dan kreatifitas seni yang memberikan dampak positif bagi   tumbuh kembang anak.

Dikesempatan yang sama Clara Gopa salah satu personel Duo Semangka mengatakan konten youtube yang disorot KPAI ini bukan dari channel Youtube resmi Duo Semangka.

“Video tersebut diambil oleh tangan – tangan jahil saat kita live di Instagram. Kita live di IG biasanya nyanyi – nyanyi atau nge dj,” ujar Clara Gopa.

“Saya pribadi minta maaf yang sebesar-besarnya. Sebagai personel, saya tidak merasakan keberatan (mendapatkan protes),” kata Variola May

Terkait adanya akun yang mencomot video Duo Semangka Sony Bule selaku manager akan melaporkan ke Kepolisian.

“Kita akan laporkan dalam waktu dekat,” pungkas Sony.

Natasha Risky Belajar Bahasa Korea Lewat Serial Drama Korea

tabloidseleberita.com, Korea Selatan memang saat ini menjadi magnet bagi banyak wisatawan di berbagai belahan dunia. Bahkan, Natasha Rizky, konon juga kepincut dengan Negri Gingseng ini.

Istri dari Desta ini bahkan sampai lima kali berkunjung ke Korea Selatan. Perempuan yang akrab disapa Caca ini diketahui suka dengan Korea karena dramanya.

“Awalnya kan aku suka banget sama K-drama. Jadi aku ke Korea itu bukan cuma ke tempat wisata tapi juga ke lokasi syuting dramanya,” kata caca saat ditemui di The Hermitage Jakarta Pusat, Selasa 20 Agustus 2019.

Dia bahkan rela pergi ke lima lokasi syuting drama Korea dalam satu waktu.

“Aku cari alamatnya, lokasi syuting film ini di mana. Jadi sudah benar selama 5 hari ke Korea sehari itu bisa ke enam tempat gitu, dan ditargetkan pokoknya sehari gitu,” kisahnya.

Bukan hanya itu saat berwisata ke Korea, ibu tiga anak ini juga diketahui memiliki banyak makanan favorit yang tentunya memiliki sertifikat halal. Tempat makanan tersebut berada di Myeongdong.

“Daging bakar di sana enak banget, Topokki juga aku suka, apalagi ramennya itu juga enak banget,” katanya saat ditemui usai Konferensi Pers ‘Korea Travel Fair 2019’ di The Hermitage, Jln. Cilacap, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, (20/8).

Natasha juga mengaku kalu dirinya pernah mampir di restoran dimana para pengujung bisa membuat ramen sendiri. Dengan ini, wisatawan dapat membuat makanan dengan bahan yang dipastikan segar dan tentu halal.

“Waktu itu pernah ke satu restoran dan itu buat ramen sendiri. Jadi kan kita tahu tingkat halalnya bagaimana. Jadi seru banget,” lanjutnya.

Terkait makanan halal, menurutnya Korea salah satu negara yang paling terbuka. Dan mereka sangat tahu kebutuhan makananan wisatawan muslim.

“Di sana mereka pada teriak ‘makanan halal, makanan halal’. Dan itu bisa membuat lebih mudah mencari makanan halal,” ucapnya.

Bukan hanya itu saja yang membuat ibu tiga anak ini suka berkunjung ke Korea, masyarakatnya yang friendly terutama bagi mereka yang mengenakan hijab.

“Mereka enggak awam lihat kita yang berhijab, secara banyak makanan halal. Di sana juga ada masjid di Itaewon dan juga ada praying room sekarang kalau di tempat umum, makanan halal juga sudah ada di Itaewon, di Myeongdong street food ada beberapa yang dilabel halal, kalau tidak halal penjualnya akan kasih tau kita,” sambungnya.

Ibu tiga anak ini juga mengaku kalau dirinya meski sudah lima kali ke Korea tetapi belum juga fasih (lancar) berbahasa Korea. Caca mengaku kalau dia banyak dibantu lantaran sering menonton drama Korea.

