MALANG, TabloidSeleberita.com — Produsen perawatan luka Hansaplast membuka proses produksinya kepada publik melalui kegiatan Media Experience & Factory Tour di fasilitas PT Beiersdorf Indonesia, Malang, Jawa Timur. Langkah ini dilakukan untuk menunjukkan komitmen perusahaan dalam menerapkan standar halal dan mutu medis pada produk perawatan luka.
Kegiatan tersebut digelar seiring meningkatnya perhatian masyarakat terhadap aspek halal pada produk kesehatan. Tidak hanya pada makanan dan minuman, isu kehalalan kini juga menjadi pertimbangan penting dalam penggunaan alat kesehatan dan produk medis yang bersentuhan langsung dengan tubuh.
Dalam kunjungan tersebut, media dan komunitas diajak melihat langsung tahapan produksi, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses manufaktur. Seluruh proses dipastikan telah memenuhi ketentuan sertifikasi halal dan dijalankan dengan pengendalian mutu yang ketat.

BU Health Care Director PT Beiersdorf Indonesia, Vivilya Lukman, mengatakan bahwa sertifikasi halal merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan kepada konsumen, khususnya masyarakat Muslim di Indonesia. Menurut dia, Hansaplast memastikan seluruh proses produksi telah melalui verifikasi yang ketat tanpa mengesampingkan standar medis.
“Bagi kami, sertifikasi halal adalah upaya menghadirkan rasa aman dan tenang bagi konsumen. Proses ini mencakup pemilihan bahan baku, pengelolaan pemasok, hingga manufaktur,” kata Vivilya dalam keterangannya, Kamis (15/1/2026).
Sementara itu, Production Director Beiersdorf Indonesia, Abhishek Badodekar, menekankan pentingnya kesiapan sistem manufaktur dalam menjaga kualitas produk kesehatan. Ia menyebut bahwa penerapan standar medis telah menjadi bagian dari budaya kerja di pabrik.
Selain tur pabrik, acara ini juga diisi dengan diskusi bersama tenaga medis yang membahas pentingnya perawatan luka yang tepat serta keamanan penggunaan produk perawatan luka berlabel halal dalam kehidupan sehari-hari.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa penerapan Jaminan Produk Halal (JPH) pada alat kesehatan merupakan bagian dari perlindungan konsumen. JPH bertujuan memastikan seluruh tahapan produksi alat kesehatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan tanpa mengurangi fungsi dan mutu produk.
Perwakilan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Dr. H. Abd. Syakur, menyampaikan bahwa sertifikasi halal pada alat kesehatan dilakukan melalui proses verifikasi menyeluruh, mulai dari bahan, proses produksi, hingga fasilitas yang digunakan.
“Kepastian halal ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam menggunakan produk kesehatan,” ujarnya.
Dokter Farhan Zubedi menambahkan bahwa kepastian halal pada produk perawatan luka memberikan ketenangan bagi umat Muslim, terutama saat menjalani aktivitas ibadah.
Melalui kegiatan ini, Hansaplast menegaskan posisinya sebagai merek perawatan luka di Indonesia yang tidak hanya berfokus pada inovasi produk, tetapi juga pada pemenuhan standar halal dan kebutuhan konsumen. (Hero)