Aisyah Aqila Cerita Tantangan Main Film Sajen Satu Suro, dari Belajar Bahasa Jawa hingga Mendalami Karakter Tania

0

JAKARTA, TabloidSeleberita.com – Aktris Aisyah Aqila mengungkap pengalaman pertamanya membintangi film horor melalui Sajen Satu Suro.
Tidak hanya dituntut membangun karakter yang penuh emosi, Aisyah juga harus mempelajari dialog berbahasa Jawa untuk perannya dalam film tersebut.

Aisyah mengatakan, penggunaan bahasa Jawa menjadi salah satu tantangan tersendiri baginya.

Pasalnya, ia berasal dari latar belakang budaya yang berbeda sehingga perlu memahami pengucapan dan dialek agar perannya terasa lebih autentik.

“Ini horor pertama aku yang harus berdialog Jawa. Jadi memang harus belajar, terutama jangan sampai melupakan dialek-dialeknya,” ujar Aisyah.

Meski menghadapi tantangan bahasa, Aisyah mengaku proses syuting Sajen Satu Suro justru membuatnya semakin mengenal budaya dan tradisi malam Satu Suro.

Sebelumnya, ia mengaku belum banyak memahami makna di balik tradisi tersebut. Namun melalui film ini, Aisyah mendapatkan kesempatan untuk mempelajari dan mendalami suasana yang menjadi bagian penting dalam cerita.

“Awalnya aku tidak terlalu tahu soal Satu Suro, tapi di sini jadi lebih tahu dan lebih paham,” katanya.

Selain tantangan bahasa, Aisyah juga harus melakukan penyesuaian besar untuk memerankan karakter Tania. Ia menyebut karakter tersebut memiliki kepribadian yang berbeda jauh dari dirinya.

Jika dalam kehidupan sehari-hari Aisyah dikenal sebagai sosok yang ceria dan banyak berbicara, Tania justru lebih banyak menyimpan konflik dalam pikirannya.

“Kalau di lokasi aku sebenarnya anaknya ramai. Tapi Tania ini tidak berisik di luar, dia berisiknya di dalam kepalanya sendiri,” ungkap Aisyah.

Karena perbedaan karakter tersebut, Aisyah harus mampu mengubah pembawaannya setiap kali kamera mulai merekam. Ia dituntut meninggalkan sisi cerianya untuk masuk ke dalam emosi Tania yang lebih kompleks.

Menurut Aisyah, perjalanan Tania dalam film Sajen Satu Suro akan membawa penonton melihat berbagai konflik, mulai dari ketakutan hingga beban emosional yang dialami karakter tersebut.

Ia berharap film ini dapat memberikan pengalaman berbeda bagi penonton karena tidak hanya menghadirkan unsur horor, tetapi juga menyuguhkan drama, persahabatan, dan nilai kekeluargaan.

“Sajen Satu Suro tayang 30 Juli 2026 di bioskop. Jangan lupa ajak teman dan keluarga karena film ini bukan hanya tentang seramnya, tetapi juga ada sisi emosional dan kekeluargaan,” ujar Aisyah.

Film Sajen Satu Suro menjadi salah satu film horor Indonesia yang mengangkat atmosfer malam Satu Suro dengan perpaduan unsur misteri dan drama emosional. (Hero)

Leave A Reply

Your email address will not be published.