JAKARTA, TabloidSeleberita.com – Perbedaan karakter Raka, Tintin, dan Bobi menjadi sumber komedi sekaligus tantangan ketika ketiganya terjebak dalam petualangan penuh teror supranatural.
Kisah tiga sahabat ini diangkat dalam film horor-komedi Hungry Ghost Festival produksi MVP Pictures yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 26 November 2026.
Film yang ditulis dan disutradarai Imam Darto ini dibintangi Endy Arfian sebagai Raka, Aci Resti sebagai Tintin, dan Fajar Nugra sebagai Bobi.
Ketiganya memiliki kepribadian berbeda yang memengaruhi cara mereka menghadapi persoalan, terutama ketika berhadapan dengan kejadian di luar nalar.
Raka digambarkan sebagai sosok kaku dan perfeksionis. Sementara itu, Tintin cenderung spontan dan berani mengambil risiko. Di antara keduanya, Bobi berusaha menjaga keseimbangan agar situasi tidak semakin kacau.
Dinamika tersebut menjadi salah satu unsur utama cerita Hungry Ghost Festival. Ketika perjalanan mereka bersinggungan dengan perayaan Hungry Ghost Festival dan sejumlah pantangan yang tidak sengaja dilanggar, ketiganya harus menghadapi situasi yang semakin mencekam.

Endy Arfian, Aci Resti, dan Fajar Nugra Bangun Dinamika Tiga Sahabat
Memerankan karakter dengan kepribadian berbeda menjadi bagian penting dalam membangun interaksi antarpemain. Endy Arfian mengaku perlu menyesuaikan ritme aktingnya dengan Aci Resti dan Fajar Nugra yang memiliki latar belakang sebagai komika.
Menurut Endy, karakter Raka yang serius justru dapat menghadirkan unsur komedi melalui reaksinya terhadap tingkah dua sahabatnya.
“Buat aku, tantangannya adalah beradu akting sama Aci dan Fajar yang punya warna komedi masing-masing. Aku harus bisa mengikuti ritme mereka, tapi tetap membawakan Raka dengan karakter dan responsnya sendiri,” ujar Endy.
Ia menilai perbedaan pendekatan ketiga karakter membuat mereka bisa saling melengkapi dalam membangun dinamika persahabatan di film tersebut.
Sementara itu, Aci Resti menggambarkan Tintin sebagai sosok yang sulit menahan rasa penasaran. Sifat spontan karakter tersebut kerap membuat persoalan sederhana berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
“Gue mah kalau udah penasaran atau pengin tahu sesuatu, biasanya susah disuruh diem. Tintin juga begitu, orangnya spontan dan kadang nggak mikir panjang dulu,” kata Aci.
Adapun Fajar Nugra melihat Bobi sebagai sosok yang berusaha menjaga keadaan tetap terkendali ketika dua temannya memiliki cara berpikir yang bertolak belakang.
Menurut Fajar, situasi tersebut dekat dengan pengalaman persahabatan sehari-hari. Seseorang terkadang ikut terseret ke dalam masalah yang awalnya bukan urusannya.
“Walaupun sering ribut atau beda pendapat, pas ada masalah mereka tetap jalan bareng. Apalagi kalau masalahnya udah berhubungan sama hal-hal supranatural kayak di film ini, mau nggak mau harus saling bantu,” ujar Fajar.
Tradisi Hungry Ghost Festival Menjadi Latar Cerita
Selain mengandalkan hubungan antarkarakter, film ini menggunakan tradisi Hungry Ghost Festival sebagai bagian penting dari latar cerita.
Untuk mengenal tradisi tersebut, para pemain berkesempatan menyaksikan langsung rangkaian kegiatan Hungry Ghost Festival di Klenteng Bu An Kiong, Bekasi, serta Vihara Boen San Bio, Tangerang.
Hungry Ghost Festival berkaitan dengan tradisi yang dikenal di sejumlah komunitas Tionghoa Indonesia melalui praktik seperti Cioko dan Sembahyang Rebutan. Dalam film ini, perayaan tersebut menjadi latar petualangan Raka, Tintin, dan Bobi.
Ketidaktahuan ketiganya terhadap sejumlah pantangan membawa mereka ke dalam situasi yang semakin sulit dipahami. Teror supranatural kemudian menjadi tantangan yang harus mereka hadapi bersama.
Pendekatan tersebut membuat unsur horor tidak hanya berpusat pada kejadian menyeramkan. Interaksi antartokoh dan perbedaan cara mereka merespons bahaya turut menjadi bagian dari cerita.
Perpaduan komedi, misteri, dan horor juga memberi ruang bagi persoalan persahabatan untuk berkembang. Ketika keadaan semakin tidak terkendali, Raka, Tintin, dan Bobi dituntut untuk mengandalkan satu sama lain meskipun kerap berbeda pendapat.
Hungry Ghost Festival Tayang 26 November 2026
Melalui Hungry Ghost Festival, MVP Pictures menghadirkan cerita horor-komedi yang memadukan petualangan supranatural dengan dinamika persahabatan tiga karakter utama.
Film garapan Imam Darto ini tidak hanya menempatkan teror sebagai sumber ketegangan, tetapi juga mengeksplorasi bagaimana perbedaan karakter memengaruhi hubungan seseorang dengan sahabatnya ketika menghadapi masalah.
Dibintangi Endy Arfian, Aci Resti, dan Fajar Nugra, Hungry Ghost Festival dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 26 November 2026. (Hero)