Anak Vivi Paris Korban Perundungan Dan Pencabulan Di Pesantren

by -

Tabloidseleberita, – Sebuah kabar mengejutkan datang dari Vivi Paris, buah hatinya Calvin Afif yang masih berusia 9 tahun ini di duga menjadi korban dari perundungan oleh kawan sekolahnya serta pencabulan oleh salah satu oknum saat mondok di salah satu pesantren di Jogyakarta.

Menurut keterangan yang diberikan oleh Vivi kepada tabloidseleberita.com, Calvin demikian panggilan sang buah hatinya di bully teman sekolahnya serta dicabuli oleh oknum seorang pria.

Saat ditanya oleh Vivi, Calvin mengatakan bahwa seorang pria telah melakukan pelecehan seksual terhadap dirinya dan memintanya melalukan perbuatan tidak senonoh dengan menyuruh Calvin memegang alat vital sang pria. Dan perbuatan tidak pantas lainnya.

Calvin pun mengatakan bahwa dirinya telah melaporkan perbuatan pria tersebut kepada kakak pengurus pesanterannya namun Calvin hanya disuruh pindah kamar.

Namun pencabulan pria tidak berhenti meskipun Calvin telah pindah kamar demikian yang dituturkan oleh Calvin.

Kepada Vivi, Calvin pun menceritakan bahwa dirinya juga dibully oleh temannya, tempat tidur Calvin di kencingi oleh salah seorang temannya. Dan Calvin pun tidak berani melaporkan hal tersebut.

“Saya kecewa, sedih karena niat dan tujuan awal belajar ke pesantren itukan belajar agama bukan dirusak mentalnya atau mentalnya terganggu. Disana pengakuan Calvin dibully juga seperti kasur sering dikencingin”, tegas Vivi.

“Saat Calvin jauh dari orang tua seharusnya butuh kakak tapi malah dapat pembullyan sampai Calvin nangis – nangis teriak – teriak tapi nggak ada yang nolongin juga”, tambah Vivi.

“Untuk sekolah saat corona pihak sekolah tidak memberitahukan perihal ujian – ujian tiba – tiba saya dikabarin anak tidak naik kelas saya coba negosiasi namun tidak ditanggapi intinya saya kecewa untuk yang kedua kalinya”, imbuhnya.

“Saya sudah sampaikan prihal pembullyan dan pelecehan seksual ke pihak sekolah namun pihak sekolah hanya mengatakan akan disampaikan ke pihak pesantren. Saya merasa kok anak saya tidak dilindungi yah baik lahir maupun bathin oleh pihak sekolah dan pesantren, saya kecewa”, sambung Vivi.

“Rencana kedepan akan melaporkan namun masih terkendala pendemi Corona. Pihak pesantren hanya meminta maaf tapi permintaan maaf tersebut diwakili oleh kepala kamar yang mengetahui curhatan si Calvin. Langkah kedepannya akan melapor tapi lihat kondisi yang masih PSBB”, pungkas Vivi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *