Dialog Dini Hari Rilis Album “Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi” pada 18 September

0

JAKARTA, TabloidSeleberita.com – Dialog Dini Hari akan merilis album terbaru bertajuk Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi pada 18 September 2026.

Album ini berisi delapan lagu dengan durasi sekitar 32 menit. Lagu berjudul sama dipilih sebagai focus track karena dianggap mewakili tema utama album.

Album tersebut lahir dari perjalanan Dialog Dini Hari dalam beberapa tahun terakhir, termasuk perubahan personel dan hadirnya anggota baru.

Kondisi itu membuat band kembali mencari bentuk kebersamaan sekaligus memaknai ulang arti “rumah”.

“Banyak hal yang terjadi. Kehilangan personel, lalu mulai lagi dengan orang-orang baru. Dari situ muncul pikiran bahwa rasa rumah seharusnya bisa kita buat kembali utuh,” kata Dadang SH Pranoto.

Dalam penggarapannya, Dialog Dini Hari kembali menempatkan songwriting sebagai pusat.

Setelah sebelumnya banyak bereksperimen dengan bunyi dan sound design, kali ini mereka memilih aransemen yang lebih sederhana.
Instrumen yang digunakan pun pada dasarnya sama dengan yang dimainkan saat tampil di panggung.

Album ini direkam dan di-mixing di Uma Pohon Studio, Denpasar, dengan pendekatan analog menggunakan Studer 963 keluaran 1983. Proses tersebut membuat hasil rekaman terdengar lebih minim polesan.

Delapan lagu di album ini membahas sejumlah tema personal, mulai dari rumah, kehilangan, persahabatan, hubungan antarmanusia hingga lingkungan. Lagu “Biarlah” turut melibatkan Sugeng Wisnu dari White Swan sebagai kolaborator.

Selain versi digital, Dialog Dini Hari tengah menyiapkan edisi fisik dalam format vinyl, kaset, dan CD yang akan dirilis menyusul.

Video musik “Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi” juga akan dirilis setelah album tersebut, dengan Indira Larin sebagai sutradara.

Bagi Dialog Dini Hari, album ini menjadi bagian dari proses membangun kembali ruang bermusik setelah berbagai perubahan, sekaligus kembali pada fondasi mereka dalam menulis lagu dan bermain bersama. (Hero)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

BAHASA BERITA LAINNYA»