KUALA LUMPUR, TABLOIDSELEBERITA – Promotor konser Pentas RadjaWali, Impian Al Fateh Sdn. Bhd. bersama GIS Entertainment & Events dan Infinity Love Creative Ventures (ILCV Events), memberikan klarifikasi resmi terkait pemadaman sistem suara secara mendadak saat konser berlangsung di Idea Live Arena, Petaling Jaya, pada 10 Januari lalu.
Insiden tersebut terjadi ketika Wali Band tengah membawakan lagu ke-10 berjudul Ada Gajah di Balik Batu, yang kemudian memicu kekecewaan penonton dan kritik luas di media sosial. Promotor menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan disebabkan oleh artis maupun kelalaian penyelenggara.
Perwakilan promotor, Mubarak Akhtar, menjelaskan bahwa keterlambatan acara dipicu gangguan sistem tiket dan lemahnya jaringan internet di area venue. Kondisi ini menyebabkan antrean panjang di pintu masuk dan berdampak pada mundurnya jadwal pertunjukan.
“Keterlambatan bukan berasal dari artis. Masalah utama ada pada sistem ticketing dan akses internet yang sangat terbatas di lokasi,” ujar Mubarak dalam keterangannya kepada media, baru-baru ini.
Ia juga menegaskan bahwa pemadaman listrik tepat pukul 00.00 dilakukan sepihak oleh pengelola venue tanpa persetujuan promotor, meski sebelumnya telah ada permohonan agar Wali Band diberi kesempatan membawakan satu lagu penutup.
Sementara itu, vokalis Radja, Ian Kasela, lewat media sosialnya turut angkat bicara untuk meluruskan anggapan yang menyebut keterlambatan acara disebabkan oleh pihak band. Ian Kasela menegaskan Radja telah menjalankan kewajibannya sesuai kontrak dan arahan penyelenggara.

Syukuran potong tumpeng Radja sebelum manggung
“Dalam kontrak, Radja dijadwalkan membawakan minimal 12 lagu. Kami bahkan berusaha memberikan lebih sebagai bentuk pelayanan kepada penonton. Soal durasi, kami sepenuhnya mengikuti arahan penyelenggara,” kata Ian Kasela.
Ian juga membantah tudingan bahwa Radja datang terlambat atau tidak siap tampil. Menurutnya, koordinasi dengan pihak penyelenggara berjalan normal sejak awal.
“Kalau memang kami terlambat atau tidak bertanggung jawab, tidak mungkin ada kegiatan di backstage seperti foto bersama tamu dan prosesi potong tumpeng. Kalau waktu mendesak, pasti kami langsung diminta naik panggung. Logikanya sederhana,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kekacauan jadwal bukan disebabkan oleh penampilan Radja. “Sangat tidak mungkin masalah yang terjadi setelahnya dikaitkan dengan kelalaian kami. Saat Radja tampil, penonton terhibur dan puas, itu bisa dilihat dari berbagai video yang beredar,” lanjut Ian.
Sebagai musisi tamu, Radja, kata Ian, selalu menghormati penyelenggara dan mengikuti seluruh arahan yang telah disepakati. Ia juga menyayangkan insiden yang terjadi, namun menegaskan hal tersebut tidak berkaitan dengan kinerja Radja di atas panggung.
“Kami ikut menyesalkan kejadian ini. Semoga ke depan komunikasi dan persiapan antarpihak bisa lebih baik,” tutup Ian.
Saat ini, pihak promotor tengah menghitung total kerugian, baik materi maupun reputasi, dan menyiapkan langkah hukum terhadap pengelola venue.
Sebagai bentuk permohonan maaf kepada penonton, promotor juga mengumumkan rencana menghadirkan kembali Wali Band dan Radja dalam konser khusus di Malaysia pada 1 Mei mendatang, dengan penawaran diskon bagi penonton yang hadir pada konser sebelumnya. ***