Panggung 360 Derajat dan Kolaborasi Lintas Generasi Hadir Di Konser Padi Reborn

0

JAKARTA, Tabloidseleberita – Padi Reborn akan menghadirkan konsep pertunjukan futuristik dalam Konser Dua Delapan yang digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada Sabtu, 31 Januari 2026. Konser ini menjadi selebrasi 28 tahun perjalanan musik Padi Reborn sekaligus perayaan rilis album kedelapan mereka, “28”.

Mengusung konsep megah namun tetap intim, Konser Dua Delapan dirancang dengan panggung berbentuk lingkaran 360 derajat di tengah audiens. Konsep ini memungkinkan penonton menikmati penampilan Padi Reborn dari berbagai sudut pandang, sekaligus menciptakan kedekatan antara musisi dan penggemar.

Dalam acara press confrence yang dihadiri para personil Padi Reborn di kantor pusat JNE Tomang , Jumat 23 /01/2026 , Promotor Northstar Entertainment menjelaskan jika nantinya panggung tersebut juga dilengkapi teknologi hidrolik yang memungkinkan setiap personel Padi Reborn naik dan turun secara terpisah. Selain itu, elemen visual futuristik akan diperkuat dengan penggunaan circular LED, digital hoist, serta tata cahaya modern yang menyesuaikan dengan setiap lagu yang dibawakan.

Selain konsep panggung, kekuatan musikal Padi Reborn juga diperkuat lewat kolaborasi dengan musisi tamu Sal Priadi dan Fanny Soegi. Kehadiran kedua musisi tersebut diharapkan memberi sentuhan segar sekaligus memperkaya harmoni dalam konser perayaan ini.

Padi Reborn Tegaskan Transformasi Musik dan Kolaborasi Lintas Generasi

Kolaborasi Lintas Generasi Hadir Di Konser Padi Reborn

Sementara itu Piyu Padi dalam kesempatanya menuturkan jika Konsep transformasi musik Padi mulai diuji dan diaplikasikan melalui album Indra Keenam yang dirilis pada 2019. Seluruh format musikal dalam album tersebut telah direncanakan sejak awal sebagai bagian dari proses pencarian dan pematangan identitas musik Padi di era baru.

Dari album itu, Padi akhirnya memahami kembali seperti apa karakter musik mereka, termasuk bagaimana anak-anak muda dan para pelaku di skema musik senja memaknai karya-karya Padi. Mereka juga melihat bagaimana waktu dan generasi bekerja, termasuk pertemuan dengan sosok Fanny Soegi.

Salah satu bentuk transformasi tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dengan penyanyi Fanny Soegi. Fanny diketahui pernah membawakan lagu-lagu Padi dan terlibat dalam beberapa kesempatan bersama band tersebut.

“ Padi dan Fanny sempat terlibat bersama dalam beberapa kesempatan, hingga akhirnya kolaborasi tersebut ditutup lewat penampilan bersama di lagu “Langit Biru “ ungkap piyu

Mengenai Sal Priadi Menariknya menurut piyu, Sal Priadi ternyata memang penggemar Padi dan memiliki kedekatan emosional dengan lagu-lagu mereka. Para penggemar Sal Priadi pun diketahui menyukai cara ia membawakan lagu-lagu bernuansa galau

Dalam kolaborasi di konser ini, Sal Priadi  akan membawakan sebuah lagu spesial yang juga memiliki nuansa emosional dan dianggap sangat cocok dengan karakter vokalnya

“ Setelah Sal Priadi tampil secara solo, Padi akan naik ke atas panggung sebagai penutup penampilan tersebut, Konsep ini dirancang untuk menghadirkan kesinambungan emosi sekaligus simbol transformasi lintas generasi “ jelas piyu

Melalui pendekatan kolaborasi ini, Padi ingin menunjukkan bahwa di usia 28 tahun, band ini masih relevan dan mampu bertransformasi tanpa kehilangan identitas. Musik Padi tetap bisa diterima oleh generasi baru, sementara kolaborasi dengan berbagai pihak—termasuk agensi dan pelaku industri kreatif muda—menjadi bukti bahwa karya-karya Padi terus hidup dan berkembang.

Transformasi ini juga memperlihatkan bagaimana ekosistem industri musik ikut berubah, dengan banyak agensi baru yang kini terlibat dan merasa memiliki keterikatan kuat dengan Padi. Dari proses berbagi, kolaborasi, hingga mengajak generasi baru untuk terlibat langsung dalam konser, Padi menegaskan posisinya sebagai band lintas generasi yang tetap relevan hingga hari ini.

Terinspirasi Nirvana, Padi Angkat Ambiguitas Karya dan Kolaborasi Visual di Video Lirik Haru Biru

Vokalis Padi Reborn Fadly terkait foto – foto yang ada di video lirik lagu Haru Biru menjelaskan jika dirinya mengutif  kata – kata dari legenda musik dunia, Nirvana. Menurut Padi, kekuatan karya Nirvana terletak pada lagu-lagunya yang terbuka terhadap penafsiran, sehingga setiap pendengar dapat memiliki kesan dan rasa yang berbeda terhadap satu karya.

Konsep ambiguitas tersebut kemudian diadaptasi Padi dalam pendekatan musikal dan visual mereka. Lagu-lagu Padi sengaja dibiarkan terbuka untuk diinterpretasikan oleh publik tanpa batasan makna tunggal.

Selain dari sisi musik, Padi juga menerapkan konsep tersebut pada visual album. Gambar album yang digunakan dalam video lirik lagu Haru Biru merupakan hasil pengumpulan dan eksplorasi dari karya-karya fotografi album legendaris yang menjadi referensi mereka.

“ Foto-foto tersebut merupakan karya analog dari masa lalu, bukan foto digital, yang kemudian dikolaborasikan dengan teknologi masa kini” ungkap Fadly

Dalam prosesnya, Padi menggabungkan teknik grading, grain, serta elemen visual khas Padi untuk menciptakan identitas yang menyatukan nuansa klasik dan modern. Pendekatan ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman visual yang selaras dengan karakter musik mereka.

Melalui karya tersebut, Padi Reborn ingin menghadirkan ruang bagi publik untuk menafsirkan lagu dan visual album sesuai dengan perspektif masing-masing, sekaligus memperluas jangkauan apresiasi terhadap karya mereka. (AA)

Leave A Reply

Your email address will not be published.