“aku belum lancar bahasa Korea, kalaupun bisa sedikit-sedikit itu karena aku banyak belajar dari seringnya aku nonton drama korea. jadi nggak pernah les atau belajar serius gitu,” ungkapnya.

Maya Angkasa: Saya Tertipu Oleh Kawan Bisnis Saya

Penyanyi dangdut Maya Angkasa yang juga dikenal sebagai Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Artis & Designer (APAD) dilaporkan oleh rekannya yang bernama Sri Mawardina Silostiowati yang sebelumnya juga pernah dilaporkan oleh Ratna atas dugaan kasus penggelapan hingga 40% uang dari para peserta arisan sebesar 9 Milyar beberapa waktu lalu. Terkait hal tersebut Maya demikian panggilan akrabnya angkat bicara.

Maya Angkasa dengan Kuasa Hukumnya

“Laporan Ratna bukan yang 9,2 Milyar laporannya yang 500 dan sudah dibayar 230 juta, jadi yang milyar – milyar itu tidak ada,” ujar Maya Angkasa saat ditemui di kawasan Tendean, Senin (19/8).

Maya mengaku bahwa dirinya telah membayarkan sebagian uang tersebut bahkan Maya merasa tertipu oleh kawan bisnisnya.

“Saya kaget satu bulan kemudian ada yang melaporkan saya dengan kasus yang sama, dengan bukti-bukti yang sama. Saya tertipu oleh kawan bisnis saya, akhirnya saya melaporkan penipuan ke Polda Metro Jaya,” tambah Maya Angkasa lagi.

“Harapan saya mereka sadar, jujurlah dengan hati nurani. Kedepannya saya sudah menyerahkan ke pihak yang berwajib,” pungkas Maya Angkasa.

Tiga Kali Terlibat Narkoba, Rio Reifan Sesali Perbuatannya

Tabloidseleberita, – Rio Reifan, Artis muda yang wajahnya sering menghiasi layar kaca Televisi, kembali tertangkap atas kasus narkoba untuk yang ketiga kalinya, Rio berhasil tertangkap jajaran Ditresnarkoba Polda Metro Jaya di kawasan Pondok Gede Bekasi Jawa Barat pada 13 Agustus 2019.

Kasubdit Satu Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvin Simanjuntak mengatakan penangkapan terhadap Rio berawal dari adanya informasi masyarakat, dimana diketahui adanya sebuah lokasi di kawasan Pondok Gede yang menjadi tempat sering terjadi transaksi narkoba.

Pada saat penelusuran, Jean menjelaskan pihaknya mendapati info rumah salah satu pelaku transaksi narkoba yang sering beraksi di sekitar lokasi yang di curigai.

“Kami kemudian geledah rumah yang di curigai, kemudian kami dapati pelaku RR (Rio Reifan) ini,”ujar Jean saat rilis kasus narkoba di Mapolda Metro Jaya, Jumat (16/8/2019).

Polisi yang melakukan penggeledahan di sebuah rumah yang belakangan di ketahui rumah Artis Rio Reifan tersebut mendapati barang bukti beberapa alat hisap narkoba jenis sabu yabg berbahan kaca.

“Kita juga dapati pelaku RR, yang di ketahui berdasarkan pemeriksaan, dirinya baru saja usai mengkonsumsi sabunya,”ujar Jean.

Selalin amankan alat hisap dan menangkap Rio, Jean mengatakan pihaknya berhasil amankan sisa sabu bekas pakai Rio, yakni sabu seberat 0,0129 gram.

“Ada sisa sabu bekas pakai dia (Rio) yang kebetulan berhasil kami temukan dan kami amankan,”ungkapnya.

Polisi membawa Rio dan barang bukti lainnya ke Mapolda Metro Jaya, polisi mengetes urine Rio dan hasilnya positif menggunakan zat metaphetamine atau sabu.

