Founder Info Konser dan Info Pensi Ungkap Strategi Bangun Media Musik hingga Baca Tren Anak Muda

0

JAKARTA, TabloidSeleberita.com – Founder Info Konser Fauzan Achmad dan Founder Info Pensi Ardian Eka Putra membagikan cerita mengenai perjalanan membangun media musik independen di Indonesia.

Hal itu disampaikan dalam diskusi bersama promotor C. Winarko di Onkel John’s, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (24/5/2026).

Fauzan mengatakan, Info Konser bermula dari kebutuhannya mempromosikan acara musik yang pernah ia buat sendiri.

“Dulu saya bikin event kecil di kafe, tapi susah masuk media. Akhirnya saya bikin media sendiri untuk posting acara saya,” kata Fauzan.
Info Konser pertama kali dibuat pada 2017.

Namun akun tersebut sempat diretas pada 2018 sehingga pengelolaannya terhenti sementara.

Pada 2019, Fauzan kembali membangun akun baru dan tetap menggunakan nama Info Konser hingga berkembang menjadi salah satu akun informasi konser dan festival musik yang dikenal luas.

Fauzan mengaku tujuan utamanya membangun Info Konser adalah untuk ikut meramaikan industri musik Indonesia.

“Penginnya musik Indonesia ramai saja. Dulu media seperti ini masih sedikit, sekarang makin banyak dan menurut saya malah makin seru,” ujar Fauzan.

Ia juga membagikan strategi membangun interaksi di media sosial. Salah satunya dengan membuat unggahan yang memancing perdebatan atau diskusi antar-penggemar musik.

Menurut Fauzan, cara tersebut efektif meningkatkan interaksi sehingga unggahan lebih mudah menjangkau audiens baru melalui algoritma media sosial.

“Kadang kita bikin pertanyaan soal fanbase terbesar atau postingan yang bikin orang komentar. Tujuannya supaya engagement naik,” tutur Fauzan.

Sementara itu, Ardian Eka Putra mengatakan Info Pensi awalnya hadir sebagai media informasi kegiatan pentas seni sekolah.

Namun seiring berkembangnya platform tersebut, Info Pensi kini juga bergerak di bidang pengolahan data tren anak muda.

“Awalnya cuma media informasi pensi, tapi akhirnya berkembang jadi data mining. Kita membaca tren anak sekolah, daya beli, sampai minat mereka terhadap festival,” kata Ardian.

Menurut Ardian, data tersebut banyak dibutuhkan promotor dan brand untuk memahami kebiasaan generasi muda dalam menikmati hiburan.

Ia menjelaskan, penonton festival musik biasanya terus mengalami regenerasi sehingga promotor perlu memahami calon audiens baru sejak usia sekolah.

“Anak SMA hari ini mungkin belum datang ke festival karena belum diizinkan orangtua, tapi beberapa tahun lagi mereka bisa jadi penonton utama,” ujar Ardian.

Diskusi tersebut juga menyoroti perkembangan media musik independen yang kini tidak hanya menjadi sumber informasi, tetapi juga berperan dalam membaca perilaku pasar industri hiburan Indonesia. (Hero)

Leave A Reply

Your email address will not be published.