Man Sinner Hadirkan Versi Akustik “Bumi Menangis”, Suarakan Kepedulian Lingkungan Usai Banjir Sumatra dan Aceh
TabloidSeleberita.com – Jakarta, 11 Januari 2026 – Band skatepunk asal Jakarta, Man Sinner, kembali menyuarakan keresahan sosial lewat karya terbarunya. Mereka resmi meluncurkan single “Bumi Menangis (Unplugged)”, sebuah versi akustik yang lahir dari refleksi atas bencana banjir bandang yang melanda wilayah Sumatra dan Aceh dalam beberapa waktu terakhir.
Single ini dirilis dalam dua format. Video klip “Bumi Menangis (Unplugged)” telah tayang perdana di kanal YouTube resmi Man Sinner pada 9 Januari 2026, sementara versi audionya dijadwalkan hadir di berbagai platform musik digital mulai 9 Februari 2026.
Berbeda dari karakter Man Sinner yang identik dengan tempo cepat dan energi agresif, kali ini band yang beranggotakan Achmad Alwan Damanik (vokal/gitar), Agga Satria Prabowo (gitar), Nero Riansyah (bass/vokal latar), dan Agung Bahtiar (drum) memilih pendekatan musikal yang lebih minimalis dan tenang.

Aransemen unplugged dipilih agar pesan dalam lirik dapat tersampaikan secara lebih mendalam.
Menurut Achmad Alwan Damanik, lagu ini diharapkan mampu menjadi pemantik kesadaran kolektif. Ia menekankan bahwa perubahan besar berawal dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten oleh individu.
“Perubahan tidak akan terjadi kalau tidak dimulai dari diri sendiri. Dari situ, kesadaran bisa menyebar ke lingkungan yang lebih luas,” ujar Achmad dalam keterangan tertulis.
“Bumi Menangis (Unplugged)” merupakan pembaruan dari lagu utama dalam album “Bumi Menangis” yang dirilis Man Sinner pada 2020. Keputusan untuk menghadirkan ulang lagu ini diambil karena tema yang diangkat dinilai semakin relevan dengan kondisi lingkungan Indonesia saat ini.
Agga Satria Prabowo menambahkan bahwa lirik lagu tersebut mengajak pendengar untuk kembali menghormati alam dan menghentikan eksploitasi berlebihan.
“Ketika manusia terus merusak keseimbangan alam, maka alam akan mencari jalannya sendiri untuk menyeimbangkan, dan itu sering kali lewat bencana,” kata Agga.
Pesan tersebut diperkuat melalui video klip yang menampilkan potongan visual banjir di berbagai daerah, serta dokumentasi alih fungsi hutan menjadi perkebunan sawit. Pendekatan visual ini dipilih agar pesan lagu lebih mudah diterima oleh generasi yang akrab dengan media digital.
“Manusia sekarang sangat visual. Kami berharap lewat video, pesan yang ingin kami sampaikan bisa lebih mengena,” ujar Nero Riansyah.
Perilisan single ini turut memengaruhi agenda Man Sinner ke depan. Band ini memutuskan menunda proses rekaman dua lagu baru demi memaksimalkan penyampaian pesan “Bumi Menangis (Unplugged)”. Meski demikian, mereka tetap dijadwalkan tampil di sejumlah panggung musik di wilayah Jabodetabek sepanjang Januari hingga Februari 2026.
“Karya ini kami buat secara spontan setelah melihat langsung dampak bencana kemarin. Fokus kami saat ini adalah menyuarakan kepedulian lewat musik,” tutur Agung Bahtiar.
Saat ini, video klip “Bumi Menangis (Unplugged)” sudah dapat disaksikan melalui YouTube resmi Man Sinner, sementara versi audionya akan menyusul di berbagai layanan streaming digital pada 9 Februari 2026. (Hero)