Poster The Bell: Panggilan untuk Mati Dirilis, Angkat Teror Penebok dari Mitos Belitung

0

TabloidSeleberita.com – JAKARTA, 7 April 2026 — Industri film horor Indonesia kembali diramaikan dengan kehadiran The Bell: Panggilan untuk Mati, karya terbaru dari Sinemata Buana Kreasindo yang resmi meluncurkan poster utamanya. Film ini menghadirkan sosok Penebok, hantu tanpa kepala yang berasal dari cerita rakyat Belitung, sebagai ancaman utama.

Dalam beberapa tahun terakhir, film horor lokal terus menunjukkan dominasi di layar lebar. The Bell: Panggilan untuk Mati mencoba menawarkan sesuatu yang berbeda dengan menggali kekayaan folklore yang belum banyak diangkat ke perfilman nasional.

Poster yang dirilis menampilkan nuansa gelap dan penuh ketegangan. Sosok Penebok digambarkan mengenakan gaun merah tanpa kepala, menciptakan visual yang mengganggu sekaligus memperkuat kesan horor yang unik. Karakter ini bukan hanya sekadar elemen menakutkan, tetapi juga simbol dari cerita rakyat yang masih hidup di masyarakat.

Sutradara Jay Sukmo mengungkapkan bahwa film ini hadir untuk memperkaya perspektif penonton terhadap genre horor Indonesia. Ia menilai, saat ini penonton tidak hanya mencari sensasi takut, tetapi juga cerita yang memiliki akar budaya yang kuat.

Hal senada disampaikan produser Rendy Gunawan bersama Aris Muda. Mereka menekankan pentingnya menghadirkan karakter yang berkesan dan memiliki identitas kuat. Penebok diharapkan dapat menjadi ikon baru dalam dunia horor Tanah Air.

Mengambil latar dengan nuansa urban yang berpadu dengan mistis khas Belitung, film ini menawarkan pengalaman menonton yang berbeda sekaligus mempertegas potensi cerita lokal dalam industri perfilman nasional.

Sinopsis
Cerita bermula dari sebuah lonceng keramat di Belitung yang dipercaya mampu mengurung roh jahat. Sekelompok YouTuber nekat mencurinya demi membuat konten. Namun tanpa disadari, aksi tersebut justru membebaskan Penebok—entitas mengerikan yang telah terperangkap selama ratusan tahun.

Sejak saat itu, teror mulai menghantui mereka. Satu per satu korban berjatuhan dengan kondisi mengenaskan: kepala terpenggal. Ancaman pun meluas ke warga desa. Setiap denting lonceng menjadi pertanda datangnya maut, saat Penebok muncul untuk menagih nyawa siapa pun yang mendengarnya. (Hero)

Leave A Reply

Your email address will not be published.