Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro Angkat Teror di Balik Ambisi Konten Horor

0

JAKARTA, TabloidSeleberita.com – Ambisi membuat konten horor membawa lima sahabat berhadapan dengan teror yang tak pernah mereka bayangkan dalam film Lingsir Wengi: Motel Malioboro. Film produksi LAB Pictures ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026.

Disutradarai Adhe, film ini mengikuti Putih, Ryan, Aro, Anggie, dan Dita, lima sahabat yang mengelola kanal horor DuniaHorror62. Dalam sebuah penelusuran, mereka mendatangi motel tua di kawasan Malioboro dan menemukan rekaman lagu Lingsir Wengi.

Awalnya, pengalaman tersebut dianggap sebagai materi untuk mengembangkan konten mereka. Namun, penelusuran itu justru membawa kelimanya ke dalam rangkaian peristiwa misterius yang mengaburkan batas antara rasa penasaran dan bahaya nyata.

Angkat lagu Lingsir Wengi dalam balutan horor modern

Film ini memadukan lagu Lingsir Wengi, yang dikenal dalam khazanah budaya Jawa dan kerap dikaitkan dengan cerita misteri dalam budaya populer, dengan kehidupan anak muda yang lekat dengan media sosial.

Sutradara sekaligus produser, Adhe, mengatakan, pemilihan lagu tersebut menjadi cara untuk mempertemukan elemen budaya yang dikenal lintas generasi dengan kehidupan anak muda masa kini.

“Lingsir Wengi memiliki tempat tersendiri dalam ingatan kolektif masyarakat, terutama dalam kaitannya dengan cerita misteri dan horor,” ujar Adhe.

Menurut dia, elemen budaya tersebut juga menjadi bagian dari perjalanan karakter dalam menghadapi pilihan dan konsekuensinya.

Melalui pendekatan ini, Lingsir Wengi: Motel Malioboro tidak hanya mengandalkan teror supranatural, tetapi juga mengangkat pertanyaan tentang batas yang bersedia dilanggar seseorang demi menghasilkan konten.

Jeff Smith perankan Ryan yang ambisius

Dalam film ini, Jeff Smith memerankan Ryan, sosok pemimpin kelompok yang memiliki karakter dominan, keras kepala, dan sulit menerima pendapat orang lain.

Ryan digambarkan sebagai orang yang merasa pemikirannya paling benar dan bersedia melakukan berbagai cara demi mencapai tujuan.

“Dia adalah tipikal orang yang bisa menghalalkan segala cara. Yang penting tujuannya tercapai,” kata Jeff saat menjelaskan karakternya.

Karakter Ryan menjadi salah satu gambaran bagaimana ambisi dapat memengaruhi hubungan pertemanan. Keinginan mengembangkan kanal horor membuat kelompok tersebut terus melangkah, meskipun keputusan yang diambil membawa konsekuensi bagi orang-orang di sekitarnya.

Ochi Rosdiana hadapi karakter Putih yang penuh beban

Sementara itu, Ochi Rosdiana memerankan Putih, perempuan indigo yang harus menghadapi persoalan persahabatan, hubungan asmara, dan pengalaman supranatural.

Putih juga digambarkan sebagai sosok yang menyimpan kesedihan mendalam terkait ibunya.

Di tengah berbagai persoalan tersebut, ia tetap berusaha membantu teman-temannya meskipun harus mengesampingkan perasaannya sendiri.

Ochi menilai Putih sebagai karakter dengan beban pikiran yang besar. Ia bahkan mengaku belum tentu mampu bersikap sesabar Putih apabila berada dalam situasi serupa.

Untuk mendalami peran tersebut, Ochi menggali karakter bersama pelatih akting dan sutradara. Tantangannya adalah menjaga konsistensi emosi Putih, terutama ketika harus menghadapi tekanan dalam kelompok sekaligus persoalan pribadinya.

Menurut Ochi, Putih memiliki ketulusan terhadap teman-temannya. Meski merasa tertekan, ia tetap berusaha membuat orang-orang di sekitarnya bahagia.

Karakter ini menghadirkan sisi emosional di tengah cerita horor, sekaligus memperlihatkan bagaimana seseorang dapat terjebak dalam hubungan yang tidak sehat karena rasa sayang dan keinginan untuk membantu orang lain.

Bukan hanya tentang teror, tetapi juga persahabatan

Produser eksekutif Elsaputra D. Justia mengatakan, film ini berangkat dari elemen budaya yang akrab bagi masyarakat dan dikemas melalui perspektif yang dekat dengan kehidupan generasi muda.

Ia berharap penonton tidak hanya menikmati misteri dan ketegangan, tetapi juga menemukan dinamika hubungan antarkarakter yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Adapun produser Jason mengatakan, cerita film ini turut membahas persahabatan, pengkhianatan, petualangan, dan kisah cinta.

Tema keikhlasan juga menjadi bagian dari perjalanan karakter, terutama ketika mereka harus menerima kenyataan dan melepaskan sesuatu yang tidak lagi dapat dipertahankan.

Lingsir Wengi: Motel Malioboro dibintangi Ochi Rosdiana, Jeff Smith, Alif Rivelino, Yessica Tamara, Chelcy Clarissa, dan Vinessa Inez.

Film produksi LAB Pictures tersebut akan tayang di bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026. (Hero)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

BAHASA BERITA LAINNYA»