Berdasarkan data polisi, Jean mengatakan Rio Reifan sudah sering berurusan dengan polisi atas kasus narkoba, hingga kini terhitung sidah tiga kali Rio tertangkap.

“Pemeriksan kami, tersangka RR ini sudah mengkonsumsi sabu sejak tahun 2009, pernah tertangkap dua kali atas kasus narkoba yang sama pada tahun 2015 dan 2017, dan kini tertangkap untuk yang ketiga kalinya pada tahun 2019,”terang Jean.

Selain data tersebut Jean mengatakan usai Rio tertangkap pada tahun 2017, dan berhasil di bebaskan, ternyata dia bulan kemudian Rio kembali mengkonsumsi narkoba.

Dalam kasus terakhirnya, Rio di ketahui membeli narkoba sebanyak setengah gram dengan harga Rp.350 ribu, dimana dalam kasus ini sang pengecer narkoba yang menjual sabu ke Rio masih di buru polisi.

Dalam kasus ini ada DPO yang mana pelaku tersebut berinisial B yang di ketahui sebagai penngecer yang memberikan sabu ke pelaku RR ini.

Hingga saat RR masih dilakukan pemeriksan di Mapolda Metro Jaya, dan polisi masih memburu pelaku B, atas perbuatannya Rio kembali ke dalam jeruji dan dikenakan pasal 114 KUHP tentang penyalahgunaan zat terlarang dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Machi Achmad Ungkapkan Fakta Perdamaian Sop Buntut Antara Kriss Hatta Dan Anthony Hillenaar

Machi Achmad salah satu Pengacara dari team Lawyer nya Kriss Hatta mengungkapkan beberapa Fakta terbaru dalam perdamaian antara Kriss Hatta dan Anthony Hillenaar beberapa waktu lalu. Fakta tersebut diungkapkan oleh R. Machrio Achmad Nurhatta S.H.,M.H. atau yang akrab dipanggil Machi Achmad saat dijumpai di Polda Metro Jaya Senin (12/08).

Kriss Hatta dan Machi Achmad

“Kemarin telah terjadi perdamaian antara Kriss dan Anthony dan kita telah membuat draft perdamaian dan segala macam. Dari pihak Anthony pun setuju mencabut laporannya. Suasana tersebut hangat yang terjadi di hotel Borobudur. Perdamaian tersebut ada istilah perdamaian Sop Buntut karena kita sama – sama memesan Sop Buntut,” ujar Machi Achmad

“Kedua Lawyer saling mendraft perdamaian yang makan waktu cukup lama karena saling memasukkan pasal untuk mengamankan Kliennya. Jadi dari jam 8 Pagi baru selesai jam 5 sore dan kita langsung berangkat ke Polda,” tambah Machi Achmad lagi.

Pengacara muda yang menyelesaikan Program Pasca Sarjana di Universitas Trisakti ini juga mengatakan butuh proses yang cukup lama karena perbedaan delik sehingga Kriss masih mendekam di penjara.

“Karena deliknya berbeda delik biasa dan delik aduan makanya proses harus dijalani. Kita sudah memberitahu klien juga,” kata Machi Achmad yang juga pernah menduduki posisi Komandan Satgas hukum Trisakti 2005.

“Yang masyarakat perlu tahu adalah Pasal 351 KUHP Pidana itu mengenai penganiayaan biasa itu delik biasa, dimana dalam delik biasa itu bila sudah terjadi pencabutan laporan atau perdamaian tidak serta merta dapat menghentikan proses hukum. Berbeda dengan delik pada pasal 27 ayat 3 UU ITE 19 tahun 2016, dimana delik tersebut delik aduan. Dalam delik aduan apabila terjadinya perdamaian atau pencabutan laporan sudah serta merta menghentikan proses hukum,” imbuhnya 

