Camel Petir Miris Dengar Cuitan Seorang Habib Kepada Nikita Mirzani

by -

TabloidSeleberita.com – Berapa hari ini media sosial sedang ramai membahas perdebatan kata kata antara Nikita Mirzani dan Ustadz Maaher At-Thuwailibi, akan tetapi perihal tersebut ikut dibicarakan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) di atas panggung peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Sabtu (15/11).

Meski Rizieq Shihab dalam pidatonya tidak secara spesifik menyebut nama Nikita, namun banyak pihak yang meyakini jika kalimat itu ditujukan pada artis yang hobi nyinyir tersebut.

“Ada l*e hina habib. Pusing, pusing. Sampai l*e ikutan ngomong, iyee..,” kata Rizieq di Jl KS Tubun, Jakarta Pusat, Minggu (15/11) dini hari.

Hal ini menjadi perbincangan hangat sejak saat itu. Salah satunya oleh Bendahara Umum Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) Camelia Panduwinata Lubis.

Wanita yang akrab disapa Camel Petir ini menyebut, tak pantas jika ulama seperti Habib Rizieq melontarkan kata-kata kasar seperti itu.

foto: Instagram @camelpetirofficial

“Saya mengecam HRS berkata seperti itu. Menurut saya tidak pantas berkata seperti itu, siapapun itu tidak pantas mengatakan itu. Apalagi di depan pengikutnya yang mengamininya,” ujar Camel di Jakarta.

Dirinya pun bingung kenapa HRS bisa begitu, padahal HRS adalah tokoh agama yang seharusnya menjadi tauladan pengikutnya.

“Walaupun NM itu bagaimana, tapi dia itu perempuan. Saya aja yang perempuan tidak suka jika beliau mengucapkan seperti itu. Miris kalau beliau sampai berkata seperti itu,” ujar Camel.

Menurutnya, sebagai ulama yang baru pulang dari tanah suci, harusnya kedatangannya berdampak positif, memberi contoh yang baik. Apalagi HRS mencanangkan revolusi ahlak.

“Harusnya revolusi jiwa, bukan revolusi ahlak. Jiwa HRS harusnya lebih tenang. Apalagi saat ini sedang pandemi Covid-19, ada baiknya beliau mengajak masyarakat memerangi Covid-19 dengan cara menghindari kumpulan massa, ini malah sebaliknya,” kata Camel selanjutnya.

foto: instagram @camelpetirofficial

Faktanya sendiri, Camel pesimis HRS bisa melakukan revolusi ahlak seperti yang dicanangkannya.

“Nggak mungkin dia memperjuangkan revolusi ahlak, ahlaknya saja begitu, omongannya kasar. Sebaiknya untuk pak HRS diperbaiki saja dulu jiwanya,” tegas Camel. (moln)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *