JAKARTA, TabloidSeleberita.com – Serial original WeTV “Tante Sonya” menawarkan kisah drama romantis tentang cinta beda usia sekaligus pilihan hidup seorang perempuan di tengah tekanan stigma sosial.
Serial yang dibintangi Raihaanun dan Maxime Bouttier ini dijadwalkan tayang secara eksklusif di WeTV mulai 4 September 2026.
“Tante Sonya” terdiri dari 10 episode dan merupakan pengembangan modern dari film legendaris Catatan Harian Tante Sonya. Alih-alih sekadar membuat ulang cerita lama, tim produksi memilih pendekatan reboot dengan menyesuaikan konflik dan karakter dengan kehidupan generasi saat ini.
Kisah Sonya dan Ben
Dalam serial ini, Raihaanun memerankan Sonya, perempuan karier berusia 42 tahun. Sementara Maxime Bouttier berperan sebagai Ben, pria berusia 28 tahun yang pernah mendapat bantuan Sonya ketika berada dalam masa sulit delapan tahun sebelumnya.
Keduanya kembali bertemu setelah Ben bekerja sebagai bawahan Sonya di Dermawan Group.
Pertemuan tersebut perlahan membuat hubungan mereka berkembang. Namun, perbedaan usia dan posisi antara atasan dan bawahan membuat Sonya berusaha menjaga jarak.
Di tengah kedekatan tersebut, muncul berbagai konflik yang melibatkan hubungan personal, ambisi, hingga persoalan di lingkungan pekerjaan.
Bukan Sekadar Cerita Cinta Beda Usia
Sutradara Surya Ardy Octaviand mengatakan, “Tante Sonya” tidak dibuat hanya untuk mengulang kesuksesan cerita lama.
Menurut dia, serial tersebut justru ingin menghadirkan perspektif yang lebih relevan mengenai perempuan dan pilihan hidupnya.
Pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa perempuan memiliki kebebasan menentukan jalan hidup, termasuk memilih untuk menikah, berkarier, maupun menjalani hubungan dengan pasangan yang usianya lebih muda atau lebih tua.
Serial ini juga berusaha mempertanyakan stigma terhadap perempuan yang belum menikah di usia tertentu.
“Perempuan zaman sekarang bisa memilih apa saja. Bisa berkarier, tidak menikah juga tidak apa-apa, kalau mau menikah juga tidak apa-apa,” ujar Surya dalam acara peluncuran “Tante Sonya” di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Senin (24/8/2026).
Dengan format 10 episode, cerita yang sebelumnya dikemas dalam durasi film dikembangkan menjadi konflik yang lebih panjang dan memberikan ruang bagi setiap karakter untuk memiliki latar belakang serta perkembangan cerita.
Raihaanun Tak Khawatir Citra Sonya Disalahartikan
Raihaanun mengaku tidak khawatir karakter Sonya akan mendapatkan penilaian negatif dari penonton.
Menurut dia, sikap Sonya yang terlihat menjaga jarak atau seolah jual mahal memiliki alasan yang baru akan terungkap secara bertahap sepanjang serial.
“Setiap karakter yang ada di series ini punya alasan kenapa mereka melakukan hal itu,” kata Raihaanun.
Ia menilai penonton baru bisa memahami karakter Sonya secara utuh setelah mengikuti perkembangan ceritanya hingga episode-episode berikutnya.
Sonya juga disebut memiliki perkembangan karakter atau character arc yang membuat keputusan dan sikapnya tidak bisa dinilai hanya berdasarkan episode awal.
Maxime Bouttier dan Hamish Daud
Selain Raihaanun dan Maxime Bouttier, “Tante Sonya” turut menghadirkan Hamish Daud dan Dinda Kirana sebagai bagian dari jajaran pemain.
Maxime mengatakan dirinya menikmati kesempatan memainkan Ben yang memiliki sisi kompleks dalam cerita.
Karakter Ben juga tidak digambarkan sebagai sosok yang sepenuhnya sempurna. Seiring cerita berjalan, penonton akan melihat berbagai persoalan dan keputusan yang harus dihadapi karakter tersebut.
Sementara Hamish Daud turut memberikan warna tersendiri dalam dinamika hubungan para karakter.
Jajaran pemain lainnya terdiri dari Sarah Felicia, Adinda Cresheilla, Mike Ethan, dan Rezca Syam.
WeTV Ingin “Tante Sonya” Menjangkau Penonton Global
Executive Producer sekaligus Country Head WeTV Indonesia, Febriamy Hutapea, mengatakan cerita cinta beda usia dalam “Tante Sonya” hanyalah pintu masuk menuju tema yang lebih besar.
Menurut dia, inti cerita serial tersebut adalah keberanian seorang perempuan untuk menentukan kembali kebahagiaannya.
“Cinta tidak pernah bertanya berapa nomor atau usia di KTP Anda,” ujar Febriamy.
Ia berharap “Tante Sonya” tidak hanya mendapat respons positif dari penonton Indonesia, tetapi juga bisa diterima secara global.
Sebagai platform yang memiliki jangkauan internasional, WeTV ingin terus menghadirkan cerita lokal dengan karakter dan sudut pandang yang dapat diterima penonton dari berbagai negara.
“Tante Sonya” diproduksi melalui kolaborasi WeTV Indonesia dan RAPI Films, dengan Surya Ardy Octaviand sebagai sutradara.
Serial tersebut dapat disaksikan secara eksklusif di WeTV mulai 4 September 2026 dengan total 10 episode. (Hero)