Perundingan antara pihak Kriss Hatta dan Anthony

“Dari team Lawyer Kriss Hatta kami sedang mengajukan penangguhan penahanan atau SP3, dimana dalam delik biasa itu ada yang namanya diskresi, tindakan diskresi Kepolisian yang diatur dalam pasal 18 UU 2 tahun 2002. Dimana untuk kepentingan umum yang dirasa perlu, penjabat Kepolisian tugas dan wewenangnya dapat melakukan penilaian sendiri. Dimana pelaksaannya diatur tidak bertentangan dengan peraturan per undang – undangan, kode etik Kepolisian dan dirasa keadaan sangat perlu dan itu wewenang dari penyidik kasus ini tidak perlu dimajukan lagi P21 ke Kejaksaan. Itu memang subjektifitas penyidik. Tapi dalam delik biasa kriminal murni memang prosesnya tidak serta merta kalau memang ada perdamaian dan pencabutan itu menghentikan proses, harus ada diskresi tadi,” tegas Machi Achmad  

“Kami harapannya untuk penangguhan penahanan dikabulkan, kami meminta dan memohon kepada pihak yang berwenang menghentikan proses karena dasarnya ada perdamaian. Dan apabila tidak ya mekanisme pengadilan yang akan kita perjuangkan biasanya sudah ada draft perdamaian dan pencabutan laporan klien kami bisa bebas”, pungkas Machi Achmad yang dikenal juga Pengacara handal dalam mediasi.

Lia Callia ‘Parno’ Kekasihnya Pernah Direbut Followernya

tabloidseleberita.com, menyaksikan dua rekan seprofesinya (pedangdut) yakni Siti Badriah dan Ratu Meta, yang dalam waktu berdekatan melangsungkan pernikahan, Lia Callia juga turut mengamini peristiwa sakral nan bahagia dari kedua rekannya tersebut.

Seperti diketahui usia pedangdut yang kerap disapa si ‘goyang pecut’ tersebut kini sudah menginjak 28 tahun, usia yang sudah cukup ‘masak’ untuk seorang perempuan mengarungi bahterah rumah tangga.

“iya doain aja ya semoga bisa segera menyusul secepatnya,” kata Lia saat ditemui di sela-sela perayaan Hari Idul Adha di Yayasan Pundi Amal Bakti Ummat (PABU), Bekasi, Minggu (11/8).

Lia sendiri mengaku jika dirinya saat ini sudah mempunyai tambatan hati. Seorang lelaki bule asal Italia yang rentang usia terpaut dua tahun dengannya. Sayangnya Lia sendiri tidak lagi mau mengekspos kekasihnya tersebut ke hadapan publik lantaran pernah punya pengalaman buruk karena kekasih sebelumnya yang juga WNA pernah direbut followernya sendiri.

“aku nggak mau lagi ekspos dia (pacar) ke medsos. karena pernah punya pengalaman mantanku yang sebelumnya direbut sama followerku sendiri, jadi emang trauma (parno) gitu akunya sendiri,” ucapnya.

“jadi waktu itu mantanku itu aku kenalin lewat medsos, nggak tahunya ada followerku di IG yang follow IG nya mantanku itu. tapi dasar mantanku juga ‘kegatelan’ orangnya, akhirnya dibelakang aku mereka janjian ketemuan sampe akhirnya jadian, tahu begitunya aku putusinlah,” sambung Lia mengisahkan.

Itulah sebabnya untuk yang sekarang ini, kenapa Lia begitu menjaga privasi kekasihnya yang asal Italia itu. Lia mengaku andaikan berjodoh ingin segera mengakhiri masa lajangnya sesegera mungkin Kendati harus menjalani hubungan jarak jauh (long distance relatioship).

“aku sih berharap kita berjodoh ya, walaupun kita jalanin LDR. Paling ketemuannya itu bisa dua atau tiga bulan sekali, atau aku kadang nyamperin (ketemuan) dia kalau dia lagi ada tugas ke Singapura atau Thailand. Diluar itu setiap hari kita videocall-an,” jelas Lia.